Celupan Allah, Satu Tafsir dari Orang Jalanan

Kalau sudah dicelup Allah, label-label penyair, wartawan, intelektual, pengamat, presiden dan segala label, bukan sesuatu yang agung
0
Effendi @Effendi____

Kanjeng Nabi: dunia itu penjaranya orang-orang beriman dan surganya orang-orang kafir

22/04/2015 22:35:48 WIB
Effendi @Effendi____

Tafsir saya soal penjara buat orang beriman itu, bukan dikerangkeng tapi diawasi Allah. Dilatih untuk taat menuju Nur Allah. Dicelup

22/04/2015 22:39:15 WIB
Effendi @Effendi____

Shibghata allaahi. Wa man ahsanu minallahi sibghatan. Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik celupannya daripada celupan Allah

06/03/2017 05:57:37 WIB
Effendi @Effendi____

Sibghah Allah, celupan Allah. Apa yang dicelup? Hidup itu harus dicelup oleh warna-warna Allah. Apa warna-warna Allah itu?

22/04/2015 22:49:34 WIB
Effendi @Effendi____

Warna-warna Allah itu tertera secara jelas dalam asmaul husna. Misalnya dicelup dengan sifat RahmanNya, sifat RahimNya.Sifat-sifat itu warna

22/04/2015 22:51:45 WIB
Effendi @Effendi____

Sifat itu warna. Muara dari warna itu nurun ala nurin, Cahaya di Atas Cahaya. Sandaran ini mengacu pada Allahu nur al-Samawat wa al-Ardh

22/04/2015 22:57:29 WIB
Effendi @Effendi____

Ketika kita sudah sampai pada nurun ala nurin, akan terbaca, terdeteksi aura dalam diri. Seberapa jauh celupan itu, sejauh itulah aura kita

22/04/2015 22:59:47 WIB
Effendi @Effendi____

ini tafsir dari orang jalanan bukan ustaz atau kiai. Dan pembacaan saya, tentu berbeda dengan para ustaz dan kiai itu.

22/04/2015 23:01:12 WIB
Effendi @Effendi____

pada titik inilah, saya sering jemu membaca tafsir yang sangat skripturalis dari para kiai atau ustaz terhadap problem sibghah Allah itu

22/04/2015 23:02:54 WIB
Effendi @Effendi____

dengan penuh rasa hormat, saya sungkem pada para kiai dan ustaz. tapi memaknai sebuah teks, butuh pengembaraan. Pengembaraan jasad dan batin

22/04/2015 23:04:29 WIB
Effendi @Effendi____

pada titik ini, para pejalan, acapkali menguar suluk yang berbeda dengan para penjaja teks agama yang berkubang dari mimbar ke mimbar

22/04/2015 23:05:51 WIB
Effendi @Effendi____

Pengembaraan Sunan Kalijaga secara wadag dibingkai pengembaraan secara batin. Lahirlah suluk Sunan Kalijaga seperti Kidung Rumekso Ing Wengi

22/04/2015 23:14:06 WIB
Effendi @Effendi____

Seperti halnya Sunan Kalijaga, ia mengembara secara jasad. Dibanting-banting hidupnya untuk mendapatkan sibghah Allah itu, celupan Allah

22/04/2015 23:08:13 WIB
Effendi @Effendi____

Netraku ya Muhamad/Pamuluku Rasul/Pinayungan Adam Kawa/Sampun pepak sakathahe para nabi/Dadya sarira tunggal #KidungRumeksoIngWengi

22/04/2015 23:16:32 WIB
Effendi @Effendi____

Mataku ialah Nabi Muhamad. Air mukaku rasul dlm lindungan Adam n Hawa. Maka lengkaplah sma rasul, yg mjadi satu badan #KidungRumeksoIngWengi

22/04/2015 23:18:57 WIB
Effendi @Effendi____

Pengembaraan jasad tanpa disertai pengembaraan batin, ia hanya akan jadi puing-puing berserakan. Puing yang tak bermakna. Jasad tanpa ruh

22/04/2015 23:20:48 WIB
Effendi @Effendi____

Dari rangkaian kicauan ini, lahirlah premis, 'pada akhirnya kita tak bergantung pada makhluk'. Sebuah metaforsis tentang sejatinya hidup

22/04/2015 23:24:04 WIB
Effendi @Effendi____

Maka ketika sudah sibghah Allah, kita terpenjara untuk berbuat zhalim kepada sesama manusia. Untuk menganiaya orang lain. Saya belum bisa

22/04/2015 23:26:52 WIB
Effendi @Effendi____

Kalau sudah dicelup Allah, label-label penyair, wartawan, intelektual, pengamat, presiden dan segala label, bukan sesuatu yang agung

22/04/2015 23:33:49 WIB
Effendi @Effendi____

Begitulah saudara kicauan malam hari jelang duel Real Madrid vs Atletico Madrid. Jangan lupa sebelum nonton celupkanlah diri Anda

22/04/2015 23:35:49 WIB

Comment