4
Seno @SuluhNitisara
Sebagian besar orang hanya kenal namanya BLBI.. padahal skandal BLBI sudah dimulai ketika dikeluarkan kebijakan KLBI....
Seno @SuluhNitisara
Ketika terjadi krisis moneter, keuangan negara kosong karena dana milik negara sudah disalurkan sebagai KLBI kepada konglomerat
Seno @SuluhNitisara
Uang negara dikeluarkan melalui kredit ratusan triliun rupiah dari Bank Indonesia yg dikenal sebagai Kredit Likuiditas Bank Indonesia
Seno @SuluhNitisara
Sudah lama badan intelijen mencium skenario krisis moneter yg terjadi tahun 97 tetapi laporan yg disampaikan cuma masuk keranjang sampah
Seno @SuluhNitisara
Pernah dilaporkan pada awal 1996 terjadi pemindahan lebih dari 100Miliar dolar AS milik swasta dari bank2 di Indonesia ke bank2 di Singapura
Seno @SuluhNitisara
Kemudian dilaporkan juga bahwa Liem Sioe Liong sebelumnya sudah mengoperkan saham-saham Bogasari dan Indofood ke PT QAF di Singapura
Seno @SuluhNitisara
PT QAF terbebas dari krisis moneter yang melanda Indonesia dan hal ini menunjukkan bahwa Liem Sioe Liong tahu bahwa krisis akan terjadi
Seno @SuluhNitisara
Pengucuran dana KLBI yg saya sampaikan tadi merupakan 'perampokan' BI untuk menguntungkan konglomerat, KLBI terjadi selama tahun 1985-1996
Seno @SuluhNitisara
KLBI dimulai oleh kebijakan dari Trio RMS (Radius-Mooy-Sumarlin) melalui BI dengan mengeluarkan skim Kredit Pembauran untuk industri
Seno @SuluhNitisara
KLBI ini sebenarnya Kredit besar untuk industri tanpa agunan tambahan karena agunannya adalah proyek industri yang dibiayai KLBI itu sendiri
Seno @SuluhNitisara
Periode 1985-1988 KLBI yang dikucurkan sekitar Rp 100 triliun, jumlah yang pasti sulit dilacak karena terbakarnya gedung BI Desember 1997
Seno @SuluhNitisara
Sebagian besar dokumen milik 15 bank yang dilikuidasi pada November 1997 ludes dilalap api dan dicurigai ada unsur kesengajaan
Seno @SuluhNitisara
Kebakaran menyebabkan Tim Investigasi BPK dan BPKP mengalami kesulitan menelusuri pengucuran dan penggunaan KLBI/BLBI 15 bank tersebut
Seno @SuluhNitisara
100Triliun saat itu amat besar karena kurs ketika dikeluarkannya KLBI adalah Rp. 1000 per 1 Dollar AS...
Seno @SuluhNitisara
Melalui skema KLBI lah mulai lahir konglomerat2 yang jumlahnya mencapai 300 orang konglomerat yg sebagian besar non pribumi
Seno @SuluhNitisara
Setelah mereka menikmati uang rakyat melalui KLBI kemudian mereka mendapatkan cara lain merampok negara melalui Pakto 88
Seno @SuluhNitisara
Kebijakan 'aneh' ini dikeluarkan pada tanggal 27 Oktober 1988, oleh Menteri Keuangan JB Sumarlin dan dikenal dengan nama Pakto 88
Seno @SuluhNitisara
Kebijakan ini merupakan paket deregulasi finansial Oktober 1988 atau yang lebih dikenal dengan Pakto 88
Seno @SuluhNitisara
Pakto 88 memberi kemudahan kepada masyarakat yang ingin membuka dan mengembangkan bank dengan modal sangat ringan yakni hanya Rp. 10 Miliar
Seno @SuluhNitisara
Maaf, baru saja ada yg mention bahwa Pakto 88 adalah kemudahan perizinan pendirian bank yang mensyaratkan modal minimal hanya Rp 100 juta
Seno @SuluhNitisara
Pakto 88 telah mendorong peningkatan jumlah bank di Indonesia, dari hanya sekitar 111 bank pada tahun 1988 menjadi 240 bank pada tahun 1995
Seno @SuluhNitisara
Pakto 88 telah memicu maraknya kepemilikan silang (cross ownership) dan manajemen silang (cross management) di industri keuangan Indonesia
Seno @SuluhNitisara
Laporan yg dikeluarkan tahun 1996 menunjukkan kebanyakan bank besar di Indonesia mempunyai afiliasi dg bank dan lembaga finansial lainnya
Seno @SuluhNitisara
Akibatnya bermunculanlah konglomerat yang berkat Pakto 88 mendadak menjadi bankir yang tidak berjiwa prudent, bijaksana dan berhati-hati
Load Remaining (39)

Comment

Era Kegelapan @PrudenceStella 14/10/2012 09:32:42 WIB
@STNatanegara andai dulu pak Harto mundur & tdk mau dicalonkan lagi sbg presiden mungkin hasilnya bisa berbeda. Tp siapa yg gantikan beliau ?
Seno @SuluhNitisara 14/10/2012 09:42:43 WIB
waktu itu sudah intelijen sudah condong ke Habibie... ketika Habibie turun intelijen beralih ke Mega tidak pada Gus Dur karena perlakuan Gus Dur pada badan intelijen kurang 'baik'
Login and hide ads.