1. Hipertensi sekunder dan hipertensi primer
    Hipertensi sekunder adalah keadaan tubuh dengan tekanan darah rata rata tinggi di atas normal yang disebabkan oleh penyebab tertentu, misalnya obesitas, diet tinggi kolesterol, diet tinggi daging, diet tinggi garam, diet tinggi protein, atau keadaan wanita yang sedang hamil, atau kasus mengkonsumsi obat tertentu untuk jangka lama (misalnya ephedrin dan teofilin).

Hipertensi sekunder dapat diatasi atau mereda seiring berubahnya keadaan misalnya setelah mengubah diet menjadi diet rendah garam, diet rendah kolesterol, diet rendah asupan daging, diet rendah protein, menghentikan penggunaan obat obat yg meningkatkan tekanan darah rata rata harian. Semua hipertensi harus dikontrol oleh dokter ahli penyakit dalam, untuk hipertensi saat kehamilan maka harus dikontrol ketat oleh dokter karena faktor resiko yang sangat sangat sangat tinggi dan menyangkut keselamatan dua nyawa.


Hipertensi primer.
Keadaan tubuh dengan tekanan darah yang rata rata tinggi diatas normal yang bukan disebabkan oleh faktor dari luar. Jadi bukan karena hamil, obesitas, diet yang tinggi garam/ protein/ daging. Hipertensi primer lebih berhubungan dengan faktor genetik dan degenerative . Dan ada kecenderungan genetik dengan munculnya gejala diabetes.

Apabila penderita hipertensi mendiamkan hipertensinya, tekanan darahnya naik naik dan naik, dan tekanan darah tinggi memberikan komplikasi kerusakan organ organ dalam, mulai dari bagian dalam pembuluh darah nadi kecil, lalu penyumbatan pembuluh darah jantung, otak, ginjal, mata, dan Anda dapat melihat sendiri kenyataan di masyarakat betapa banyaknya orang yang membiarkan tubuhnya didera tekanan darah tinggi, sudah tahap akhir baru mau ke dokter. Setelah tubuh rusak dalamnya. Mengapa tidak berobat pada stadium dini?

Berikut Komplikasi Hipertensi yang dapat timbul atau menyertai penyakit hipertensi :

  1. Kejadian Stroke

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya bagian tertipis pembuluh darah otak (aneurysmal stroke). Stroke sendiri merupakan kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Biasanya kasus ini terjadi secara mendadak dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (complete stroke). Selain stroke berdarah ini ada juga ischemic stroke= stroke pada otak disebabkan pembuluh darah tersumbat dan aliran darah kurang.

  1. Serangan jantung dan Gagal jantung

Tekanan darah yang terlalu tinggi memaksa otot jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah dan menyebabkan pembesaran otot jantung kiri sehingga jantung mengalami gagal fungsi. Setelah ischemic koroner terjadi serangan jantung, infark dan kerusakan otot jantung dan pembesaran pada otot jantung disebabkan kerusakan otot jantung dan walaupun besar jantung tidak kuat untuk memompa darah. Jadi loyo.

  1. Gagal ginjal

Tingginya tekanan darah membuat pembuluh darah dalam ginjal tertekan dan akhirnya menyebabkan pembuluh darah halus halus di ginjal rusak. Akibatnya fungsi ginjal menurun hingga mengalami gagal ginjal. Ada dua jenis kelainan ginjal akibat hipertensi, yaitu nefrosklerosis benigna dan nefrosklerosis maligna.

Nefrosklerosis benigna terjadi pada hipertensi yang sudah berlangsung lama sehingga terjadi pengendapan pada pembuluh darah akibat proses menua. Hal ini menyebabkan permeabilitas (kelenturan) dinding pembuluh darah berkurang. Sementara itu, nefrosklerosis maligna meruapakan kelainan ginjal yang ditandai dengan naiknya tekanan diastole diatas 130 mmHg yang terganggunya fungsi ginjal.

  1. Kerusakan pada mata

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebakan kerusakan pembuluh darah retina dan saraf pada mata.

Hal yang menjadi penyebab utama terjadinya penyakit hipertensi adalah yang biasanya didasari dengan akibat konsumsi makanan yang mengandung lemak berlebihan dan kemudian menyebabkan terjadinya komplikasi hipertensi seperti penyakit jantung. Oleh sebab itulah untuk mencegah dari munculnya penyakit hipertensi adalah dengan cara mengurangi jumlah asupan dari makanan yang mengandung lemak secara berlebihan dan juga dengan pemberian dari obat-obatan yang memang dibutuhkan. Pembatasan dari konsumsi lemak yang memang sebaiknya dimulai dari sejak dini sebelum penyakit hipertensi muncul, dan paling utama untuk orang-orang yang mempunyai riwayat keturunan menderita penyakit hipertensi dan pada mereka yang berusia lanjut. Sebaiknya mulailah dari usia 20 tahun untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan --- pilih hidup sehat dengan hanya makan makanan yang sehat dan menyehatkan.

Pencegahan yang paling utama dilakukan pada penyakit hipertensi adalah dengan cara melakukan pola makan yang sehat yang disertai dengan gizi yang seimbang, dimana Anda mengonsumsi makanan yang terdiri dari berbagai jenis makanan yang seimbang dari segi kuantitas dan juga segi kualitasnya. Dan disamping itu juga, tindakan yang dilakukan untuk memeriksakan tekanan darah yang dilakukan dengan teratur merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan. Selain itu bisa mencegah, tindakan yang seperti ini akan membantu menghindari dari terjadinya kenaikan tekanan darah yang drastis.

Nah untuk lebih jelasnya Anda dapat mengunjungi http://namahokibagus.blogspot.com/ di sana banyak penjelasan yang saya tulis untuk menjelaskan tentang hal tsb.
Khusus untuk mengetahui seberapa beruntung nama produk dan USAHA Anda silakan kunjungi http://namahokibagus.blogspot.com/2015/09/kekuatan-besar-keberuntungan-yang.html

Comment

jaka tarub @dokterkelaminku 28/11/2017 11:38:59 WIB
BETUL BGT MAS BROOO.. DAN BAGI YANG SEDANG TIDAK SEHAT SILAHKAN BERKUNJUNG KE SITE SAYA,,, SIAPA TAU ADA KECOCOKAN DI SINI: https://goo.gl/XeyVuX
Login and hide ads.
Login and hide ads.