Utang Menumpuk, Indonesia Menuju Negara Bangkrut

Kabinet Jokowi dengan slogan "Kerja...Kerja...Kerja..." bukan ditugaskan untuk menggadaikan negeri ini kepada asing
Jagat Binor @binorjagat

UTANG MENUMPUK, INDONESIA MENUJU NEGARA BANGKRUT !!

01/08/2015 13:25:58 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Sungguh sangat memilukan. Belum setahun memerintah, Jokowi-Kalla sudah mencatatkan Utang Luar Negeri (ULN) yang fantastis.

01/08/2015 13:26:51 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Untuk diketahui, pemerintahan Jokowi-Kalla meminjam dana dari World Bank senilai US$ 12 Miliar atau setara Rp 143 Triliun, ...

01/08/2015 13:27:41 WIB
Jagat Binor @binorjagat

dari Tiongkok Rp 650 Triliun, dari IDB sebesar Rp 66 Triliun.

01/08/2015 13:28:03 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Terakhir, pemerintahan Jokowi-Kalla menjual Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing senilai 1,25 Miliar Euro.

01/08/2015 13:28:22 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada triwulan pertama tahun 2015, posisi Utang Luar Negeri tercatat sebesar USD 298,1 Miliar.

01/08/2015 13:29:34 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Utang tersebut terdiri dari utang sektor publik sebesar USD 132,8 Miliar (44,5% dari total ULN) ...

01/08/2015 13:30:32 WIB
Jagat Binor @binorjagat

.. dan utang sektor swasta sebesar USD 165,3 Miliar (55,5% dari total ULN).

01/08/2015 13:30:49 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Utang Indonesia tersebut didominasi utang jangka panjang sebesar 85,3% dari total Utang Luar Negeri.

01/08/2015 13:31:45 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Pada akhir triwulan I tahun 2015, posisi utang jangka panjang tersebut mencapai USD 254,4 Miliar, ...

01/08/2015 13:32:08 WIB
Jagat Binor @binorjagat

terdiri dari ULN sektor publik USD129,7 Miliar (97,7% dari total ULN sektor publik) ...

01/08/2015 13:32:33 WIB
Jagat Binor @binorjagat

dan ULN sektor swasta USD124,7 Miliar (75,4% dari total ULN swasta).

01/08/2015 13:32:47 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Yang paling celaka, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) & Debt Service Ratio (DSR) terus meningkat.

01/08/2015 13:39:29 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Masing-masing sebesar 33,5% dan 56,1% sampai pada triwulan I tahun 2015.

01/08/2015 13:40:03 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Itu artinya bahwa beban utang yang harus dibayar oleh bangsa ini, semakin besar dan berat.

01/08/2015 13:40:41 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Artinya lebih dari setengah pendapatan ekspor, hanya habis untuk membayar utang ke asing.

01/08/2015 13:41:36 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Beban yang harus dibayar itu akan terasa lebih berat lagi di saat memburuknya kinerja ekspor nasional.

01/08/2015 13:45:39 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Kita semua tahu, penerimaan ekspor Indonesia, baik migas maupun nonmigas, semakin menurun.

01/08/2015 13:49:54 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2015 menunjukkan bahwa neraca perdagangan migas tercatat defisit sebesar USD 1,2 miliar.

01/08/2015 13:50:12 WIB
Jagat Binor @binorjagat

USD 1,2 Milliar, lebih rendah 55,2 persen.

01/08/2015 13:52:30 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Sedangkan neraca perdagangan non migas hanya surplus sebesar USD 4,3 Miliar.

01/08/2015 13:52:54 WIB
Jagat Binor @binorjagat

USD 4,3 Milliar, atau lebih rendah dari surplus triwulan sebelumnya sebesar USD 5,2 Miliar.

01/08/2015 13:53:32 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Pemerintah sepertinya telah kehilangan akal sehat.

01/08/2015 13:54:53 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Karena penerimaan negara yang terbilang kritis itu sebagian besar hanya untuk membayar utang yang tiada habis. "Besar pasak daripada tiang".

01/08/2015 13:55:45 WIB
Jagat Binor @binorjagat

Kondisi tersebut seharusnya menjadi "alarm" bagi pemerintah.

01/08/2015 13:56:29 WIB
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!