Peristiwa Singkil Aceh

Setara Institute:Peristiwa di Singkil Aceh adalah pelanggaran HAM serius yang diprakarsai oleh negara
law crime
kiuKiu @Dparlemen
1)Setara Institute mengecam keras dan mengutuk tindakan pembakaran dan penyerangan Gereja HKI di Aceh Singkil pada Selasa (13/10).
kiuKiu @Dparlemen
2)Setara Institute menilai penyerangan gereja HKI dan ancaman terhadap puluhan gereja lainnya yang terjadi di Aceh Singkil,
kiuKiu @Dparlemen
3) adalah pelanggaran HAM serius yang diprakarsai oleh negara, yang direpresentasikan oleh Bupati Aceh Singkil Sapriadi.
kiuKiu @Dparlemen
4)"Penyerbuan oleh ribuan orang tersebut dilakukan atas restu dan berdasarkan keputusan Bupati Sapriadi yang didukung oleh pejabat daerah
kiuKiu @Dparlemen
5) lainnya untuk membongkar gereja-gereja, yang menurutnya merupakan kesepakatan yang dilakukan pada tahun 1979,"
kiuKiu @Dparlemen
6) ujar Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani kepada Beritasatu.com, Selasa (13/10).
kiuKiu @Dparlemen
7)Sebenarnya, kata Ismail selain kesepakatan tersebut, terdapat Pergub Aceh 25/2007 tentang Pedoman Pendirian Rumah Ibadah, yang muatannya
kiuKiu @Dparlemen
8)sangat diskriminatif dan kemudian dijadikan dalih penyerangan. Dengan alasan yang sama, lanjutnya pada Mei 2012 sebanyak 20 tempat ibadah
kiuKiu @Dparlemen
9) di Singkil juga ditutup oleh warga.
kiuKiu @Dparlemen
10)"Apapun dalil pejabat daerah, penyerangan tempat ibadah adalah bentuk pelanggaran HAM dan pelanggaran hak konstitusional warga negara.
kiuKiu @Dparlemen
11)Produk hukum yang menjadi dasar penyerangan juga merupakan bentuk pelanggaran HAM (violation by rule) karena mengandung muatan
kiuKiu @Dparlemen
12 diskriminatif dan bertentangan dengan UU dan UUD Negara RI 1945," jelas Ismail.
kiuKiu @Dparlemen
13)Lebih lanjut, Dosen Hukum Tata Negara di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengungkapkan Setara Institute mengecam keras peristiwa
kiuKiu @Dparlemen
14) penyerangan terhadap tempat ibadah.Setara juga berduka cita atas meninggalnya 1 orang warga dan yang luka-luka akibat penyerangan tsb.
kiuKiu @Dparlemen
15)"Setara Institute menyayangkan institusi kepolisian yg justru tunduk pada anarkisme massa. Tidak bisa Polri beralasan kekurangan aparat,
kiuKiu @Dparlemen
16)karena kabar penyerangan ini sudah beredar sehari sebelumnya. Kegagalan aparat kepolisian menuntut pertanggungjawaban," tegas Ismail.
kiuKiu @Dparlemen
17)Kapolri, katanya harus memastikan adanya sanksi bagi Kapolda Aceh dan Kapolres Aceh Singkil yang lalai menjalankan tugas
kiuKiu @Dparlemen
18) melindungi warga negara.Setara jg mengingatkan, bhw peristiwa di Aceh Singkil bukanlah bentrok seperti yang disampaikan oleh Kapolri
kiuKiu @Dparlemen
19)tetapi penyerangan warga atas dasar hasutan para penyelenggara pemerintahan daerah dan didasarkan pada keputusan seorang Bupati.
kiuKiu @Dparlemen
20)"Setara Institute menyimpulkan, berulangnya peristiwa penyerangan tempat ibadah di Aceh adalah karena kegagalan kepemimpinan
kiuKiu @Dparlemen
21)Zaini Abdullah dalam mengelola keberagaman di Aceh. Politik penyeragaman atas nama mayoritas dan Islam telah menghalalkan
kiuKiu @Dparlemen
22) berbagai tindakan kekerasan di Aceh, termasuk penyerangan tempat ibadah," pungkas Ismail. (Yustinus Paat/FQ)

Comment

Login and hide ads.