2
Merapi Culture @djathilan
1. Kajian tentang profesi pelacuran ini memang tidak ada habisnya untuk dibahas sepanjang zaman. @TubasMediaCom pic.twitter.com/CjoIcNhdjX
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
2. diceritakan di wikipedia sebenanya sejarah profesi pelacuran ini adalah profesi sejak jaman dulu exist didunia @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
3. Para antropolog menggambarkan bahwa pelacuran merupakan fakta yang tak dapat dielakkan, @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
4. Pr antroplog melihat bhw pelacuran tdk lepas dr peninggalan masyarakat primitif yg pola matriarkhi. @TubasMediaCom pic.twitter.com/YQ93W1JYQW
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
5. Di Indonesia, pelacur punya sebutan yg beda sesuai kategori, ada ayam kampus, pecun,lonte dll @TubasMediaCom pic.twitter.com/FBjwUF0e3n
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
6. Sedangkan kaum feminis memandang bahwa pelacuran adalah akibat dari kuatnya sistem patriarkhi. @TubasMediaCom pic.twitter.com/Il05PJ0u8M
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
7. Sebutan sopan pelacur saat ini adalah PSK, Pekerja Seks Komersial, artinya mereka itu ada. @TubasMediaCom pic.twitter.com/xpnZe5DRuc
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
8. Sementara kaum Marxis melihat pelacuran sebagai akibat yang niscaya dari perkembangan kapitalisme @TubasMediaCom pic.twitter.com/ayw0m8ySSv
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
9. Pelacuran dalam sejarahnya juga bersanding erat dengan kepercayaan kebudayaan-istilah “pelacur kuil” (temple prostitutes). @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
10. Pelacuran model ini ditemukan di pada kebudayaan zaman Babilonia, Mesir Kuna, Palestina Kuna, Yunani, dan Romawi @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
11. Suatu masa, pelacuran ditempatkan tak lebih sebagai perbudakan. Mereka distempel sebagai masyarakat kelas bawah. @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
12. Biasanya mereka lebih banyak beroperasi di jalan-jalan. Di Yunani, pelacur jalanan disebut pornoi @TubasMediaCom pic.twitter.com/5X4gNf1m4Q
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
13. Masyarakat Yunani Kuna yang merupakan salah satu peradaban purba, jauh2 telah mengenal apa yg disebut “pelacuran kuil” @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
14. pelacur menyumbangkan uang hasil kerjanya untuk kuil Aphrodite demi mendapatkan berkah anugerah dari para dewi. @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
15. Mereka disebut dengan nama Hierodouli. Kebiasaan-kebiasaan seksual pun telah bertumbuh secara variatif. @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
16. Mereka telah mempraktikkan gaya-gaya seks seperti vaginal, anal, kontak paha, oral, threesome, gaya 69, sadisme dll. @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
17. Di Romawi, pelacur dianggap pengganggu anak2, dan diharuskan menggunakan pakaian tertentu untuk membedakan @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
18. Lebih ketat lagi, Asysyiria menetapkan pasal hukuman bagi pelacur yang membuka tutup kepalanya sebagai trade mark-nya @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
19. Di India Kuna, pelacur rendahan ini disebut khumbhadasi. @TubasMediaCom @M4ngU5il pic.twitter.com/An33O4snT1
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
20. Pd masyarakat India Kuna, kaum wanita dr golongan rendah hanya diberi 2 pilihan, menikah atau menjadi pelacur. @TubasMediaCom @M4ngU5il
Merapi Culture @djathilan
21. Sementara di Cina, pelacuran sudah mulai ditempatkan di rumah2 khusus. Pelacur yg berasal dr gol rendah disebut wa she. @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
22. Pada masa Dinasti Han, pelacur golongan ini dirumahkan bersama-sama dengan penjahat, tahanan perang, dan budak. #PSK @TubasMediaCom
Merapi Culture @djathilan
23. Namun, Pelacur tidak selamanya dipandang sebagai profesi rendahan dan hina #PSK @TubasMediaCom pic.twitter.com/hD47PiuX59
Expand pic
Merapi Culture @djathilan
24. Dalam beberapa bangsa dahulu, pelacur justru menempati kedudukan terhormat. #PSK @TubasMediaCom pic.twitter.com/v9JBFwLy1u
Expand pic
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.