0
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Dulu kalau nulis, sy pakai tulisan tangan dulu. Baru diketik di mesin tik atau di PC. Diprint. Diedit. Diprint lg. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Waktu mulai mengetik langsung di PC ktr, bingung. Tp lama2 terlatih juga. Ada jarak yg jauh, krn tdk mengalir dari tlsn tangan. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Menulis itu spt mengalirkan energi ke jari2 tangan. Tdk mudah. Merapikan tulisan lbh mudah. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Daoed Joesoef sampai hari ini msh menulis pakai mesin tik dg tingkat ketelitian spt komputer. Huebat! #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Kadang, rindu utk kembali menulis pakai tulisan tangan. Coretan2 nggak jelas. Lalu dipindah ke laptop. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Benda paling mahal semasa mhs bagi saya adalah karbon hitam utk mesin tik. Harus berhemat. Juga kertas HVS, bolak-balik. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Kmrn keluar dari sjmlh yahoogroups. Sedih jg. Sy gabung ke 80 grup. Skrg sepi sesepi-shepianya. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Indonesia sdh berubah. Dunia kata kini semakin tdk populer. Kalau ukurannya email2 dan milis2. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Ketika kata2 binasa dan punah, manusia dan peradabannya sudah sama dg makhluk lain pd dasar rantai makanan. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Kita tdk stabil sbg bangsa salah satunya krn zigzag ini: oral Β» tulisan Β» dengar Β» lihat Β» sosmed. Masing2nya sebentar2 sj. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Sy lbh dulu hidup sbg org yg lama di dunia tulisan. Byk yg protes di email waktu mulai muncul di tv. Pakai email2 anonim. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Bagi para penulis pemula, tulis catatan harian. Itu cara berlatih yg baik. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Ada byk pertanyaan ke sy ttg bgmn jadi seorg penulis. Prinsipnya kan standar: 5W + 1H. Tp yg penting, berlatih. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Tulisan memberi manfaat besar bagi negeri ini. Tulisan adalah cara utk meninggikan perasaban. Pamflet sekalipun. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Prinsip menembus media massa itu sederhana: ikuti tajuk rencananya. Itu hati redaksi. Kritik atau support. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Pers meletakkan "politik" atau "policy" redaksi di tajuk rencana. Habisin atau dukung. Pers akan melirik artikel anda. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Kalau berita ditanggapin, akan dimasukin ke Surat Pembaca. Tp kalau Tajuk Rencana dikritisi, bisa masuk hlmn opini. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Pers membutuhkan para spesialis. Jd kolomnis beda dg tukang jualan kelontong. So? Pilih spesialisasi anda, satu atau dua. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Pers sendiri adalah kelontong. Apapun ada. Kalau anda jd kelontong, lalu kirim ke redaktur opini, tdk ada nilainya. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Penulis datang dari klpk sosial manapun, tmsk ibu rumah tangga biasa. Jd, jgn khawatir anda hanya seorg office boy. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Anda mungkin tdk percaya bhw sy dulunya adalah seorg office boy selama setahun lbh. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Tulisan pertama sy di Kompas dan kolom pertama sy di Majalah Tempo adalah ketika sy menjadi office boy. #Kolomnis
#VOCnomics πŸ’«πŸ’« @IndraJPiliang
Skrg, byk pejabat yg sdh memegang jabatan apapun, tanpa pernah menulis satu artikelpun. Apalagi buku. #Kolomnis
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.