1
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Neraka berkata, ”Aku disesaki oleh para pembesar, penguasa dan orang-2 yg sombong.”
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Kemudian surga menimpali, ”Aku dihuni oleh orang-2 miskin dan rakyat jelata.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
” Allah pun berfirman kpd keduanya, ”Kau surga, tempat rahmat-Ku, terberkatilah mereka yg memasukimu, siapa pun yg Kukehendaki.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Dan kau neraka, Aku menyiksa mereka yg memasukimu, siapapun yg Kukehendaki. Masing-2 dari kalian pasti akan Kupenuhi.” (HR Muslim)
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Hamba Allah tidak dinilai berdasarkan kedudukan duniawi. Seorang hamba akan dirahmati atau disiksa karena amal perbuatannya.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
"Tafaqur sesaat lebih baik daripada ibadah 70 tahun".
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Merasionalisasi perkara kehidupan adalah sumber kekecewaan ,sakit hati dan penderitaan .
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Demikian juga melogikakan taqdir adalah kebodohan yang fundamental .
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Pengenalan diri dan Tuhan dngan identifikasi spikulatif adalah pabrik yg memproduksi keraguan-kebimbangan bahkan kesesatan yg berkepanjangan
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Jka suatu perkara/masalah tdk tersikapi n terkerjakan secara tpt sesuai kebutuhannya,mk kesengsaraan adalah konsekwensi yg tak ter-Elak-kan!
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Lihatlah dan perhatikan gegap gempita kehidupan, tumpang- tindih dan jungkir-baliknya realita kehidupan.
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Di televisi misalnya : para pembohong dipuja-puji, para pendosa yg berapi-api memaparkan argumen dalil pembenar prilakunya(dgn mendelik2 ,)
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
ahli maksiat jadi idola, org bego' jadi pemimpin dll dll demikian sebaliknya .
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Lantas apakah kita masih juga menTuhankan Rasio/Logika seperti matematik atau ilmu eksak dalam kehidupan ini ???
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Bahwa 2x2 adlah 4, 2-2 adlh 0 . Kayaknya realita kehidupan tidak seperti itu .
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Yang sering kita lihat sesuatu yg dianggap benar sering disalahkan , yang salah sering juga dibenarkan .
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Lantas bagaimana dan apakah Kebenaran itu ? Sejauh mana peran Kecerdasan , IQ yg tinggi dlm keberhasilan/kwalitas hidup ?
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Ternyata memang Kebenaran TIDAK dapat ditemukan dan dimaknai dengan "piranti idrawi" , dengan Rumus-rumus rasionalis, dgn teori-teori logis
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
teori-teori logis ...Yang didominasi oleh Subyek dan Obyek, situasi dan kondisi dst. Jika demikian lantas bagaimana ?
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
"Instuisi adalah pembaca/pemakna kebenaran yg Valid , Instuisi adalah Kecerdasan tertinggi !",
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
dan "Kebenaran/al Haq harus kau temukan sendiri bukan dari penjelasn seseorang,
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
sprti kau memandang bulan, mungkinkah seseorang yg melakukannya utkmu ?!!!" ----Salam sejahtera semua makhluk ..

Comment

Login and hide ads.
Login and hide ads.