0
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Cinta itu adalah perkara ketaatan dan pengorbanan. Bukan kepada pasangan, melainkan kepada Tuhan yg menciptakan. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Tuhan yg memberi kita rejeki, panca indera yg sempurna, otak yg bisa digunakan utk berpikir, dan jodoh. Sudah taatkah kita kepadaNya? #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Jika kepada perintah Tuhannya saja ia sudah tak taat. Bagaimana bisa dia akan taat kepada pasangannya kelak. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Yang membedakan pacaran dengan taaruf adalah perkara ketaatan dan pengorbanan kita kepada Allah. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Namun tak ada juga yg bs menjamin kalau taaruf akan langgeng. Ada perkara Takdir Allah didalam kehidupan manusia. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Dalam perkara Takdir semuanya sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz. Dan itu adalah aktifitas Allah. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Oleh sebab itu Allah menyuruh kita hanya untuk mengimaninya saja. Tak perlu membahasnya lebih jauh. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Dan jangan pernah mencampurkan adukan aktifitas Allah dgn aktifitas manusia. Jika itu terjadi,maka pemikiran liberal lah yg muncul. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Oleh sebab itu,ketika ada yg menikah melalui proses taaruf lalu bercerai. Itu adalah takdir mereka bercerai. Bukan urusan manusia lg #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Tapi ingat, hidup itu selalu punya pilihan. Bisa memilih bercerai atau tidak. | Lho berarti kita bisa merubah takdir donk? #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Nah disaat seperti inilah pemikiran manusia tdk akan bs mencapainya. Ingat, takdir adalah aktifitas Allah. Kita ckp mengimaninya saja #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Dan ia selalu punya pilihan utk bercerai atau tidak. Nah ini yg disebut dengan aktifitas manusia. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Perkara ia jadi bercerai atau tidak. Itulah adalah takdir Allah, itu aktifitas Allah. Semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Ketika manusia diciptakan. Allah sudah menyiapkan 3 hal. Yaitu Rejeki, Jodoh dan Ajal. Nah itu takdir kita dari Allah. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Dan ingat, kita cukup mengimani takdir kita. Dan ciri orang yg beriman adalah dgn berpikir. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Kembali lg dgn cinta itu adalah ketaatan dan pengorbanan. Yg baik utk yg baik,yg buruk utk yg buruk. Itu janji Allah di surah An-Nur. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Muslim/ah yg baik pasti akan mengimani takdir, oleh sebab itu akan taat dan melakukan pengorbanan utk keimanannya. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Skrg pertanyaannya adalah "Pacaran apakah aktifitas yg menunjukkan ketaatan dan pengorbanan kpd Allah ?" #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Sesungguhnya Allah itu sudah menyiapkan kemenangan utk kita. Tp tergantung bagaimana ikhtiar kita. Baca artinya surah Al-Fath ayat 1. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Bukankah kita semua menginginkan pasangan yg baik? Lalu apakah kita sudah berusaha taat dan berkorban utk Allah? #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Bukankah kita yakin bahwa Allah Maha Mengetahui? Oleh sebab itu,tidak ada kemaksiatan yg dpt disembunyikan dari-Nya. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Lalu apakah berkata mesra kpd yg bukan mahramnya bisa menunjukkan bahwa kita taat? #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Kalau kata ust. @felixsiauw . Jodoh itu dinikahi, bukan dipacari. Bawa ke wali,biar bisa dilihat isi hati.
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Solusinya? Dalam islam ada yg namanya taaruf. Prosesnya syar'i, oleh sebab itu membutuhkan wali. #Dhuha
Aditya Hilman @AbuAthifah_
Dalam taaruf ada yang namanya ketaatan dan pengorbanan, bukan kepada pasangan, tp kepada yg menciptakan. Siapa? Allah! #Dhuha
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.