Michael Jourdan @natalegawa_7
Era 1960'an, harley davidson merajai industri otomotif terutama sepeda motor di atas 125 cc dengan kerangka baja yang kokoh.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Hingga muncul krisis dengan ditandai dengan menurunya pasokan minyak ke AS di era perang Arab pada 1967.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Ini mengubah perilaku konsumsi masyarakat AS, mereka lebih cenderung berhemat untuk menanggulangi kenaikan harga terutama BBM.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Ini juga memukul Harley Davidson, karena penjualannya berkurang drastis karena masyarakat kurang berminat sepeda motor >125 cc karena boros
Michael Jourdan @natalegawa_7
Ini menjadi kesempatan emas bagi kompetitor dari Asia, misalnya Honda.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Honda melihat peluang pasar besar di AS kepada peminat sepeda motor yang tidak serius. Di bawah 110 cc.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Honda juga menggunakan plastik dan fiber sebagai kerangka atau asesoris sepeda motor, untuk mengurangi biaya produksi.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Akibatnya pasar AS lebih cenderung memilih sepeda motor buatan Honda yang hemat, murah dan tak kalah kualitasnya dengan Harley.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Harley Davidson kehilangan langkah karena kehilangan pasar dibawah 125 cc karena semua di take over oleh Honda
Michael Jourdan @natalegawa_7
Sampai satu ketika Honda berhadapan langsung dengan Harley, pada kelas mesin 125 cc keatas.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Mereka menawarkan sesuatu yang lebih murah dengan kualitas yang tak berbeda jauh di era itu.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Hingga kini Honda memiliki pengikut setia, bukan hanya di Asiaa tapi seluruh dunia.
Michael Jourdan @natalegawa_7
Pelajar penting dari kasus tadi adalah peluang dan masalah bisa jadi keuntungan dan kekuatan bagi mereka yang mau berpikir keluar dari kotak

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.