#99 @PartaiSocmed
Tweeps.. Sebentar lagi kami akan kultwit 'opini' kami tentang Kasus Tolikara
#99 @PartaiSocmed
KASUS TOLIKARA, TERAPI KAUSAL ATAU SIMPTOMATIS ?? pic.twitter.com/KT3soSfLDH
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Banyak sudah komentar perihal kasus Tolikara ini. Mulai dari wakil presiden, aparat, presiden GIDI, Komnas HAM, dll
#99 @PartaiSocmed
Namun semua komentar mereka lebih banyak bicara tentang gejala dibanding penyakit. Penyakit yg harusnya disembuhkan justru tidak disinggung.
Pourquoi @JohnySibuea
@PartaiSocmed @MartinLS2 Ibaratnya dokter diagnostik flu hanya dari bersin dan batuk. Pasien sesungguhnya alergi dingin sbgi sumber flunya.
Edward Aditjondro @edward207960
@PartaiSocmed |Juist, para komentator di NKRI pun lbh bnyk dan jago memberikan "resep", bukan "obat" mujarab thd penyakit yg sdh kronis!
#99 @PartaiSocmed
Dalam dunia medis kita mengenal pengobatan atau terapi KAUSAL dan pengobatan SIMPTOMATIS
#99 @PartaiSocmed
Terapi Kausal adlh pengobatan dgn cara meniadakan atau memusnahkan penyebab penyakitnya, misalnya sulfonamid, antibiotika, obat malaria, dll
#99 @PartaiSocmed
Terapi Simptomatis adlh pengobatan utk menghilangkan atau meringankan gejala penyakit, sedangkan penyebab yg lebih mendalam tdk dipengaruhi
#99 @PartaiSocmed
Contoh obat Simptomatis adalah pemberian analgetik pada reumatik atau sakit kepala, obat untuk meredakan gejala flue, dll
#99 @PartaiSocmed
Dari pemahaman tersebut marilah kita menengok komentar pihak2 terkait tentang kasus Tolikara ini.
#99 @PartaiSocmed
Apakah mereka bicara tentang gejala atau penyakitnya? Lalu solusi yg ditempuh kira2 akan mengobati penyakitnya atau cuma meredakan gejala?
#99 @PartaiSocmed
Mari kita mulai dari komentar wakil presiden kita yg menyalahkan speaker pic.twitter.com/WKfk1FpoJe
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Meskipun komentar konyol itu diralat sendiri oleh yg bersangkutan pic.twitter.com/pQ7Y9J8ST5
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Komentar menyalahkan speaker adalah cara berpikir pengobatan simptomatis. Sebab penyakit sesungguhnya bukan di speaker
#99 @PartaiSocmed
Harus diingat bahwa sebelum terjadinya kerusuhan sudah beredar surat larangan (bukan himbauan) yg sifatnya sangat intoleran
Maz_El @mamasnahr
@PartaiSocmed yup masak hari raya Idul Fitri digeser ke hari lain....
#99 @PartaiSocmed
Ingat, surat larangan tersebut nyata adanya dan sudah diakui semua pihak. Tak ada gunanya membantah perihal surat ini!
#99 @PartaiSocmed
Mari kita tinggalkan pak tua. Sekarang kita bahas komentar Luhut yg tak kalah konyolnya pic.twitter.com/FXI1dGjOgq
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Komentar Luhut ini juga seperti komentar dokter yg hanya mampu mengobati gejala, bukan penyakitnya
#99 @PartaiSocmed
Logika Luhut mirip begini: "Orang itu mati bukan karena sengaja mau dibunuh, dia cuma didorong ke jalan yg kebetulan ramai"
#99 @PartaiSocmed
Seolah2 massa datang hanya untuk memprotes kios, bukan ibadah yg sedang dilakukan oleh agama lain
Johan (Gus Joh) @joh_gus
@PartaiSocmed isi surat edaran itu juga melarang JILBAB... artinya ini memang sistematis dlm menekan muslim pic.twitter.com/U9HFgfVjTd
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Luhut lupa atau pura2 tidak tahu bahwa sebelum peristiwa tersebut sudah beredar surat intoleran spt ini pic.twitter.com/pHri05274Z
Expand pic
Load Remaining (75)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.