Majalah Fahma @majalahfahma
ini dia "Cara Cepat Dapat Gelar" tulisan dari Dr. @subhanafifi M.Si. Yuuuk disimak pic.twitter.com/dSeQNog5ol
Expand pic
Majalah Fahma @majalahfahma
Seorang kawan di sebuah pulau yang makmur pernah berkirim SMS kepada saya. “Ini bisnis,” katanya.
Majalah Fahma @majalahfahma
Intinya, ada beberapa pejabat di pulau itu ingin melanjutkan S2 dengan model by research, hanya mengerjakan tesis.
Majalah Fahma @majalahfahma
Tapi mereka super sibuk, sehingga mencari orang yang mau dan mampu mengerjakannya dengan imbalan rupiah tentu saja.
Majalah Fahma @majalahfahma
“Kalau Abang mau, nanti saya hubungkan,” tulis sang kawan.
Majalah Fahma @majalahfahma
Tentu saja kawan itu salah alamat. Kontan saja saya balas SMS-nya bertubi-tubi, mengingatkan bahwa itulah kejahatan intelektual sebenarnya.
Majalah Fahma @majalahfahma
Orang kok ingin dapat gelar dengan cara pintas.
Majalah Fahma @majalahfahma
Beberapa waktu kemudian, saya menguji skripsi seorang calon sarjana.
Majalah Fahma @majalahfahma
Tulisan dari hasil penelitian itu standar-standar saja, seperti kebanyakan skripsi mahasiswa yang pernah saya temui.
Majalah Fahma @majalahfahma
Hati agak kurang nyaman ketika mahasiswa itu mempresentasikan karyanya di depan kmi, saya sebagai penelaah, dan dua orang dosen pembimbing.
Majalah Fahma @majalahfahma
Ketika giliran saya menyampaikan pertanyaan, saya bertanya singkat saja: ”Apakah skripsi ini anda buat sendiri?”
Majalah Fahma @majalahfahma
Aneh bin ajaib, si mahasiswa menjawab dengan sangat polos : ”Nggak, Pak ! He…he…”
Majalah Fahma @majalahfahma
Maka, meluncurlah cerita yang sangat jujur, bahwa ia merasa sudah mentok, pernah patah hati kemudian cuti kuliah beberapa semester.
Majalah Fahma @majalahfahma
Sementara orangtua tidak tahu, tapi terus mengultimatum,
Majalah Fahma @majalahfahma
”Kapan kamu wisuda? Ini semester terakhir lho ! Setelah ini nggak ada kiriman lagi !”
Majalah Fahma @majalahfahma
Maka, jasa pembuat skripsi yang iklannya ada di koran-koran dengan label konsultasi dan pengolahan data, menjadi pilihan terakhirnya.
Majalah Fahma @majalahfahma
”Saya bingung, Pak. Tapi saya ingin lulus, jadi sarjana, menyenangkan orangtua,” katanya.
Majalah Fahma @majalahfahma
Dosen pembimbingnya pun kaget campur geram. Mahasiswa ini memang tergolong bermasalah sejak awal.
Majalah Fahma @majalahfahma
Belasan semester sudah dia habiskan di kampus.
Majalah Fahma @majalahfahma
Tapi, dosen pembimbingnya tidak menyangka kalau skripsinya dibuatkan orang, karena waktu konsultasi biasa-biasa saja.
Majalah Fahma @majalahfahma
Singkat cerita, sang mahasiswa dinyatakan tidak lulus, harus mengulang penelitian dari awal, dengan catatan ”benar-benar bikin sendiri!”.
Majalah Fahma @majalahfahma
”Sejelek apapun, tapi karya sendiri, itu lebih berharga, daripada menipu diri sendiri dan orang lain,” begitu nasihat dosen pembimbing.
Majalah Fahma @majalahfahma
Melihat kepala mahasiswa tertunduk lunglai, saya pun mencoba memberi semangat bahwa dia bisa, dia hebat, asal jangan mengerdilkan jiwa.
Majalah Fahma @majalahfahma
Dalam hati, lagi-lagi saya heran, ada orang ingin dapat gelar dengan cara pintas.
Load Remaining (25)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.