0
Tweet Militer @tweetmiliter
Cruise Missile memenangkan vote, Stay tune commandos!
Tweet Militer @tweetmiliter
Rudal jelajah (cruise missile) adalah rudal yang sebagian besar flight path nya berada dalam Kecepatan dan arah yang konstan
Tweet Militer @tweetmiliter
rudal jelajah didapuk untuk mengantar muatan warhead dalam jumlah besar dari jarak jauh dengan akurasi tinggi
Tweet Militer @tweetmiliter
rudal jelajah modern dapat terbang sangat rendah, memiliki sistem navigasi sendiri dan dapat terbang dalam kecepatan subsonic
Tweet Militer @tweetmiliter
Cruise missile dalam beberapa aspek, performa dan karakteristiknya mirip dengan UAV, namun memiliki tugas/role yang sangat jauh berbeda
Tweet Militer @tweetmiliter
Cruise Missile didapuk murni sebagai senjata, sedangkan UAV didapuk untuk pengintaian. lucunya beberapa karakteristik keduanya hampir mirip
Tweet Militer @tweetmiliter
menurut data tahun 2011, satu unit rudal jelajah MGM-109 Tomahawk seharga US$ 1,410,000
Tweet Militer @tweetmiliter
sejarah rudal jelajah bermula pada tahun 1916, saat seorang inggris bernama Lawrence Sperry menciptakan "Torpedo Terbang"
Tweet Militer @tweetmiliter
"torpedo terbang" buatan perry berbentuk Biplane kecil yang membawa TNT, dikendalikan oleh Sperry Autopilot dan atltitude control
Tweet Militer @tweetmiliter
tak lama kemudian, pihak US Army terinspirasi oleh "torpedo terbang" Sperry dan mengembangkan bom terbang sejenis bernama "kettering bug"
Tweet Militer @tweetmiliter
pada periode antara perang dunia, Inggirs menciptakan bom terbang "Larynx" (long range gun with Lynx engine) yang mulai dites pada 1920an
Tweet Militer @tweetmiliter
pada era 1930an, Sergei Korolev di uni soviet mengembangkan bom terbang GIRD, yang didesain mampu terbang hingga ketinggian 28km
Tweet Militer @tweetmiliter
sayangnya dari 2 test yang dilakukan, bom terbang GIRD hanya mampu mencapai ketinggian 500 meter. proyek ditutup...
Tweet Militer @tweetmiliter
rudal jelajah sejati pertama ada fieseler Fi-103 Reichenberg alias V-1 (Vergeltungswaffe 1) buatan Jerman
Tweet Militer @tweetmiliter
rudal V-1 mengangkut hampir 1 ton warhead, ditenagai mesin pulsejet Argus Ar-014, dan dipandu oleh perangkat gyroscope yang unik
Tweet Militer @tweetmiliter
sebelum terbang, operator akan menset gyroscope pada V-1, seberapa jauh kah rudal ini akan terbang dengan mengatur timer di dalamnya
Tweet Militer @tweetmiliter
saat terbang mendekati sasaran, jika timer yang sudah dset berhenti, maka gyroscope akan mematikan mesin dan akan menukik menuju sasaran
Tweet Militer @tweetmiliter
V-1 muncul dalam 2 versi, Ground-launched dan Air-Launched. ground launched menggunakan ramp yang sangat panjang, sehingga rentan pemboman
Tweet Militer @tweetmiliter
versi air-launched umumnya digotong oleh bomber Heinkel He-111 yang telah dimodifikasi untuk membawa 1 rudal V-1 di perutnya
Tweet Militer @tweetmiliter
di jepang, ada Yokosuka MXY-7 Ohka, Rudal Jelajah bertenaga roket yang bentuknya mirip rudal jelajah modern, yang dipandu seorang pilot
Tweet Militer @tweetmiliter
MXY-7 Ohka menggunakan pilot untuk membawa rudal menuju sasaran, yang pilotnya akan ikut mati bersama rudal saat menghantam sasaran
Tweet Militer @tweetmiliter
setelah perang dunia 2, berbagai negara berlomba-lomba mengembangkan rudal jelajahnya sendiri. peserta utama tentu amerika dan uni soviet
Tweet Militer @tweetmiliter
desain umum rudal jelajah adalah airframe kecil yang berisi 3 komponen utama, Navigation dan guidance system, warhead dan propulsi
Tweet Militer @tweetmiliter
guidance system yang sederhana dan murah berupa radar altimeter, barometer altimeter dan jam untuk menavigasi sebuah peta digital
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.