ALy @amailtwit
kalau banyak orang bilang; "jaman sekarang cari kerja susah", sebenarnya ini ada hubungannya dengan kebijakan Pemerintah.
ALy @amailtwit
banyak faktor penyebab "susah cari kerja". Beberapanya karena lonjakan penduduk dan kualitas SDM. Dua hal ini kian mengetatkan persaingan.
ALy @amailtwit
namun yg ingin saya soroti adalah mengenai kebijakan ekspor-impor yg dilakukan Pemerintah.
ALy @amailtwit
Ketatnya persaingan kerja skrg disebabkan oleh hubungan usaha antar para pekerja yg saling 'mematikan', bukan saling 'mendukung'.
ALy @amailtwit
antara 'mematikan' atau 'mendukung', ini semua ditentukan dari variasi jenis usaha/pekerjaan yg dilakukan masing2 pekerja.
ALy @amailtwit
Contoh misalnya; A kerja konveksi (buka pabrik/ produksi pakaian). B kerja dagang (buka toko/ distribusi). A dan B sama2 orang lokal.
ALy @amailtwit
Hubungan A dan B ini saling 'mendukung', saling membutuhkan dan menguntungkan.
ALy @amailtwit
Nah, begitu kran impor dibuka, masuk pakaian dari luar negeri (LN) dengan harga bersaing dan pilihan lebih menarik, lantas semuanya berubah.
ALy @amailtwit
rata2 konsumen tentunya pilih barang murah dan menarik. Kualitas belakangan.
ALy @amailtwit
karenanya, akhirnya timbul persaingan bisnis antara pakaian Lokal dan pakaian LN.
ALy @amailtwit
Si B, yg tadinya jual pakaiannya si A, akhirnya beralih jual pakaian dari LN - MENGIKUTI pangsa pasar. B mau gak mau harus gitu utk survive.
ALy @amailtwit
Sementara itu si A, yg sudah tak 'didukung' si B karena produknya kalah bersaing, akhirnya mau gak mau 'banting stir'.
ALy @amailtwit
Ironinya itu ketika si A akhirnya malah ikutan dagang pakaian LN. Hubungan A dan B yg tadinya 'baik', menjadi 'rusak', saling 'mematikan'.
ALy @amailtwit
Coba deh cek itu pedagang baju di Mangdu/ Tanah Abang. Sebagian dari mereka dulunya kerja apa, ambil barang darimana.
ALy @amailtwit
Bayangkan betapa ketatnya persaingan usaha, apabila akhirnya hampir semua orang kerja dagang.
ALy @amailtwit
Banyak loh, toko2 konveksi (terutama yg kecil2) tutup krn gak mampu saingi produk LN.
ALy @amailtwit
hubungan A dan B ini cuma contoh kecil. Realitanya, yg alami nasib seperti A dan B ini gak cuma dua orang.
ALy @amailtwit
itulah salah satu sebab, kenapa makin hari makin susah usaha. Kalau Pemerintah gagal bijaki ekspor-impor, ya gini hasilnya.
ALy @amailtwit
Gak cuma mengenai pakaian impor saja, tapi sektor2 lainnya pun begitu. Sampai2 petani jadi pedagang, apa gak makin susah nih cari kerja?
ALy @amailtwit
"Bagaimana Mau Swasembada Pangan Kalau Petani Sudah Jadi Pedagang" rmol.co/read/2014/12/1…
ALy @amailtwit
Kalo tadinya petani adl 'rekan' pedagang beras (lokal), akhirnya jadi 'saingan' si pedagang itu bila petani ini juga dagang beras..
ALy @amailtwit
Anggap petani ini gak dagang beras, tapi dagang peci. Bukankah artinya si ex-petani ini cuma tambah ketatin persaingan antar pedagang peci?
ALy @amailtwit
Padahal kalau per-beras-an kita diurus dgn baik, malah sebenarnya negara ini bisa unggul di ekspor beras. Toh alam kita subur, ini potensi.
ALy @amailtwit
Bisa swasembada beras, terlebih sampai 'kuasai' ekspor, artinya para petani juga gak perlu alih profesi. Malah ini buka lapangan kerja baru.
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.