HARI KARTINI,ANTARA SEREMONIAL & DISKRIMINASI || By @Blacklawyer82

Chirpified
0
Black Lawyer @Blacklawyer82

Di hari Kartini, apa agenda bangsa dan negara utk mengatasi beragam bentuk diskriminasi terhadap perempuan?

21/04/2015 11:28:53 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Sejak tahun 1984, RI sudah meratifikasi Convention on the Elimination of Discrimination Againts Woman (CEDAW) melalui UU No. 7/1984.

21/04/2015 11:32:04 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Setelah CEDAW pun RI mengamandemen Konstitusi, menerbitkan UU HAM dan meratifikasi Hak-Hak Ekosob melalui UU No. 11/2005.

21/04/2015 11:33:35 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Tapi faktanya, pada tataran empiris, diskriminasi terhadap perempuan masih saja terjadi, bahkan di lingkungan institusi pemerintah & negara.

21/04/2015 11:34:52 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Kebijakan yang tidak memahami pengalaman perempuan, mengartikan emansipasi dan kesetaraan perempuan sebagai "sama dengan" laki-laki.

21/04/2015 11:39:46 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Padahal perempuan tidak sama dengan laki-laki, apalagi jika dilihat dari fisiologi dan fungsi reproduksi.

21/04/2015 11:44:31 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Yang mengenaskan, perempuan seringkali dapat stigma sbg sumber masalah moral. Padahal moralitas & dekadensi moral tak kenal jenis kelamin.

21/04/2015 11:47:37 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Sbg contoh: dalam kasus perkosaan ataupun masalah prostitusi, perempuan ditempatkan sbg sumber masalah dan sekaligus obyek.

21/04/2015 11:50:29 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Sdgkan contoh kebijakan yg tdk memahami pengalaman perempuan adl tdk tersedianya tempat khusus bg perempuan terkait fungsi reproduksinya.

21/04/2015 11:53:56 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Di bidang ketenagakerjaan dan hubungan industrial, diskriminasi terhadap pekerja perempuan, hingga saat ini masih banyak terjadi.

21/04/2015 11:55:45 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Terutama dalam hal benefit & allowance yang berbeda dengan pekerja laki-laki, padahal secara tipe & beban pekerjaan, tidak ada bedanya.

21/04/2015 11:57:05 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Konyolnya, diskriminasi tersebut dituangkan ke dalam Peraturan Perusahaan yg disahkan oleh instansi yg mengurusi ketenagakerjaan.

21/04/2015 12:01:35 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Maka jika peringatan Hari Kartini sekadar seremonial belaka dan hanya dimaknai "hari memakai kebaya", sungguh kegagalan pemahaman yg fatal.

21/04/2015 12:03:44 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Tiap tahun kita peringati hari Kartini, tp semakin hari semakin banyak pula iklan lowongan kerja buat perempuan yg syaratkan fisik tertentu.

21/04/2015 12:07:42 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Perempuan dimaknai hanya sebatas (keindahan) tubuhnya, sedangkan esensi eksistensi manusia yg terkait akal dan pikirannya dinafikkan!

21/04/2015 12:09:15 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Affirmative action utk mewujudkan kesetaraan perempuan tidak cukup hanya pada tataran regulasi, tp harus sampai tataran implementasi.

21/04/2015 12:18:07 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Batasan prosentase minimal keterwakilan perempuan dr total keseluruhan caleg daerah dan pusat, misalnya, hanya manis di tataran regulasi.

21/04/2015 12:26:03 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Faktanya banyak partai politik peserta pemilu yg melanggar persyaratan yg ditentukan oleh UU Pemilu dan UU Parpol tsb tp tidak dapat sanksi!

21/04/2015 12:29:36 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Pengurus parpol yg beralasan tdk memenuhi prosentase minimal keterwakilan perempuan krn sukar mendapatkan yg berkualitas, terlalu konyol.

21/04/2015 12:31:49 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Alasan tersebut sangat merendahkan kapabilitas dan kapasitas perempuan secara umum dan mengekalkan pandangan perempuan adl warga kelas dua.

21/04/2015 12:32:41 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Akhirnya kita sadar pandangan yg menempatkan perempuan sbg "warga kelas dua" yg bersumber dr budaya patriarkhi adl akar masalah itu sendiri.

21/04/2015 12:35:13 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Artinya, perwujudan kesetaraan perempuan memerlukan upaya dan gerakan yg lebih keras & progresif. Bukan sekadar peringatan seremonial.

21/04/2015 12:37:41 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Peringatan hari Kartini yg condong seremonial, sekadar slogan dan bernuansa romantisme, justru berpotensi memperparah situasi yg ada.

21/04/2015 12:50:04 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Peringatan hari Kartini seolah kondisi perempuan Indonesia sudah terbebaskan dari belenggu budaya dan struktur sosial politik yg menghisap.

21/04/2015 12:52:11 WIB
Black Lawyer @Blacklawyer82

Perjuangan Kartini hendaknya tidak dimaknai sbg sebuah keberhasilan & contoh ideal perempuan Indonesia krn faktanya Kartini msh terbelenggu.

21/04/2015 12:58:19 WIB
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!