Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Kitab Kuning (Fiqh Klasik) Menilai Adat Istiadat By: @imamdaratan

Adat Istiadat harus dinilai dengan Syara`, jika sesuai tak mengapa diteruskan, jika tidak maka harus dibenahi.
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Assalamu alaikum, rekan tuip's. Semoga puasa kita lancar dan diterima Allah SWT, puasa yg membuahkan peningkatan Takwa. Amin.

19/06/2015 05:54:07 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Di pagi ini yuk kita sorot sbagian adat istiadat yg ada di Jawa pd khususnya dgn kaca mata kitab kuning, kitab yg selalu dikaji di pesantren

19/06/2015 05:56:55 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Khususnya adat istiadat yg berhubungan dgn upacara pernikahan, bgmana hukum2nya dlm tinjauan kitab2 tsb. Smoga brmanfaat.

19/06/2015 05:58:54 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

hmm, dari mana nih mulainya ya, soalnya bnyk bnget adat istiadat yg brhubungan dgn perkawinan yg perlu kita sorot.

19/06/2015 06:00:36 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

oke, gmana kalau kita mulai menyorot ritual "mandi kembang" yg biasanya dilakukan sbelum akad nikah dilangsungkan.

19/06/2015 06:02:32 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Mandi kembang biasanya dilakukan di tmpat khusus yg sdh disediakan air khusus oleh "org pintar" yg ditaburi beragam jenis bunga2an.

19/06/2015 06:04:53 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Org yg mngguyurkan air kembang tsb biasanya adalah calon mertua pasangan calon pengantin, kok calon? Iya kan blum aqad nikah..hehe

19/06/2015 06:10:36 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

"Mandi kembang" dalam kaca mata Syari'at jelas adalah hal yg baru (Bid'ah) lihat kitab Qurrotul 'Ain, 182.

19/06/2015 06:13:36 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Jika dlm pelaksanaan adat "mandi kembang" tsb trjadi/bermuatan hal2 yg munkar, maka hukumnya Haram.

19/06/2015 06:18:47 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Hal2 munkar tsb al: kholwah (berduaan) dan mubasyaroh (persentuhan) kulit dgn calon mertua yg saat itu blm jd mahrom calon pengantin.

19/06/2015 06:21:01 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

ato trjadi buka2an aurat,ato melihat sesuatu yg smestinya haram dilihat mk hal itu adlh Haram. (Alwaafie 33, is'adurrofiq vol 2 hal 65-66)

19/06/2015 06:28:40 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Namun jika dlm pelaksanaanya tdk trjdi kemunkaran2 sprti contoh dan tujuannya cuma tathoyyub (brwangi2an) maka hukumnya Mubah.

19/06/2015 06:31:50 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Nah begitulah kitab2 kuning menyorot adat istiadat "mandi kembang", hmm selanjutnya apa ya? Ritual injak telur aja ya. Tahu kan?

19/06/2015 06:34:23 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Dlm acara resepsi pernikahan biasanya ada ritual injak telur dan menyebar koin receh yg dicampuri dgn beras kuning.

19/06/2015 06:40:12 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

duh, maaf rekan tuips kita cut dulu, ntar dilanjutkan lagi. Ada sesuatu yg musti dikerjakan nih.

19/06/2015 06:43:05 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

alhamdulillah, siang ini sambil menikmati semilir angin di teras Musholla yuk dilanjut, bincang2 soal adat istiadat injak telur

19/06/2015 12:56:02 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Merujuk pada Syarh Bahjah vol 4, Hal 412 dan Fatawi Kubro, vol.2 Hal 7 ritual injak telur tsb jelas HARAM.

19/06/2015 12:58:58 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Keharamannya krn ada unsur idho'atul Maal (menyia-nyiakan harta) dan tnpa ghorod Syar'i yg jelas (tujuan yg dibenarkan syara')

19/06/2015 13:01:20 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Selanjutnya yuk kita sorot upacara tabur beras dan koin recehan sbagai bagian dari adat yg ada kaitannya dgn pernikahan.

19/06/2015 13:16:58 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Kegiatan tsb jelas Haram-nya jika nyata2 trjadi idho'atul Maal (menyia-nyiakan harta). Namun ada yg brpndapat kalo upacara tsb boleh.

19/06/2015 13:19:39 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

krn brdasar pd sbuah riwayat bhw Rasul SAW prnah hadiri resepsi nikah yg ada kgiatan tebar pala dan gula, beliau tdk melarangnya.

19/06/2015 13:22:58 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

riwayat tsb bisa dilihat di Asy-Syarwani, Vol 7 hal 437. Maka menyikapi hal tsb Ulama Fiqh me-tafshil (memerinci) hukum tentang hal tsb.

19/06/2015 13:26:54 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Bolehnya menebar gula (permen) dan pala dlm riwayat tsb adlh krn nantinya akan ditemu/diambil oleh pengunjung.

19/06/2015 13:30:12 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Jd jika acara tebar beras dan koin recehan tsb ada indikasi kuat akan diambil/ditemu oleh pengunjung maka boleh hukumnya.

19/06/2015 13:32:24 WIB
MuadzinLanggar @Imamdaratan

Wa inla fala.. Jika tdk ada indikasi demikian, maka haram krn trjadi idho'atul maal dan tdk adanya gorod Syar'i yg jelas.

19/06/2015 13:34:16 WIB
Load Remaining (2)

Comment