1
Peziarah @Saripati18
Bersyukur pernah bertemu Buya Hamka di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru.
Peziarah @Saripati18
Merindukan Majalah Panjimas era 70-an dan 80-an. Kenapa saat ini tak bisa lahir majalah sekelas Panjimas?
Peziarah @Saripati18
Buya Hamka: Maaf, saya tidak bermazhab Syiah, tetapi saya mencintai Husain! Ini jawaban Buya ketika berkunjung ke Najaf dan Karbala, 1950
Peziarah @Saripati18
HOS Tjokroaminoto dan Buya Hamka, keduanya lahir dari rahim jurnalis
Peziarah @Saripati18
Buya Hamka: Saya tetap seorang Sunni yang tak perlu berpegang pada pendapat orang Syiah dan ajaran-ajaran Ayatullah
Peziarah @Saripati18
Twit tadi, nasihat Buya Hamka kepada empat pemuda yang berencana ke Indonesia dan mengajarkan Revolusi Islam Syiah
Peziarah @Saripati18
Buya melanjutkan petuahnya, "Boleh datang sebagai tamu, tetapi ingat, kami adalah bangsa merdeka dan tidak menganut Syiah".
Peziarah @Saripati18
Bahagia bisa mengenal Buya Hamka dan Buya Ghaffar Ismail (ayah Mas Taufik Ismail). Dua sosok ulama yang tegas dan penuh wibawa
Peziarah @Saripati18
Sayang sekali, Jokowi tak mau mendengar nasihat ulama. Saya teringat di pertemuan kiai-kiai Jakarta, Joko berbohong soal jababan gubernur
Peziarah @Saripati18
Kalau dengan ulama, para kiai saja, Jokowi berbohong, apalagi kepada rakyat biasa seperti saya.
Peziarah @Saripati18
ulama jamak dari alim, itu orang berilmu. di Indonesia, ulama selalu disandarkan pada orang yang berilmu dalam ranah ilmu-ilmu agama
Peziarah @Saripati18
Begitu juga dengan sebutan Kiai. Di Indonesia, sebutan kiai selalu disandarkan pada orang-orang yang punya wawasan luas dalam ilmu agama
Peziarah @Saripati18
Padahal sebutan Kiai dalam alur sejarah kata, itu panggilan bagi orang-orang yang punya keahlian dalam soal spiritual. Spiritual itu luas
Peziarah @Saripati18
KH Abdullah Faqih Langitan, merinci kata kiai sinonim dari kata "Sheikh" dalam bahasa Arab.Sheikh itu orang yg sampai pada derajat keutamaan
Peziarah @Saripati18
Sheikh itu sosok, 'man balagha rutbatal fadli', orang-orang yang telah sampai pada derajat keutamaan. Keutamaan laku lampah dalam hidupnya
Peziarah @Saripati18
Sementara @gusmusgusmu mendefinisikan Kiai, alladziina yandzuruunal ummah bi 'aynir rohmah; perhatian ke umat dengan pandangan KASIH SAYANG
Peziarah @Saripati18
Soal penulisan. Banyak yang salah kaprah. Ada yang menulis 'para ulama'. Ada juga yang menulis 'alim ulama'. Piye toh Mas. Itu keliru
Peziarah @Saripati18
Kesalahan penulisan 'para ulama' jelas. 'Para' itu menyiratkan lebih dari satu sementara 'ulama' bermakna jamak
Peziarah @Saripati18
Kesalahan lain penulisan 'alim ulama'. Salah karena mengawinkan tunggal dan jamak menjadi satu. Hal sepele tapi sering dilupakan
Peziarah @Saripati18
kesalahan kecil lain yg sering ditemui soal 'silahkan'.Harusnya silakan. Pada praktik bersila pun sering keliru. Kaki kanan harusnya di atas
Peziarah @Saripati18
Kalau Anda pernah 'bertemu' Sunan Kalijaga, lihat cara dia bersila. Kaki kanan di atas. Di masyarakat, sebagian besar kaki kiri yang di atas
Peziarah @Saripati18
hargai spesialiasi bidang kajian orang per orang. jika bukan bidang studi bahasa, lebih baik bertanya bukan mendebat
Peziarah @Saripati18
jadi jika seorang penguasa tak lagi mau mendengar kata-kata arif ulama, terus siapa yang mau didengar lagi?
Peziarah @Saripati18
Presiden atau pejabat apapun, jika mengambil kebijakan tanpa menyertakan kehadiran Tuhan, hakikatnya ia seorang ateis, abai akan Tuhan
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.