Inilah Tiga (3) Langkah Mengatasi Rasa Malas! by: @DaiTangguh

Islam telah memberikan panduan bgmn mengatasi sifat malas yg mengancam manusia...
islam religion malas langkah mengatasi Rasa
#DaiTangguh @daitangguh
1.Sobat, siang ini kita akan memberikan tips-tips "Tiga Langkah Mengatasi Rasa Malas," Semoga bermanfaat :) retweet & share ya
#DaiTangguh @daitangguh
2.Bayangkan, orang yang malas makan saja bisa terserang penyakit, mulai dari penyakit yang sederhana sampai penyakit yang kompleks
#DaiTangguh @daitangguh
4.Berbagai alasan, seringkali menjadi pembenaran atas kemalasan yang diacuhkan.
#DaiTangguh @daitangguh
3.Bertambahnya usia, kadang tak secara otomatis membuat seseorang terbebas dari hadirnya kemalasan dalam diri.
#DaiTangguh @daitangguh
5.Namun, mengindahkan kemalasan sejatinya adalah bentuk kepandiran diri yang tentu harus selalu dijauhi.
#DaiTangguh @daitangguh
6.Hebatnya, Islam telah memberikan panduan bgmn kita bisa langgas dari sifat malas yang memang bisa mengancam siapa saja yg bernama manusia
#DaiTangguh @daitangguh
8.Dengan demikian langkah pertama untukuk bisa luput dari sifat malas adalah berdoa.
#DaiTangguh @daitangguh
7.Rasulullah bersabda, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas” (HR. Abu Dawud).
#DaiTangguh @daitangguh
9.Malas itu sangat mematikan. Ilustrasinya bisa dilihat dari manusia yang tidak mau bergerak, beraktivitas atau bekerja.
#DaiTangguh @daitangguh
10.Maka akal, hati & fisiknya tak akan berfungsi scara maksimal, shngga mdh terserang penyakit, baik pada fisik, akal, mental bahkan hatinya
#DaiTangguh @daitangguh
11.Sementara itu, malas bisa datang kapan dan dimana saja kepada siapa saja.
#DaiTangguh @daitangguh
12.Oleh karena itu, berdoa adalah senjata ampuh untukuk terbebas dari sifat yang Rasulullah sangat jauhi ini.
#DaiTangguh @daitangguh
13.Kedua, hilangkan kata ‘menunda’ dalam kamus diri. Seringkali untukuk kebaikan, manusia punya banyak alasan untuk mentolerir diri,
#DaiTangguh @daitangguh
14.sehingga memilih untukuk menunda dalam melakukannya. Beberapa di antaranya, berani menunda meski telah menjadi komitmen hidupnya.
#DaiTangguh @daitangguh
15.Pernah suatu ketika, seorang ayah merasa dirinya telah banyak melewati waktu tanpa menambah ilmu.
#DaiTangguh @daitangguh
16.Dalam pikirannya pun muncul rasa bersalah. Kemudian, ia pun berkomitmen untukuk bisa membaca buku setiap hari.
#DaiTangguh @daitangguh
17.Apa yang terjadi, sehari dua hari, komitmen itu masih tertanam kuat dalam dirinya.
#DaiTangguh @daitangguh
18.Namun, hari ketiga dan selanjutnya, ayah yang bersemangat tadi kembali pada keadaan semula, melewati hari tanpa membaca buku.
#DaiTangguh @daitangguh
Ini mungkin juga sering dialami oleh pribadi lainnya.
#DaiTangguh @daitangguh
19.Mengapa hal seperti itu jamak terjadi? Karena menunda belum dihapuskan dlm kamus diri, shngga selalu ada pembenaran untuk tidak bersegera
#DaiTangguh @daitangguh
20.Mengatasi hal semacam ini, kita hanya perlu segera bangkit kala diri hendak memilih penundaan,
#DaiTangguh @daitangguh
21.terutama terhadap apa yang telah kita wajibkan terhadap diri sendiri sebagai upaya meningkatkan kualitas diri.
#DaiTangguh @daitangguh
22.Dalam konteks membaca setiap hari misalnya, jika ada waktu luang 10 menit, maka segerakan membaca dalam waktu 10 menit itu.
#DaiTangguh @daitangguh
23.Jangan tunda, apalagi berpikir 10 menit terlalu sedikit. Sebab, tidak sedikit orang menunggu waktu sejam bahkan sehari untukuk membaca,
#DaiTangguh @daitangguh
24.kemudian kala waktu itu tiba, membacapun tak pernah ia lakukan. Disini hebatnya Islam, memerintahkan kita bersegera dlm mendirikan sholat
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.