MuadzinLanggar @Imamdaratan
Assalamu alaikum, rekan tuip's. Semoga puasa kita lancar dan diterima Allah SWT, puasa yg membuahkan peningkatan Takwa. Amin.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Di pagi ini yuk kita sorot sbagian adat istiadat yg ada di Jawa pd khususnya dgn kaca mata kitab kuning, kitab yg selalu dikaji di pesantren
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Khususnya adat istiadat yg berhubungan dgn upacara pernikahan, bgmana hukum2nya dlm tinjauan kitab2 tsb. Smoga brmanfaat.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
hmm, dari mana nih mulainya ya, soalnya bnyk bnget adat istiadat yg brhubungan dgn perkawinan yg perlu kita sorot.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
oke, gmana kalau kita mulai menyorot ritual "mandi kembang" yg biasanya dilakukan sbelum akad nikah dilangsungkan.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Mandi kembang biasanya dilakukan di tmpat khusus yg sdh disediakan air khusus oleh "org pintar" yg ditaburi beragam jenis bunga2an.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Org yg mngguyurkan air kembang tsb biasanya adalah calon mertua pasangan calon pengantin, kok calon? Iya kan blum aqad nikah..hehe
MuadzinLanggar @Imamdaratan
"Mandi kembang" dalam kaca mata Syari'at jelas adalah hal yg baru (Bid'ah) lihat kitab Qurrotul 'Ain, 182.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Jika dlm pelaksanaan adat "mandi kembang" tsb trjadi/bermuatan hal2 yg munkar, maka hukumnya Haram.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Hal2 munkar tsb al: kholwah (berduaan) dan mubasyaroh (persentuhan) kulit dgn calon mertua yg saat itu blm jd mahrom calon pengantin.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
ato trjadi buka2an aurat,ato melihat sesuatu yg smestinya haram dilihat mk hal itu adlh Haram. (Alwaafie 33, is'adurrofiq vol 2 hal 65-66)
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Namun jika dlm pelaksanaanya tdk trjdi kemunkaran2 sprti contoh dan tujuannya cuma tathoyyub (brwangi2an) maka hukumnya Mubah.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Nah begitulah kitab2 kuning menyorot adat istiadat "mandi kembang", hmm selanjutnya apa ya? Ritual injak telur aja ya. Tahu kan?
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Dlm acara resepsi pernikahan biasanya ada ritual injak telur dan menyebar koin receh yg dicampuri dgn beras kuning.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
duh, maaf rekan tuips kita cut dulu, ntar dilanjutkan lagi. Ada sesuatu yg musti dikerjakan nih.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
alhamdulillah, siang ini sambil menikmati semilir angin di teras Musholla yuk dilanjut, bincang2 soal adat istiadat injak telur
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Merujuk pada Syarh Bahjah vol 4, Hal 412 dan Fatawi Kubro, vol.2 Hal 7 ritual injak telur tsb jelas HARAM.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Keharamannya krn ada unsur idho'atul Maal (menyia-nyiakan harta) dan tnpa ghorod Syar'i yg jelas (tujuan yg dibenarkan syara')
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Selanjutnya yuk kita sorot upacara tabur beras dan koin recehan sbagai bagian dari adat yg ada kaitannya dgn pernikahan.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Kegiatan tsb jelas Haram-nya jika nyata2 trjadi idho'atul Maal (menyia-nyiakan harta). Namun ada yg brpndapat kalo upacara tsb boleh.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
krn brdasar pd sbuah riwayat bhw Rasul SAW prnah hadiri resepsi nikah yg ada kgiatan tebar pala dan gula, beliau tdk melarangnya.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
riwayat tsb bisa dilihat di Asy-Syarwani, Vol 7 hal 437. Maka menyikapi hal tsb Ulama Fiqh me-tafshil (memerinci) hukum tentang hal tsb.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Bolehnya menebar gula (permen) dan pala dlm riwayat tsb adlh krn nantinya akan ditemu/diambil oleh pengunjung.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Jd jika acara tebar beras dan koin recehan tsb ada indikasi kuat akan diambil/ditemu oleh pengunjung maka boleh hukumnya.
MuadzinLanggar @Imamdaratan
Wa inla fala.. Jika tdk ada indikasi demikian, maka haram krn trjadi idho'atul maal dan tdk adanya gorod Syar'i yg jelas.
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.