Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

BLUNDER JARGON "BERSIH..." ALA PKS

Chirpified

Mungkin banyak yg bertanya “Gila banget PKS yg uda kotor dan jelas2 beberapa elitenya masuk bui, eeh bisa2 nya sekrang pakai jargon bersih,peduli,professional lagi

apalagi baru2 ini masih HOT berita soal Gatot-Evy Gub.Sumut yg merupakan kader /aset PKS masuk prodeo KPK karena kasus suap PTUN

kok bisa2 nya sekarang masih mo pakai jargon bersih, peduli, professional.
jawabannya : bisa donk !
bahkan harus !

Lho kok gitu ??

Iya , tapi jargon yg sekarang walaupun kata dan susunan nya sama, mempunyai makna beda.
yaa tanda petik gt deh ! “ Bersih, peduli, professional ”

Makna Bersih Peduli, Profesional edisi episode-2 yang sekarang mempunyai makna dalam yang tersirat, bukan tersurat seperti tertulis.

Makna jargon “Bersih, Peduli, Profesonal” ala PKS

  1. Bersih
  2. Peduli
  3. Profesional

1. Bersih : bersih-bersih dari orang nya Anis Mata , @fahrihamzah @mahfudsidiq, dkk.
elite lapis dua PKS lagi bersih-bersih dr orang2 nya Anis Mata

Grup/kubu Hilmi, Anis Mata,dkk dianggap sdh cukup kenyang menikmati kesejahteraan dari hasil partai, sementara lapis dua elite lainnya masih kurang.

jadi sekarang tukar posisi

kini saatnya gantian elite lapis dua menikmati kesejahteraan dari partai biar adil sesuai nama “Partai Keadilan sejahtera”. artinya kesejahteraan harus adil di bagi-bagi di internal...:)

KLo sebelumnya pengelolaan dana terpusat di lembang (tempat Hilmi Aminudin), kali ini akan terpusat pindah ke lokasi TB.Simatupang(Markas PKS)

Dimana penikmat jatah “ghonimah” yang dihasilkan di era sebelumya dirasakan pembagian nya tdk merata, dan hanya banyak dinikmati kubu Hilmi, Anis Mata Cc

Karena itu suka/tdk suka akhirnya AM harus menerima kenyataan suksesi senyap yg dilakukan elite lapis dua

2. Peduli: Diharapkan qiyadah(pimpinan) baru nantinya lebih Peduli dgn kader2 yg selama ini masih kurang menikmati kesejahteraan dari partai.

Klo sebelumnya pembagian tidak merata, maka diharapkan dari pimpinan baru akan ada pemerataan kesejahteraan.

Biar nantinya tidak ada lagi istilah faksi keadilan dan faksi sejahtera. Kedepan nantinya yang ada hanya satu yaitu faksi “Sejahtera” 

artinya jangan loe lagi-loe lagi, bagi2 juga donk dgn elite lapis dua yg selama ini rela/sering jadi bamper partai, tapi kurang menikmati hasil sejahtera yg adil 

klo sebelumnya yg sejahtera kubu Hilmi, Anis Mata,dkk. sekarang diharapkan beralih ke elite lapis dua yg ingin juga menikmati “Kesejahteraan”

mungkin saat saat ini belum maksimal , karena posisi masih diluar tp kedepan akan ada dinamika yg memungkinkan ikut masuk. (belajar dr PAN)

Publik jangan protes klo kedepan nanti masih ada kader PKS yang korupsi lalu bilang “katanya sudah insaf dengan memakai kembali jargon Bersih, peduli, professional”

Bagi partai yang namanya jargon dan janji yang muluk2 itu perlu, karena memang cuma itu aja modal yg bisa dijual partai ke publik.

Mau bagi2 duit dan sembako diseluruh kampung gak ada modal, jadi ya modal janji dan iming2 jargon aja yang bisa dikasih ke rakyat.

Klo sdh berhasil dapat kekuasaan yang diinginkan, maka cerita nya akan jadi beda dengan jargon dan janji2 palsu yg pernah diucap, lupa semua..!

Bagi PKS disaat lagi logistik partai susah dan mulai paceklik , maka satu2 nya yang bisa diandalkan adalah loyalis kader2 untuk terus dipompa.

Kader hasil doktrin PKS akan selalu setia bekerja karena mereka beranggapan saat ini seolah sedang berjuang/berdakwah melalui jalur partai.

apalagi embel2 partai dakwah masih dipakai, jadi tidak heran klo ada militansi kader/simpatisan PKS yg merasa seolah sedang bejuang melalui jalur parlemen.

Padahal pada saat diberi kesempatan kekuasaan dan jabatan sudah diraih tidak menunjukan seperti jargon yang digembor-gemborkan

malah asik menikmati kekuasaan yang cenderung pragmatis, bahkan mengabaikan platfon ideology partai nya sendiri.

Jargon partai dakwah
Jargon bersih, peduli, professional
itu bukan hal baru , tapi sejak awal berdirinya partai ini selalu dipakai jadi modal kampanye
Saat itu publik tertarik /simpati dengan jargon2 muluk membawa angin surga, terutama saat masa2 kampanye.

