Antara tukang ojek, Go Jek dan Indonesia, #sebuahrenungan by @anggiedwidowati

Chirpified
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Kadang sedih lihat berita-berita yg menyudutkan orang-orang bawah spt tukang ojek, tukang becak, sopir bajaj dan semacamnya.

23/09/2015 11:41:02 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Masih ada kesan bahwa mereka adalah "kelas" tdk penting di Indonesia ini.

23/09/2015 11:42:07 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Trus kalau sama orang terkenal, seleb politik, seleb hiburan, seleb pengusaha mrk disujo-sujo kek dewa.

23/09/2015 11:43:13 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Padahal kita ga tahu mrk kaya dengan cara sperti apa.

23/09/2015 11:43:54 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Di sinilah intelektual kemanusiaan kita menunjukkan nilainya.

23/09/2015 11:44:30 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Well, tukang ojek (GoJek) jelas pekerjaan halal, tetapi biasanya mereka bekerja karena terpaksa.

23/09/2015 11:45:37 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Artinya siapa sih yg mau disebut si tukang ojek sebagai status sosialnnya?

23/09/2015 11:46:28 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Sama kek pembantu, julukan tukang ojek, di mata masyarakat umumnya adalah termasuk golongan status sosialterendah.

23/09/2015 11:47:39 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Tapi liat deh tweep perjuangan hidup mereka.

23/09/2015 11:48:22 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Sebutlah Sukron, tukang ojek ini mangkal di pusat keramaian sebuah kota kecamatan pinggiran Jakarta.

23/09/2015 11:49:42 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Sudah 20 tahun kerja sebagai tukang ojek, penghasilan tak menentu, hidup pas2an, belum lagi dipalakin preman tiap harinya.

23/09/2015 11:53:51 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

"Kalau ada kerjaan lain ya mendinganlah, Mbak, daripada ngojek," keluhnya.

23/09/2015 11:54:39 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Anaknya dua pun bisa sekolah sampai SMA, dan istrinya ikut membantu dengan menjadi buruh mencuci dan setrika.

23/09/2015 11:55:38 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Yang membuatnya bisa bertahan bila ada langganan tetap. Kebetulan tiap pagi dia antar seorang karyawan. 500 ribu tarip perbulannya.

23/09/2015 11:57:07 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Kemudian jam tujuh dia jg ada pelanggan anak sekolah. TK masuk jam 8. Selebihnya mangkal saja menunggu penumpang.

23/09/2015 11:58:24 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

"Biar saja ngojek mbak, yang penting bisa makan," ujarnya.

23/09/2015 11:58:54 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Lain lagi dengan Sastro. Kalau lelaki ini lebih keren karena dia bergabung dengan grup ojek yg lagi terkenal, Go Jek.

23/09/2015 11:59:59 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Sastro bekerja sebagai tukang lay out di sebuah surat kabar. Gajinya tak seberapa untuk hidup di Jakarta dg istri, dua anak dan ibu mertua.

23/09/2015 12:01:29 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Istrinya anak orang miskin yg tinggal di sebuah warung rokok. Sastro pun jadi penopang keluarga.

23/09/2015 12:02:57 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Sastro mengontrak di rumah petak yg layak setelah berkeluarga. Waktu itu belum ada Go Jek.

23/09/2015 12:04:04 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Untuk menopang hidup setiap pagi dia berbelanja sayuran ke pasar induk, dan dikontrakannya istrinya menjual sayuran.

23/09/2015 12:04:59 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Sebagai tukang lay out, setiap hari dia pulang sekitar pukul satu malam (setelah koran naik cetak), dan langsung ke pasar induk.

23/09/2015 12:06:00 WIB
Anggie D. Widowati @anggiedwidowati

Dia bisa nyambi kerja di perusahaan ojek berbasis online itu dengan motor, benda paling berharga yg dimilikinya.

23/09/2015 12:07:42 WIB
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!