MEGAWATI,ANAK SOEKARNO DENGAN CITA RASA SOEHARTO || By @PartaiSocmed

Chirpified
0
#99 @PartaiSocmed

Yang namanya karakter itu sulit utk diubah. Bahkan pengalaman pahit tak cukup untuk mengubahnya..

11/04/2015 11:36:54 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kita ingat pengalaman ketika Mega sebagai presiden dgn bangganya melambai2kan amplop pemecatan SBY sebagai menteri dulu

11/04/2015 11:38:08 WIB
#99 @PartaiSocmed

Lalu diikuti oleh komentar TK yg mengatakan SBY sebagai jenderal kekanak2an.

11/04/2015 11:39:11 WIB
#99 @PartaiSocmed

Publik menerjemahkan itu sebagai bentuk arogansi yg luar biasa. Apesnya peristiwa itu terjadi justru mendekati pemilu

11/04/2015 11:40:14 WIB
#99 @PartaiSocmed

Akibatnya elektabilitas Mega yg masih ingin nyapres terjun bebas. Sementara SBY justru meroket krn mendapat simpati publik

11/04/2015 11:42:02 WIB
#99 @PartaiSocmed

Perlu diingat bahwa pilpres langsung pertama terjadi di era Megawati. Ini dilatar belakangi peristiwa dipecundanginya beliau oleh Gus Dur

11/04/2015 11:45:55 WIB
#99 @PartaiSocmed

Mega dan PDIP menganggap pilpres langsung akan lebih menguntungkan krn manuver ala Amien Rais tak dimungkinkan lagi

11/04/2015 11:48:19 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan Mega menganggap bahwa elektabilitasnya masih sangat tinggi. Sehingga pilpres langsung adalah jalan yg disiapkan utk kemenangan Mega

11/04/2015 11:49:47 WIB
#99 @PartaiSocmed

Tak dinyana elektabilitas bisa berubah dgn cepat. Pilpres langsung yg harusnya jadi jalan utk menjamin kemenangan berubah jadi bumerang

11/04/2015 11:52:33 WIB
#99 @PartaiSocmed

Semua karena sikap Mega yg terlalu arogan. Dan SBY memanfaatkannya dgn sangat baik. Jadilah dia idola yg terzholimi oleh penguasa.

11/04/2015 11:54:48 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan kita semua tahu hasil pilpres 2004. Mega yg sebelumnya dgn senyum lebar melambai2kan surat pemberhentian SBY, diberhentikan oleh rakyat

11/04/2015 11:57:13 WIB
#99 @PartaiSocmed

Tak cukup sampai disitu, Mega yg kalah telak oleh mantan anak buahnya sendiri tidak terlihat elegan dalam menerima kekalahan.

11/04/2015 11:59:18 WIB
#99 @PartaiSocmed

Selama 10 tahun masa pemerintahan SBY, Mega tak sudi datang memenuhi undangan tujuh belasan di istana.

11/04/2015 12:03:16 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan publik pun membacanya sebagai sikap pendendam. Jadi secara sadar Mega mengajak publik mencatat karakternya yg arogan dan pendendam

11/04/2015 12:05:48 WIB
#99 @PartaiSocmed

Setelah 10 tahun "sakitnya tuh disana" melihat SBY sbg presiden, rupanya Mega yg sudah menua tidak hilang ambisinya untuk kembali jadi RI 1

11/04/2015 12:55:16 WIB
#99 @PartaiSocmed

Namun situasi tidaklah seperti tahun 98 ketika Mega sedang populer2nya. Tidak adanya SBY sebagai kompetitor bukan juga sebuah keuntungan

11/04/2015 12:58:59 WIB
#99 @PartaiSocmed

Nama2 tokoh baru yg di era reformasi tak terbayangkan sama sekali kini muncul dgn elektabilitas yg jauh melampaui Mega

11/04/2015 13:04:24 WIB
#99 @PartaiSocmed

Awal2 era reformasi nama Prabowo tak terpikirkan akan mencapai elektabilitas seperti tahun lalu. Apalagi Jokowi, siapa pula dia?

11/04/2015 13:07:01 WIB
#99 @PartaiSocmed

Namun itulah realita sejarah. Meski Mega masih tersandera oleh ambisinya, namun di partainya sendiri ada "bintang" yg sulit diabaikan.

11/04/2015 13:09:11 WIB
#99 @PartaiSocmed

Maka menjelang pemilu 2014 terjadi kegalauan luar biasa di kubu banteng. Terjadi tarik menarik perihal calon presiden dari PDIP

11/04/2015 13:14:49 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kubu yg ngotot ingin mencalonkan kembali Mega sebagai presiden tanpa perduli elektabilitasnya antara lain adalah geng Hasto.

11/04/2015 13:17:04 WIB
#99 @PartaiSocmed

Apesnya disana ada seorang Maruarar Sirait yg realistis melihat Jokowi lebih menguntungkan bagi PDIP jika dicapreskan dibanding Mega

11/04/2015 13:19:12 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan si Ara inilah kader PDIP yg sejak awal getol menyuarakan pencalonan Jokowi. Dia seperti tidak mau tahu si ibu masih menyimpan ambisi

11/04/2015 13:22:46 WIB
Load Remaining (18)

Comment

No comments yet. Write yours!