Partai Gerindra @Gerindra
1.@Fraksi_Gerindra konsisten menolak tentang kereta cepat, karena itu merugikan negara dan itu membebani rakyat. pic.twitter.com/H65wzGPias
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
2. Karena biaya proyek kereta cepat menggunakan dana pinjaman yang menyimpan beban kerugian yang harus ditanggung Negara.
Partai Gerindra @Gerindra
3. Karena uang 60 Triliun nanti harus kita kembalikan 100,4 T selama 40 tahun. pic.twitter.com/IkUA6IzloM
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
4. Walaupun uang itu uang @KemenBUMN, tetapi BUMN yang dikerjasamakan dengan pemerintah china itu adalah uang pemerintah nasional.
Partai Gerindra @Gerindra
5. Tenornya 40 tahun. Bunganya 2%. 2% dari 60 Triliun itu ada sekitar 12 Triliun. Jadi hitungannya, 1,2 dikalikan 4 adalah 40 Triliun.
Partai Gerindra @Gerindra
6. Kita pinjam 60 Triliun berarti harus mengembalikan 100,4 Triliun. Uang siapa yang mau dikembalikan? uang rakyat!?
Partai Gerindra @Gerindra
7. Selain itu, kereta cepat Jakarta-Bandung tidak memiliki nilai efisiensi. Karena, jarak dari Jakarta ke Bandung relatif dekat.
Partai Gerindra @Gerindra
8. Mestinya kalo Presiden itu konsekuen dengan Nawacita, membangun tol laut. Karena tol laut itu masuk angkutan level kedua.
Partai Gerindra @Gerindra
9. Dimana memindah barang dan jasa dari segi laut itu lebih murah dan lebih banyak angkutan barangnya.
Partai Gerindra @Gerindra
10. Sementara kita mengangkut penumpang saja dari Bandung dengan Jakarta, asumsinya 200 ribu per orang.
Partai Gerindra @Gerindra
11. Tapi tanggungan negara 40 Triliun dari pinjaman uang 60 Triliun untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Itu merugikan negara!

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.