0
Nadia Nathania @nadia_nanath
Jatuh cinta adalah salah satu perilaku atau keadaan otak yang paling tidak rasional dan tidak terbayangkan. Otak menjadi “tidak logis” saat
Nadia Nathania @nadia_nanath
jatuh cinta, sehingga otak secara harafiah buta terhadap kekurangan-kekurangan kekasih. Keadaan otak terdokumentasi saat jatuh cinta, yang
Nadia Nathania @nadia_nanath
berbagi sirkuit-sirkuit otak dengan keadaan obsesi, mania, mabuk, haus, dan lapar. Keadaan ini bukanlah suatu emosi tetapi memperkuat atau
Nadia Nathania @nadia_nanath
melemahkan emosi-emosi lain. Sirkuit-sirkuit jatuh cinta pada hakekatnya adalah suatu sistem motivasi yang berbeda tetapi bertumpang tindih
Nadia Nathania @nadia_nanath
dengan area dorongan seks di otak. Aktivitas otak yang membara ini berbahan bakar hormon dan senyawa kimia-saraf seperti dopamin, estrogen,
Nadia Nathania @nadia_nanath
Sirkuit-sirkuit otak yang diaktifkan saat kita jatuh cinta sama dengan sirkuit-sirkuit dalam otak pecandu narkoba yang sedang parah-parahnya
Nadia Nathania @nadia_nanath
mendambakan suntikan berikutnya. Amigdala (sistem siaga rasa takut di otak) serta anterior cingulate cortex (sistem kekhawatiran dan
Nadia Nathania @nadia_nanath
berpikir kritis di otak) benar-benar dimatikan ketika sirkuit-sirkuit cinta sedang bekerja penuh.
Nadia Nathania @nadia_nanath
Hormon di dalam otak juga turut bekerja saat orang sedang jatuh cinta. Ketika kontak mata sedang berlangsung, tertanam suatu ‘kesan’. Inilah
Nadia Nathania @nadia_nanath
fase pertama. Otak bekerja bagaikan komputer yang menyajikan sejumlah data, dan mencocokannya dengan sejumlah data yang pernah terekam
Nadia Nathania @nadia_nanath
sebelumnya. Ia mencari apa yang membuat pesona itu muncul. Bahkan bau yang ditimbulkan oleh lawan jenis pun bisa menjadi pemicu timbulnya
Nadia Nathania @nadia_nanath
Fase kedua, yaitu munculnya hormon phenylethylamine (PEA) yang diproduksi otak. Inilah sebabnya ketika terkesan oleh seseorang, secara
Nadia Nathania @nadia_nanath
otomatis senyum pun dilontarkan. Spontan, pabrik PEA pun aktif bekerja ketika “peluit” mulai dibunyikan. Hormon dopamin dan norepinephrine
Nadia Nathania @nadia_nanath
yang juga terdapat dalam saraf manusia turut mendampingi. Hormon-hormon inilah yang menjadi pemicu timbulnya gelora cinta. Setelah dua
Nadia Nathania @nadia_nanath
sampai tiga tahun, efektivitas hormon-hormon ini mulai berkurang.
Nadia Nathania @nadia_nanath
Fase ketiga, yaitu ketika gelora cinta sudah reda. Yang tersisa hanyalah kasih sayang. Hormon endorphin, senyawa kimia yang identik dengan
Nadia Nathania @nadia_nanath
morfin, mengalir ke otak. Sebagaimana efek yang ditimbulkan narkotik, saat inilah tubuh merasa nyaman, damai, dan tenang.
Nadia Nathania @nadia_nanath
Ada hormon lain yang diproduksi oleh otak yang dihubungkan dengan cinta. Hormon ini membuat saraf menjadi sensitif. Saat itulah tubuh akan
Nadia Nathania @nadia_nanath
didorong untuk merasakan sensasi cinta. Hormon ini pulalah yang diduga bisa mendorong terjadinya proses orgasme ketika bercinta.
Nadia Nathania @nadia_nanath
Terdapat peranan penting dalam perasaan cinta, yaitu cortex dan limbic system. Cortex adalah area yang mengendalikan pikiran logikal,
Nadia Nathania @nadia_nanath
sementara limbic system adalah sebuah sistem yang memproses emosi atau perasaan manusia. Saat kita bertemu dengan orang yang kita sukai,
Nadia Nathania @nadia_nanath
bagian cortex otak akan menghasilkan zat-zat kimia yang bisa menimbulkan rasa senang (happy chemical). Apabila produksi happy chemical
Nadia Nathania @nadia_nanath
tersebut menjadi berlimpah, maka zat-zat kimia tersebut akan diarahkan menuju limbic system. Hal ini yang akan membuat perasaan hati
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.