Celupan Allah, Satu Tafsir dari Orang Jalanan

Kalau sudah dicelup Allah, label-label penyair, wartawan, intelektual, pengamat, presiden dan segala label, bukan sesuatu yang agung
howto TIPS
0
Peziarah @eae18
Kanjeng Nabi: dunia itu penjaranya orang-orang beriman dan surganya orang-orang kafir
Peziarah @eae18
Tafsir saya soal penjara buat orang beriman itu, bukan dikerangkeng tapi diawasi Allah. Dilatih untuk taat menuju Nur Allah. Dicelup
Peziarah @eae18
Shibghata allaahi. Wa man ahsanu minallahi sibghatan. Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik celupannya daripada celupan Allah
Peziarah @eae18
Sibghah Allah, celupan Allah. Apa yang dicelup? Hidup itu harus dicelup oleh warna-warna Allah. Apa warna-warna Allah itu?
Peziarah @eae18
Warna-warna Allah itu tertera secara jelas dalam asmaul husna. Misalnya dicelup dengan sifat RahmanNya, sifat RahimNya.Sifat-sifat itu warna
Peziarah @eae18
Sifat itu warna. Muara dari warna itu nurun ala nurin, Cahaya di Atas Cahaya. Sandaran ini mengacu pada Allahu nur al-Samawat wa al-Ardh
Peziarah @eae18
Ketika kita sudah sampai pada nurun ala nurin, akan terbaca, terdeteksi aura dalam diri. Seberapa jauh celupan itu, sejauh itulah aura kita
Peziarah @eae18
ini tafsir dari orang jalanan bukan ustaz atau kiai. Dan pembacaan saya, tentu berbeda dengan para ustaz dan kiai itu.
Peziarah @eae18
pada titik inilah, saya sering jemu membaca tafsir yang sangat skripturalis dari para kiai atau ustaz terhadap problem sibghah Allah itu
Peziarah @eae18
dengan penuh rasa hormat, saya sungkem pada para kiai dan ustaz. tapi memaknai sebuah teks, butuh pengembaraan. Pengembaraan jasad dan batin
Peziarah @eae18
pada titik ini, para pejalan, acapkali menguar suluk yang berbeda dengan para penjaja teks agama yang berkubang dari mimbar ke mimbar
Peziarah @eae18
Pengembaraan Sunan Kalijaga secara wadag dibingkai pengembaraan secara batin. Lahirlah suluk Sunan Kalijaga seperti Kidung Rumekso Ing Wengi
Peziarah @eae18
Seperti halnya Sunan Kalijaga, ia mengembara secara jasad. Dibanting-banting hidupnya untuk mendapatkan sibghah Allah itu, celupan Allah
Peziarah @eae18
Netraku ya Muhamad/Pamuluku Rasul/Pinayungan Adam Kawa/Sampun pepak sakathahe para nabi/Dadya sarira tunggal #KidungRumeksoIngWengi
Peziarah @eae18
Mataku ialah Nabi Muhamad. Air mukaku rasul dlm lindungan Adam n Hawa. Maka lengkaplah sma rasul, yg mjadi satu badan #KidungRumeksoIngWengi
Peziarah @eae18
Pengembaraan jasad tanpa disertai pengembaraan batin, ia hanya akan jadi puing-puing berserakan. Puing yang tak bermakna. Jasad tanpa ruh
Peziarah @eae18
Dari rangkaian kicauan ini, lahirlah premis, 'pada akhirnya kita tak bergantung pada makhluk'. Sebuah metaforsis tentang sejatinya hidup
Peziarah @eae18
Maka ketika sudah sibghah Allah, kita terpenjara untuk berbuat zhalim kepada sesama manusia. Untuk menganiaya orang lain. Saya belum bisa
Peziarah @eae18
Kalau sudah dicelup Allah, label-label penyair, wartawan, intelektual, pengamat, presiden dan segala label, bukan sesuatu yang agung
Peziarah @eae18
Begitulah saudara kicauan malam hari jelang duel Real Madrid vs Atletico Madrid. Jangan lupa sebelum nonton celupkanlah diri Anda

Comment

Login and hide ads.