USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Hijrah... Elan Vital Kebangkitan Peradaban Islam... pic.twitter.com/lTryOLwVpb
Expand pic
Expand pic
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niat-niatnya. Dan bagi setiap orang tergantung apa yang ia niatkan...
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Maka barang siapa yang hijrahnya karena dunia, dia akan mendapatkannya. Atau (jika hijrahnya) karena seorang wanita, dia bisa menikahinya...
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Maka seseorang hijrah kepada apa yang ia (niatkan) untuk hijrah kepadanya”. (HR. Bukhari dari Umar bin Khattab RA)
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
“Surat yg Anda kirimkan &tanpa tanggal telah Saya terima”. Itulah bunyi surat jawaban yg diterima Khalifah Umar dari salah seorang pejabatny
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Umar tersentak, ia tersadar bhw kaum muslimin sbg umat terbaik blm memiliki sistem penanggalan sendiri yg menunjukkan identitas jati dirinya
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Umar pun mengundang para sahabat untuk bermusyawarah menentukan sistem penanggalan dalam Islam.
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Para sahabat sambut inisiatif Umar dg antusias. Muncul usulan2 momentum2 bersejarah dlm Islam yg akan dijadikan titik tolak penanggalan
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Ada beberapa usulan dari para sahabat berkaitan dengan momentum bersejarah yang akan dijadikan titik tolak penanggalan, di antaranya yaitu:
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
pertama, tanggal kelahiran Nabi SAW seperti kaum Nasrani menggunakan kelahiran Nabi Isa AS. Kedua, tanggal awal turunnya wahyu kpd Rasul
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Ketiga, momentum hijrah kaum muslimin ke Yatsrib yang di kemudian hari menjadi Madinah Al Munawwarah.
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Dari berbagai usulan tersebut, syuro memutuskan bahwa awal penanggalan kaum muslimin dimulai dari hijrah kaum muslimin ke Yatsrib.
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Keputusan telah diambil. Hijrah yang merupakan fase tahawwulid dakwah (transisi dakwah) yang monumental tidak hanya menjadi legenda...
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
tapi juga menjadi bagian yang tak terpisahkan (inheren) dalam struktur peradaban kaum muslimin karena diabadikan dalam sistem penanggalannya
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Dibalik pengambilan keputusan itu, ada harapan besar dari para pengambil kebijakan (decision maker / akhidzul qarar) dalam syuro tersebut,
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
yakni supaya kaum muslimin pada masa itu dan generasi sesudahnya mampu melakukan internalisasi nilai-nilai hijrah dalam dirinya ...
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
yang berupa nilai keikhlasan, kesabaran, keimanan, perjuangan, pengorbanan dan sebagainya.
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Selanjutnya, nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi spirit dan elan vital dalam seluruh aspek kehidupannya.
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Hijrah bukanlah sekedar potongan sejarah kaum muslimin yang hanya terjadi di masa lalu.
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Ia memiliki berlaksa makna beraroma perjuangan dan senantiasa menyimpan hikmah dibalik dzahir yang tak pernah habis digali.
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Maka hijrah selalu memiliki spirit inspiratif untuk hari ini dan masa depan.
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Dlm kamus Al Munawwir, secara bahasa hijrah memiliki bbrp makna, yaitu taroka : meninggalkan; Qotho’a: memutuskan; Syadda : mengikat; dsb
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Dari sini dapat diambil kesimpulan bhw hijrah merupakan sebuah keputusan utk meninggalkan “sesuatu” &mengikatkan diri dg “sesuatu” yg lain
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Para ulama membagi hijrah sbg titik tolak perubahan (nuqthotut tahawwul) ke dalam dua macam: 1. Hijrah Maknawiyyah 2. Hijrah Makaniyyah
USTADZ SOCMED @Ustadz_Socmed
Hijrah maknawiyyah: Hijrah secara maknawi/spiritual. Ia merupakan hijrah yg sifatnya wajib & muthlaq hrs dilakukan seluruh kaum muslimin.
Load Remaining (45)

Comment

Login and hide ads.