Ini Rekomendasi Partai Perindo untuk Mengatasi Pelemahan Rupiah

Chirpified
0
Partai Perindo @PartaiPerindo

1. Pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi saat ini membuat kesenjangan semakin lebar

16/03/2015 14:34:55 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

2. Indonesia banyak impor bahan pokok, melemahnya rupiah membuat kualitas hidup rakyat kurang mampu makin berat pic.twitter.com/90txZNIfkR

16/03/2015 14:40:36 WIB
Expand pic
Partai Perindo @PartaiPerindo

3. “Dulu kita impor barang-barang mewah. Tapi sekarang kita impor bahan-bahan pokok,” Ketum Bpk @Hary_Tanoe pic.twitter.com/0OmV1qbKkO

16/03/2015 14:45:56 WIB
Expand pic
Partai Perindo @PartaiPerindo

4. "Ketika dolar AS naik masyarakat bawah yang paling merasakan dampaknya," Ketua Umum Partai Perindo Bpk @Hary_Tanoe

16/03/2015 14:48:03 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

5. Sekitar 70%-80% kebutuhan susu dan kedelai dipenuhi dari impor. Indonesia juga impor jagung, gula, daging, garam dsb

16/03/2015 15:03:15 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

6. Butuh langkah cepat dan tepat untuk membenahi perekonomian nasional. Termasuk untuk mengatasi pelemahan rupiah

16/03/2015 15:06:14 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

7. Ketum Partai Perindo @Hary_Tanoe : Pemerintah harus segera menata ekonomi nasional dari basis konsumsi menjadi basis investasi & produksi

16/03/2015 15:56:17 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

8. "BI dan pemerintah harus mendorong kredit perbankan ke dunia usaha dan sektor produktif," Ketum Partai Perindo Bpk @Hary_Tanoe

16/03/2015 15:56:46 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

9. Sektor produktif membuka lapangan kerja, pendapatan masyarakat meningkat, ekonomi domestik bertumbuh

16/03/2015 15:57:14 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

10. Salurkan kredit ke sektor produktif lebih banyak dibanding konsumtif. Sebab konsumtif yang tinggi memicu inflasi

16/03/2015 15:57:49 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

11. Ketum Partai Perindo Bpk @Hary_Tanoe: BI perlu mengkaji peningkatan suku bunga menjadi 7.75%

16/03/2015 15:58:11 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

12. "Pemerintah harus tegas mengatasi transfer pricing atas ekspor nonmigas," Ketua Umum Partai Perindo Bpk @Hary_Tanoe

16/03/2015 15:58:31 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

13. Ketum Bpk @Hary_Tanoe : Transfer pricing atas ekspor mengurangi penerimaan pajak dan meningkatkan dolar terparkir di luar negeri

16/03/2015 15:58:55 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

14. Transfer pricing kebijakan perusahaan menentukan nilai transaksi berupa barang, jasa, harta tak berwujud, atau transaksi finansial

16/03/2015 15:59:16 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

15. Dalam transfer pricing kerap terjadi transaksi dengan nilai tidak wajar. Bisa menaikkan atau menurunkan harga dalam transaksi

16/03/2015 15:59:36 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

16. Dalam transaksi ekspor, hal tidak wajar yang kerap terjadi adalah menurunkan nilai penjualan. Termasuk untuk produk komoditas

16/03/2015 16:00:07 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

17. Pengurangan nilai jual tersebut agar keuntungan terlihat tipis, bertujuan untuk mengurangi pajak

16/03/2015 16:00:27 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

18. Contoh perusahaan A di Indonesia,membuat produk dgn harga Rp 1.000 per produk. Ekspor ke perusahaan B di negara berpajak rendah Rp 1.050

16/03/2015 16:01:14 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

19. Kemudian perusahaan B menjual produk tersebut dengan harga wajar Rp 1.300 per produk

16/03/2015 16:07:57 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

20. Akibat transfer pricing tersebut negara rugi karena penerimaan pajak lebih rendah dari seharusnya.

16/03/2015 16:10:30 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

21. Di berbagai media diberitakan potensi kehilangan akibat transfer pricing lebih dari Rp 1.000 triliun per tahun

16/03/2015 16:16:58 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

22. Selain itu dolar yang seharusnya di Indonesia, jadi terparkir atau berada di negara lain

16/03/2015 16:18:31 WIB
Partai Perindo @PartaiPerindo

23. Di negeri yang sangat kaya ini, cadangan devisa kita sangat kecil, hanya sebesar 115,5 miliar dolar AS per akhir Februari 2015

16/03/2015 16:21:15 WIB

Comment