0
#99 @PartaiSocmed
Yang namanya karakter itu sulit utk diubah. Bahkan pengalaman pahit tak cukup untuk mengubahnya..
#99 @PartaiSocmed
Kita ingat pengalaman ketika Mega sebagai presiden dgn bangganya melambai2kan amplop pemecatan SBY sebagai menteri dulu
#99 @PartaiSocmed
Lalu diikuti oleh komentar TK yg mengatakan SBY sebagai jenderal kekanak2an.
#99 @PartaiSocmed
Publik menerjemahkan itu sebagai bentuk arogansi yg luar biasa. Apesnya peristiwa itu terjadi justru mendekati pemilu
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya elektabilitas Mega yg masih ingin nyapres terjun bebas. Sementara SBY justru meroket krn mendapat simpati publik
#99 @PartaiSocmed
Perlu diingat bahwa pilpres langsung pertama terjadi di era Megawati. Ini dilatar belakangi peristiwa dipecundanginya beliau oleh Gus Dur
#99 @PartaiSocmed
Mega dan PDIP menganggap pilpres langsung akan lebih menguntungkan krn manuver ala Amien Rais tak dimungkinkan lagi
#99 @PartaiSocmed
Dan Mega menganggap bahwa elektabilitasnya masih sangat tinggi. Sehingga pilpres langsung adalah jalan yg disiapkan utk kemenangan Mega
#99 @PartaiSocmed
Tak dinyana elektabilitas bisa berubah dgn cepat. Pilpres langsung yg harusnya jadi jalan utk menjamin kemenangan berubah jadi bumerang
#99 @PartaiSocmed
Semua karena sikap Mega yg terlalu arogan. Dan SBY memanfaatkannya dgn sangat baik. Jadilah dia idola yg terzholimi oleh penguasa.
#99 @PartaiSocmed
Dan kita semua tahu hasil pilpres 2004. Mega yg sebelumnya dgn senyum lebar melambai2kan surat pemberhentian SBY, diberhentikan oleh rakyat
#99 @PartaiSocmed
Tak cukup sampai disitu, Mega yg kalah telak oleh mantan anak buahnya sendiri tidak terlihat elegan dalam menerima kekalahan.
#99 @PartaiSocmed
Selama 10 tahun masa pemerintahan SBY, Mega tak sudi datang memenuhi undangan tujuh belasan di istana.
#99 @PartaiSocmed
Dan publik pun membacanya sebagai sikap pendendam. Jadi secara sadar Mega mengajak publik mencatat karakternya yg arogan dan pendendam
#99 @PartaiSocmed
Setelah 10 tahun "sakitnya tuh disana" melihat SBY sbg presiden, rupanya Mega yg sudah menua tidak hilang ambisinya untuk kembali jadi RI 1
#99 @PartaiSocmed
Namun situasi tidaklah seperti tahun 98 ketika Mega sedang populer2nya. Tidak adanya SBY sebagai kompetitor bukan juga sebuah keuntungan
#99 @PartaiSocmed
Nama2 tokoh baru yg di era reformasi tak terbayangkan sama sekali kini muncul dgn elektabilitas yg jauh melampaui Mega
#99 @PartaiSocmed
Awal2 era reformasi nama Prabowo tak terpikirkan akan mencapai elektabilitas seperti tahun lalu. Apalagi Jokowi, siapa pula dia?
#99 @PartaiSocmed
Namun itulah realita sejarah. Meski Mega masih tersandera oleh ambisinya, namun di partainya sendiri ada "bintang" yg sulit diabaikan.
#99 @PartaiSocmed
Maka menjelang pemilu 2014 terjadi kegalauan luar biasa di kubu banteng. Terjadi tarik menarik perihal calon presiden dari PDIP
#99 @PartaiSocmed
Kubu yg ngotot ingin mencalonkan kembali Mega sebagai presiden tanpa perduli elektabilitasnya antara lain adalah geng Hasto.
#99 @PartaiSocmed
Apesnya disana ada seorang Maruarar Sirait yg realistis melihat Jokowi lebih menguntungkan bagi PDIP jika dicapreskan dibanding Mega
#99 @PartaiSocmed
Dan si Ara inilah kader PDIP yg sejak awal getol menyuarakan pencalonan Jokowi. Dia seperti tidak mau tahu si ibu masih menyimpan ambisi
#99 @PartaiSocmed
Megawati adalah anak Soekarno dengan cita rasa Soeharto
#99 @PartaiSocmed
Dia tidak mau memperlihatkan ambisinya secara terbuka (meski menggebu2). Dan dia juga sangat dendam pada siapapun yg menghalangi ambisinya
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.