Menguliti Keharaman BPJS dan Solusinya

BPJS haram karena berbasis pada asuransi yangmengandung riba, judi, dan ketidakpastian. Solusinya adalah kembali mengikuti program sosial dalam Sunnah Rasul SAW.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
1. BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) adalah pelaku program jaminan sosial berbasis asuransi yang diwajibkan bagi warga negara.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
2. Hanya saja, bagi kelompok orang miskin, disubsidi pemerintah. Iurannya sebagian dibayari oleh pemerintah.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
3. Nah, artinya tidak ada yang baru dan istimewa pada BPJS itu, ini program jaminan sosial standar dalam sistem kapitalis.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
4. Nampaknya memang menolong dan bermanfaat bagi masyarakat, karena kegunaan instannya: berobat “gratis” atau bisa juga ada santunan tunai.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
5. Tapi, di balik itu semua, tidak lain adalah jebakan industri riba yang sangat rapuh, dan menguntungkan segelintir orang.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
6. Yang paling diuntungkan skema kemanan sosial ribawi adalah industri “pendidikan”, medis/farmasi, asuransi, berujung pd segelintir bankir
Zaim Saidi @ZaimSaidi
7. Asuransi itu industri berbasis riba yang spekulatif, ngandung unsur judi, ada yg untung ada yg buntung, rentan manipulasi dan krisis.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
8. Yang diperjualbelikan adalah ghaib, risiko, yang sesungguhnya tidak ada. Hidup itu ketentuan, sudah pasti, bagian qada-qadar Allah SWT
Zaim Saidi @ZaimSaidi
9. Ujung dari skema2 jaminan sosial kapitalis adalah investasi industri ribawi: pasar saham, perdagangan valas, jual beli surat utang, dll
Zaim Saidi @ZaimSaidi
10. Maka, ujungnya para pelaku industri ribawi itulah yang paling diuntungkan, selain para penyedia jasa layanan yang dipertanggungkan.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
11. Jangan lupa iuran wajib bagi kaum miskin yang dibayari pemerintah pun bersumber dr utang kpd para bankir! Utang berbunga, tentu saja.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
12. Jadi, dr ujung ke ujung, dari pangkal ke pangkal, jaminan sosial wajib ini hanya bermuara pd dan nguntungkan satu kelompok: banksters!
Zaim Saidi @ZaimSaidi
13. Kita juga tahu kan, adanya BPJS itu juga bagian dari pemaksaan 'reformasi' oleh tentenis, khususnya IMF dan Bank Dunia.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
14. Padahal karena seluruh basisnya adalah industri riba, skema jaminan sosial ini semu belaka, sangat rentan krisis. BPJS sdh tekor Rp 6T?
Zaim Saidi @ZaimSaidi
15. Lihatlah yang terjadi di AS, saat terjadi krisis finansial beberapa waktu lalu, sektor yang pertama ikut runtuh program jaminan sosial.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
16. Dana2 santunan sosisal, dana pensiun, tunjangan hari tua, dan sejenisnya langsung susut, smentara pajak justru naik. Utang membengkak
Zaim Saidi @ZaimSaidi
17. Dalam jangka panjang jaminan sosial berbasis riba ini hanya akan jadi bumerang. Ini jaminan sosial semu, palsu. Bagian dari jerat utang.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
18. Maka, upaya memodifikasinya menjadi BPJSS, BPJS Syariah, tidak mengubah apa-apa. hanya ganti label. Kosmetik belaka.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
19. Adakah alternatifnya yang sehat? Tentu ada. Skema jaminan sosial yang ngikuti sunnah Rasul SAW, yaitu zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
20. Wakaf, khususnya, adalah institusi jaminan sosial yang terlembagakan, berjangka panjang, dan kuat. Sebab basisinya adalah sektor riil.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
21. Wakaf adalah pengelolaan aset riil, melalui perdagangan, perkebunan, sewa-menyewa, industri, dll, dan digunakan hanya hasilnya.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
22. Nabi SAW mengibaratkan wakaf sebagai “memelihara pohon, dan memetik buahnya”. Dan, selain riil, semuanya berbasis pada masyarakat.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
23. Pengelola wakaf adalah orang2 yang dipercayai dan profesional mengelola aset. Tidak diperlukan pihak ketiga, para pemburu rente itu.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
24. Dengan restorasi wakaf, sistemastisasi infak sedekah, zakat, selain bebas dari cengraman rentenir, umat juga mandiri dari negara.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
25. Dan bebas barang haram. Pogram sosial semu itu, karena tiga unsur ribaw, gharar, dan maisir, sudah dinyatakan (MUI) haram hukumnya.
Load Remaining (4)

Comment

No comments yet. Write yours!