#NgajiHikam (104) Perbedaan Yang Membawa Rahmat by: @Sidogiri

"Yang mengkuatirkan bukanlah perbedaan jalan yg kau tempuh melainkan saat engkau termakan nafsumu sendiri"
islam religion membawa perbedaan rahmat
0
Pesantren Sidogiri @sidogiri
1) Malam ini #NgajiHikam bab-104 tweeps. Temanya seputar “Perbedaan yang Membawa Rahmat”. Ini dia himahnya~>> pic.twitter.com/o620hJfPjI
Expand pic
Pesantren Sidogiri @sidogiri
2) “Yang bikin khawatir bukanlah perbedaan jalan yang engkau tempuh. Namun yang mengkhawatirkan adalah saat engkau termakan nafsu sendiri.”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
3) Hikmah ini bukan presentasi elit liberalis yang bilang: “Semua agama benar, sebab menuju satu tuhan. Hanya cara ibadahnya yang berbeda!”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
4) Salah besar jika tesis mereka di amini oleh kita. Maka tak ada gunanya meladeni, sebab sejak awal tesis macam ini memang sudah keliru.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
5) Hikmah ibnu athaillah tadi dikhususkan bagi mereka yang beragama Islam; yang iman pada ke-esaan Allah saja. Yang beragama lain, minggir!
Pesantren Sidogiri @sidogiri
6) Sudah jamak dikemukakan data2 sejarah terkait perbedaan pemikiran antar Shahabat; antar ulama; bahkan juga antar penganut madzhab besar.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
7) Fakta sejarah menyebut, banyak sekali perbedaan yang terjadi antar ulama dimasa lampau. Tapi toh kesemuanya malah berbuah manis diakhir.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
8) Dari cara pandang fikih, misalnya, lahir Madzhab Hanbilah, Malikiyah, Syafiiyah & Hanafiyah. Empat madzhab ini memberkahi penganutnya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
9) Dalam bidang akidah, perbedaan mendasar juga terjadi: antara corak pandang Madzhab Asyariyah & Maturidiyah. Namun, tak ada fatalisme.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
10) Yang ada malah Rahmatan lil-Ummah. Tak perlu menjunjung egoisme, apalagi fanatisme buta yang sangat tak perlu. Yang ada, hati tentram.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
11) Nah, dalam cara beribadah mendekat pada Allah juga demikian. Pasti ada saja perbedaan yang terjadi. Baik yang vital maupun yang tidak.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
12) Itupun hanya di level mendasar saja & sama sekali tak menyentuh ranah paling penting dari inti ibadah. Wajar, sebab manusia berubah2.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
13) Maka, tepat sekali sikap bijak ibnu Athaillah dalam memandang ibadah: “Perbedaan jalan yang engkau tempuh bukanlah kekhawatirannya”.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
14) Wanti2nya justru teerletak di paruh hikmah berikutnya: “Namun yang paling mengkhawatirkan adalah saat engkau termakan nafsu sendiri.”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
15) Yang dikritisi Ibnu Athaillah disini bukanlah bentuk ibadahnya, tapi kesiapan totalitas diri kita saat ibadah menghamba kepada Allah.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
16) Maksudnya, variasi menghamba pada Allah tak jadi masalah. Yang jadi celaka adalah saat kita terikut tipuan nafsu yang menjerumuskan.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
17) Maka win2 solution-nya: benahi hati & diri sebelum masuk kawasan ibadah. Jerat dulu nafsu kita, agar hati lebih mantap menghadap-Nya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
18) Nafsu birahi memang jadi penghalang terkuat bagi manusia. Rasulullah juga sering mewanti2 agar selalu berjuang memerangi jerat nafsu.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
19) Hal ini bisa Anda baca dalam literatur Islam yang menyebut keindahan ibadah para ulama terdahulu. Mereka adalah teladan kita saat ini.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
20) Lihat pula bagaimana cara para ulama mengajak orang2 awam mengikuti jalan suluk yang benar. Jasa2 mereka seperti tak terhitung jari2.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
21) Bagaimana juga beliau2 memperlihatkan sikap kasih saat mereka melihat orang2 awam mulai berdebat tentang perbedaan variasi ibadah.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
22) Para ulama besar justru saling bergandengan tangan; merapatkan barisan, tanpa perlu saling mencela perbedaan prinsip pribadi masing2.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
23) Coba bayangkan andainya para ulama dahulu saling bertikai, menjunjung tinggi pendapat masing2? Betapa korat-karitnya situasi saat itu.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
24) Shahabat agung Rasulullah sering mencontohkan hal ini. Abu Bakar memuji Umar. Sayyidina Ali memuliakan Sayyidah Aisyah dimedan Jamal.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
25) Imam Syafii memuji tinggi gurunya, Imam Malik, yang berseberangan pendapat. Imam Hanafi kagum akan kealiman gurunya, Imam Syafii.
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.