Da'i Online @daionlineID
1. Untuk apa kita harus menjadi shalih(+at)? | Untuk mndapat jodoh yg shalih(+at) kah?
Da'i Online @daionlineID
2. Apakah memang sdh jaminan ketika kita shalih(+at) kita akan mendapatkan jodoh yg demikian juga? | Belum tentu. Mari luruskan persepsi...
Da'i Online @daionlineID
3. Sejarah merekam seorang shalihat ternyata mendapatkan seorang Kafir | Siti Asiyah dan Fir'aun.
Da'i Online @daionlineID
4. Seorang shalih yg ternyata jodohnya seorang yg tidak beriman | Nabi Luth dan istrinya.
Da'i Online @daionlineID
5. Lantas bagaimana? | Untuk apa kita harus menjadi shalihin(+at)?
Da'i Online @daionlineID
6. Dengan kita menshalih/atkan diri, kita bisa memperbaiki pasangan | setidaknya, paling mentok, kita tdk goyah keimanan oleh pasangan kita
Da'i Online @daionlineID
7. Patutlah kita mencontoh Ummu Sulaim yg menikahi seorang mualaf | menjadikan mualaf itu kesatria tangguh di sisi Rasulullah
Da'i Online @daionlineID
8. Perhatikan pula kisah Nuh a.s yg imannya tak goyah meskipun nasib istrinya berakhir tragis
Da'i Online @daionlineID
9. Kembali. Untuk apa kita menjadi shalihin/at? | Jadilah shalihin/at dgn niat memantaskan diri di hadapan Allah, tnp embel2 ingin jodoh.
Da'i Online @daionlineID
10. Sebab seringkali, niat salah dan terlalu berharap akan membuatmu kecewa. :)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.