"Siapa Dibalik Pengerusakan Baliho Penolakan Reklamasi Teluk Benoa - Bali?" by @DangnaMusei

Chirpified By @M4ngU5il
enviroment revitalization reclamation
Semeton Bali @dangnamusei
1) Hehehehe... #jongosinvestor kalah tender berkedok konser mulai lagi bermanuver. Ngaku baliho dan spanduk tolak reklamasi Benoa dirusak...
Semeton Bali @dangnamusei
2) Ini gambar baliho tolak reklamasi punya #jongosinvestor kalah tender berkedok konser yg rusak. Siapa yang merusak? pic.twitter.com/dgUBrrfkg8
Expand pic
Semeton Bali @dangnamusei
3) Hehehe.. #jongosinvestor @JRX_SID @gendovara @ForBALI13 pasti menuduh pro revitalisasi @4balinesia yang lakukan. Ya begitulah skenarionya
Semeton Bali @dangnamusei
4) Atau @ForBALI13 tidak berani menyebut/menuduh satu pihak, karena memang begitulah skenarionya. Pesannya, jelas: pic.twitter.com/M3avP8kFL9
Expand pic
Semeton Bali @dangnamusei
5) Kubu penolak revitalisasi para #JongosInvestor ingin meraih 2 hal dalam insiden pengrusakan baliho tersebut : a. Simpati rakyat Mengapa?
Semeton Bali @dangnamusei
6) Karena mereka cuma segelintir elit penikmat musik punkrock dan aktivis lingkungan abal-abal yang tidak didukung oleh rakyat sekitar Benoa
Semeton Bali @dangnamusei
7) Perhatikan lingkaran merah pada gambar ini, @ForBALI13 mulai berpura peduli pada warga desa sekitar Benoa. Padahal pic.twitter.com/uiGFWeTxbe
Expand pic
Semeton Bali @dangnamusei
8) justru menakuti warga desa yang tidak paham masalah, dipaksa untuk memahami masalah dengan cara menolak. Ini trik provokasi yg dangkal.
Semeton Bali @dangnamusei
9) Warga yang pro revitalisasi karena tau akan sejahterakan hidup mereka seperti "dipaksa" masuk terbawa arus ikut menolak revitalisasi.
Semeton Bali @dangnamusei
10) Caranya, gampanggg... buat baliho tolak reklamasi di perkampungan warga yang netral atau pro revitalisasi, sobek dan robohkan sendiri...
Semeton Bali @dangnamusei
11) Mau tidak mau warga yang lugu & polos merasa ini seperti teror, akhirnya melakukan perlawanan. Mereka tidak paham apa yang mereka lawan.
Semeton Bali @dangnamusei
12) b. Pengrusakan baliho tolak reklamasi dilakukan oleh kubu pro revitalisasi. Masak sih? Yang benerrrr....? Yuk mikir....
Semeton Bali @dangnamusei
13) Sejak pro/kontra revitalisasi, kubu pro revitalisasi selalu sampaikan pendapat dengan, tertib, santun, etis tidak anarkis. Gak percaya?
Semeton Bali @dangnamusei
14) Coba tonton video ini, ribuan rakyat Bali sampaikan aspirasi dukung revitalisasi tanpa anarki. Pak @jokowi mari youtu.be/gQRK192EgOM
Semeton Bali @dangnamusei
15) Pendukung revitalisasi Benoa tidak punya tradisi merusak dan kasar. Sebaliknya, perduli alam dan santun pada masyarakat. Gak percaya?
Semeton Bali @dangnamusei
16) Saat @ForBALI13 @JRX_SID konser tolak reklamasi (alam rusak koq bikin konser, aneh) prorevitalisasi bersih sampah pic.twitter.com/ETkzEfBInI
Expand pic
Semeton Bali @dangnamusei
17) Pro revitalusasi aksi dengan tertib, damai dan teratur. Kontra reklamasi aksi dengan musik yg mancing anarkisme. pic.twitter.com/eFCGaEZ2CM
Expand pic
Semeton Bali @dangnamusei
18) Dari kebiasaan itu jelaslah, pro revitalisasi tidak punya tradisi anarkis, apalagi sampai mau menyobek spanduk dan merobohkan baliho.
Semeton Bali @dangnamusei
19) Masih ingat spanduk ingin penggal kepala Gub dan jempol darah yang dilakukan kubu tolak reklamasi? Kami punya semua dokumennya. Tapi...
Semeton Bali @dangnamusei
20) sudahlah..kami tidak ingin ungkit lagi. Tapi itu cukup jadi pengingat bahwa kubu tolak reklamasi punya tradisi anarkis, kasar & tdk etis
Semeton Bali @dangnamusei
21) Lantas, siapa sebenarnya yang merusak spanduk/baliho tolak reklamasi? Siapa yang punya tradisi anarkis, merekalah yang melakukan. Lho...
Semeton Bali @dangnamusei
22) Koq bisa? Kubu tolak reklamasi sedang terapkan taktik ke 34 seni perang Tsun Tzu : Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan.
Semeton Bali @dangnamusei
23) Menjadikan diri mereka sendiri kelompok yang lemah, tidak berdaya, tidak punya kuasa, tidak punya biaya tapi terus dianiaya. Untuk apa?
Semeton Bali @dangnamusei
24) Agar @ForBALI13 mendapat simpati rakyat dan warga setempat. Mengapa? Karena mereka tidak dapat dukungan luas dari rakyat. Gak percaya?
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.