Kompolnas : Penggunaan Kekerasan Dalam Kasus Seksual pada Anak Tidak Dibenarkan by @beritaterbaik

Penggunaan Kekerasan dalam proses penyidikan sangat tidak dibenarkan karena akan berakibat fatal, karena org yang tidak bersalah dpt dijadikan tersangka.
National
Berita Terbaik @beritaterbaik
Siang tweps, simak kultwet tentang “Kompolnas: Penggunaan Kekerasan Dalam Kasus Seksual pada Anak Tidak Dibenarkan” pic.twitter.com/TxIZ2dTuum
Expand pic
Berita Terbaik @beritaterbaik
1.Kompolnas penggunaan kekerasan dalam proses penyidikan sebuah kasus seksual pada anak untuk mencari tersangka sangat tidak dibenarkan.
Berita Terbaik @beritaterbaik
2.Hal itu justru akan berakibat fatal karena orang yang tidak salah dapat dijadikan tersangka karena adanya unsur pemaksaan dan kekerasan.
Berita Terbaik @beritaterbaik
3.Komisioner Kompolnas M.Nasser usai diskusi bertema "Kajian Penanganan Kekerasan Seksual Pada Anak Melalui Scientific Crime Investigation"
Berita Terbaik @beritaterbaik
4.Menurut Nasser, kepolisian masih sering melakukan kesalahan dalam menangani kasus kekerasaan seksual yang terjadi pada anak.
Berita Terbaik @beritaterbaik
5.Akibatnya menurut Nasser, potensi terjadinya kesalahan dalam dalam penetapan tersangka menjadi sangat besar. #TolakRekayasaKasusJIS
Berita Terbaik @beritaterbaik
6.Karenanya, Nasser menanggapi positif langkah Propam Polda Metro Jaya dan Mabes Polri yang melakukan investigasi terhadap..
Berita Terbaik @beritaterbaik
7.Kematian tak wajar salah satu pekerja kebersihan PT ISS dalam penyidikan kasus kekerasan seksual di Jakarta Intercultural School (JIS).
Berita Terbaik @beritaterbaik
8.Nasser mengatakan "Setiap kematian tak wajar dalam proses penyidikan di kepolisian harus diinvestigasi. Langkah Propam sudah tepat,
Berita Terbaik @beritaterbaik
9.Karena institusi kepolisian harus memastikan bahwa tidak ada penggunaan kekerasan dalam penetapan tersangka kekerasan seksual pada anak.
Berita Terbaik @beritaterbaik
12.Komisioner Kompolnas dalam penetapan tersangka kasus JIS, khususnya terhadap petugas kebersihan ada fakta baru…
Berita Terbaik @beritaterbaik
13...yakni terungkapnya indikasi pemaksaan dalam menetapkan obyek tersangka
Berita Terbaik @beritaterbaik
14.Adrianus mengatakan "Ada potensi pemaksaan oleh penyidik polisi dalam mencari pengakuan sebagai pelaku kasus kekerasan seksual,
Berita Terbaik @beritaterbaik
15.Salah satunya dalam kasus yang melibatkan para pekerja kebersihan PT ISS terhadap murid TK Jakarta Intercultural School (JIS),"
Berita Terbaik @beritaterbaik
16.Pakar Kriminolog UI ini mengatakan, jika pengakuan para pelaku di bawah ancaman, maka hasil penyidikan menjadi tidak akurat.
Berita Terbaik @beritaterbaik
17.Adrianus mengatakan "Di kepolisian sudah ada sistem cek dan ricek terhadap penanganan kasus.
Berita Terbaik @beritaterbaik
18.Itu sebabnya ada jenjang jabatan seperti di level penyidik ada kanitnya, dari kanit ada wasidik, ada satuan pengawasnya,"
Berita Terbaik @beritaterbaik
19.Karena itu menurutnya, setelah dari polri jika sudah P19 ada jaksa, dari jaksa langkah berikutnya akan diverifikasi kembali di sidang.
Berita Terbaik @beritaterbaik
20.Adrianus mengatakan "Mekanisme check and re check itu sudah baku. cc: @WardahBaihaqi
Berita Terbaik @beritaterbaik
21.Tapi jika semua level itu tuli maka mekanisme tidak akan berjalan dan penunjukkan tersangka bisa orang tak bersalah atau sebaliknya.
Berita Terbaik @beritaterbaik
22.Dan ini sering terjadi karena mekanisme tersebut tidak berjalan,” cc: @PrijantoRabbani
Berita Terbaik @beritaterbaik
23.Adrianus lantas mencontohkan proses penyidikan kasus kekerasan seksual di JIS. cc: @KartikaDjoemadi
Berita Terbaik @beritaterbaik
24.Saat penyidikan proses cek&ricek tdk terjadi.Penyidik seperti memaksakan seseorang menjadi tersangka,sehingga muncul banyak kejanggalan.
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.