Siapa yang patut kita ikuti nasehatnya by @kupinang

Ditengah silang pendapat, siapa yang patut kita ikuti, dan bisa kita pegang nasehatnya?
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

1. Siapakah yang patut kita ikuti? Siapakah yang patut kita pegangi nasehatnya? Terlebih ketika banyak silang pendapat terjadi.

27/06/2015 15:34:44 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

2. Teringatlah kita tentang seorang laki-laki yang datang dari ujung kota. Tak disebutkan namanya. Mufassir mengatakan, ia Habib An-Najjar.

27/06/2015 15:35:53 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

3. Allah Ta’ala berfirman: وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ QS. Yasin, 36: 20.

27/06/2015 15:36:50 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

4. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu." QS. 36: 20.

27/06/2015 15:37:02 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

5. Apa yang istimewa dari utusan-utusan itu sehingga patut menjadi panutan? Apa hal penting yang harus kita perhatikan?

27/06/2015 15:38:24 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

6. Mari kita simak di ayat berikutnya: اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ QS. Yasin, 36: 21.

27/06/2015 15:38:48 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

7. "Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." QS. Yasin, 36: 21.

27/06/2015 15:39:03 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

8. Inilah yang menjadikan utusan tersebut patut diikuti; menjadi panutan. Ada pelajaran yang dapat kita petik untuk acuan kita sekarang.

27/06/2015 15:40:18 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

9. Ada dua keistimewaan yang tidak dapat dipisahkan: tidak meminta balasan; langsung dari lisannya, asisten maupun manajer.

27/06/2015 15:41:05 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

10. Tetapi itu tidak cukup. Ia haruslah orang yang mendapat petunjuk. Dalam konteks sekarang, ia memahami agama ini dengan dasar yang kuat.

27/06/2015 15:44:06 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

11. Ia berbicara berdasarkan nash yang kuat. Bukan mengandalkan persangkaan dan reka-reka. Apalagi yang menyelisihi dalil yang shahih.

27/06/2015 15:49:58 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

12. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di mengatakan: tidak mengajak kecuali kepada hal-hal yang dikukuhkan akal sehat akan kebaikannya.

27/06/2015 15:50:11 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

13. "Dan mereka pun tidak mencegah kecuali apa yang dibenarkan oleh akal sehat akan keburukannya," jelas Syaikh As-Sa'di.

27/06/2015 15:58:26 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

14. Apakah terlarang seseorang menerima pemberian maupun hadiah? Hmm... Menerima sangat berbeda dengan meminta bayaran.

27/06/2015 16:06:07 WIB
Moh. Fauzil Adhim @kupinang

15. Bedakan dengan kasus seorang shahabat meminta upah seekor kambing tatkala mendo'akan pemuka suatu kaum. | Maaf, terhenti sejenak.

27/06/2015 16:07:57 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!