Sedikit mengutif pernyataan mantan pendiri PK Syamsul Balda, SE, MM yang mengatakan

“Dulu motif kita mendirikan PK itu karena ideologinya Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, namun semua telah berubah. PKS sekarang adalah partai yang sangat pragmatis yang hanya mencari jabatan, uang dan kekuasaan saja. Masyarakat tidak buta mengenai hal itu," kata Syamsul.

“Pimpinan PKS mengatakan PKS tidak akan memperjuangkan syariat Islam, inikan berbeda dengan PK. Artinya ada perbedaan ideologi, dan PKS sekarang pragmatis. Jadi stategi politik PK dan PKS pun berbeda," katanya.

Syamsul Balda mengaku prihatin dengan kondisi PKS sekarang yang dihuni kader-kader pragmatis, yang menyebabkan banyaknya tudingan masyarakat bahwa PKS telah menjual agama untuk kepentingan politik dan kekuasaan saja.

"Kita minta kader PKS sekarang agar dalam berpolitik tidak lagi menggunakan jargon-jargon Islam, karena masyarakat akan terkelabui dengan politik santun PKS," katanya.

Mantan Wapres PK ini menegaskan, apa yang disampaikan Yusuf Supendi selaku pendiri PK/PKS terhadap prilaku elit-elit PKS sekarang benar adanya.

“Saya yakin dia menyatakan seperti itu bukannya tanpa dasar, karena dia tentunya tahu ada konsekuensi hukum, jika itu bohong. Semuanya ada bukti-bukti-nya," katanya.

Sumber: http://www.batamtoday.com/berita2433-Kebobrokan-PKS-Terus-Diungkap-Kadernya-Sendiri.html

Pada akhirnya publik sadar ternyata semua itu jargon/janji tipu2 sebelum mendapatkan kekuasaan di pemerintahan

Semua menjadi berubah dan publik merasa tertipu saat PKS dua periode masuk dalam gerbong kekuasaan dimasa pemerintahan SBY

Tidak perlu diceritakan panjang lebar publik sudah liat sendiri dan paham dengan karakteristik dari model elite partai ini

Publik kecewa dan merasa dikelabuhi dengan jargon2 manis yang palsui.

Kecuali kader yang memang sudah tidak punya nalar kritis pada elite2 partai nya.
karena sejatinya elite partai ini tidak akan mengakomodasi terhadap kader2 kritis yang dianggap akan menjadi virus yang bisa menularkan pada kader2 lain bisa berbuat sama.

Kebijakan apapun yang diambil pimpinan(qiyadah) mutlak harus dipatuhi dan ditaati dan tdk boleh ditanyakan apalagi dikritik. Tidak ada tempat bagi kader yang coba2 mengkritisi, karena akan disingkirkan dalam jamaah.

Saat diluar pemerintahan teriak2 bersih,peduli,professional, tapi saat diberi kesempatan masuk pemerintahan terbukti menghianati jargon dan janji kampanye selama ni. #Ironis

Kalau pun ada perubahan dan regenarasi bukan jaminan untuk bisa jadi lebih baik,

Siapa berani jamin klo ada perubahan/regenaerasi trus akan jadi lebih baik ???
salah-salah malah bisa jadi blunder makin tambah ancur,

karena berani menggunakan jargon bersih kembali disaat setelah terbukti kotor, (lawan bersih kan kotor)
lalu gimana klo untuk kesekian kalinya terjerumus kembali dalam korupsi. itu malah akan jadi blunder makin parah !

Publik akan melihat nantinya ada partai yang bulak-balik (berulang-ulang) pakai jargon bersih, tapi untuk kesekian kalinya terjerumus dalam kubangan kotor , #BlunderJargon

padahal mereka sendiri mengakui bahwa: Karena PKS bukanlah kumpulan malaikat namun kumpulan manusia yang bisa salah

URL KOMPAS.com PKS: Kami Bukan Partai Malaikat - Kompas.com Nasional Ketua Fraksi PKS di DPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan partainya bukanlah partai malaikat, di tengah kasus dugaan suap impor daging sapi.
URL politik.news.viva.co.id PKB-PKS Usung Mantan Napi Koruptor Jadi Calon Wali Kota Soemarmo-Zuber pasangan pertama yang daftar ke KPU.
URL politik.news.viva.co.id Dukung Mantan Koruptor di Pilkada, PKS Yakin Menang PKS mendukung mantan terpidana korupsi di Pilkada Buru Maluku.

Boleh dibilang nekat juga nih partai masih pakai jargon bersih disaat cara prilaku pragmatis masih sering ditunjukan.

Klo sekarang tiba2 muncul lagi jargon “Bersih, peduli, Profesional” tidak lain untuk cari simpati agar dilirik seolah dengan regenerasi kepemimpinan membawa perubahan

Regenerasi tampuk kepemimpinan saat ini ibarat ular lagi ganti kulit..bukan berarti ular nya beda, tetapi ular yg sama, kulit nya aja yg diganti

Comment

No comments yet. Write yours!