Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
1. Inilah amanat Panglima Besar Sudirman kepada Angkatan Perang (ABRI), 3 tahun setelah 17 Agustus 1945.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
2. "Tiga tahun yg lalu tanggal 17 Agustus 1945, diproklamirkanlah oleh Presiden Soekarno & Wakil Presiden Hatta Negara Indonesia yg Merdeka.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
3. Mulai saat itu bangkitlah Sang Merah Putih laksana Ksatria Jaya yang turun dari pertapaannya, melambai-lambai tidak mau diinjak-injak >>
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
4. >> .. atau dihinakan oleh bangsa lain. Presiden kita pernah berkata: "Belahlah dadaku, maka kamu akan lihat isi Merah-Putih di dalamnya!"
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
5. Sebagai prajurit Indonesia kita berkata: "Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku ini ... >>
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
6. >> ... tetapi jiwaku yang dilindungi Benteng Sang Merah Putih akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapa pun lawan yang aku hadapi."
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
7. Jikalau ini hari kita memperingati Hari Proklamasi bukanlah karena kita mau bersenang-senang dan beramai-ramai mendengarkan .. >>
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
8. .. >> kata-kata yang merdu dalam kalimat Proklamasi itu. Kalimat Proklamasi menggugat kita, menagih janji kita sekalian, .. >>
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
9. ..>> menuntut pemenuhannya sumpah yang kita ikrarkan, hendak mempertahankan habis-habisan isi dan jiwa Proklamasi.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
Maaf, tadi terputus karena ada amanat yang harus ditunaikan. Monggo, kita simak lanjutan amanat Jendral Sudirman 3 tahun setelah kemerdekaan
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
10. Percuma kita memperingati kebesaran Proklamasi itu kalau Undang-Undang Dasar Negara kita dicemarkan mentah-mentah oleh lain bangsa, >>
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
11. >> kalau kesucian Sang Merah Putih dinodai oleh lain bangsa. Kita sebagai prajurit Indonesia pertama-tama yang harus serentak bangkit >>
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
12. >> .. berdiri, maju, dan menyediakan tercabutnya nyawa dari badan.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
13. Tidak jauh dari tempat ini ada sebuah makam, Makam Bahagia. Di sanalah tempat istirahatnya saudara-saudara kita, >>
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
14. >> .. yang telah mendahului kita karena gugur dalam perjuangan menentang bahaya yang hendak merobohkan Sang Merah Putih.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
15. Mereka menebus perjuangannya dengan jiwa mereka, karena yakin lebih baik hancur lebur daripada Sang Merah Putih yang gugur.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
16. Tiga tahun kita telah menjadi bangsa yang merdeka, jika kita hendak meneruskan sejarah kemerdekaan kita sekarang ini, >>
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
17. >> maka kita sendiri harus mempunyai keinginan untuk merdeka. l #AmanatSudirman
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
18. Sebagai negara telah cukup mempunyai pancaindra. Negara ada. Pemerintah ada. Tentara ada. Rakyat ada.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
19. Kalau kita sekarang tidak mempunyai keinginan untuk terus merdeka, samalah artinya dengan bayi yang tidak mau menjadi manusia sempurna.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
20. Bayi akan tetap tinggal menjadi bayi, digendong, ditimbang. Ia lebih dahulu lumpuh sebelum tumbuh.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
21. Bahaya yang mengancam Negara, mengancam Sang Merah Putih masih tetap di depan kita. l #AmanatSudirman
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
22. Isilah mulai sekarang jiwa kita dengan jiwa Proklamasi, dengan jiwa Sang Merah Putih, >> l #AmanatSudirman
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
23. >> maka insyaaLlah akan lebur segala halangan yang berani merintangi jalannya kita. Jalan menuju Indonesia Raya Merdeka dan Berdaulat.
Muh. Fatan A. Ulum @emfatan
Demikian amanat Jendral Sudirman, panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama.
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.