#NgajiHikam (94) Ketika Kemaksiatan Lebih Baik Dari Ketaatan by: @Sidogiri

Adakah kemaksiatan yg lbh baik dari ketaatan? Kemaksiatan yg melahirkan rasa hina di hadapan Allah jauh lebih baik drpd ketaatan yg melahirkan rasa bangga...
islam religion kemaksiatan ketaatan
0
Pesantren Sidogiri @sidogiri
1) Assalamualaikum Tweeps, kami mencoba menyapa kembali dengan #NgajiHikam, yang semoga terus istikamah menemani ruang temlen Anda. Amin...
Pesantren Sidogiri @sidogiri
2) Kini memasuki #NgajiHikam bab-94 lho! Ini dia tema kita malam ini~>> pic.twitter.com/7opxbxJdzK
Expand pic
Pesantren Sidogiri @sidogiri
3) “Kemaksiatan yang melahirkan rasa hina (di hadapan Allah), jauh lebih baik dari ketaatan yang melahirkan rasa bangga dan jumawa.”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
4) Butuh usaha ekstra untuk bisa memahami hikmah ini, biar awam tidak timbul tanda tanya: Adakah kemaksiatan lebih baik dari ketaatan?”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
5) Sekilas hikmah ini rentan disalah-tafsirkan. Tapi jika ditelusuri dengan mengikuti arahan pemahaman yg ada didalamnya, barang kali tidak.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
6) Hikmah kali ini erat kaitannya dengan hikmah sebelumnya. Boleh jadi hikmah ke-94 ini adalah alasan dari hikmah bab-93 tadi malam tweeps.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
7) “Anda berbuat taat, tapi belum tentu oleh Allah diterima. Kadang, Anda ditakdir berbuat dosa, tapi lantas Anda temui jalan ridha-Nya.”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
8) Mungkin Anda akan bertanya: kok bisa ketaatan membuat seseorang jauh dari Allah, sedang kemaksiatan justru mendatangkan keridhaan-Nya?
Pesantren Sidogiri @sidogiri
9) Jawabannya, karena: “Kemaksiatan yang melahirkan rasa hina, lebih baik dari ketaatan yang melahirkan rasa bangga & jumawa.”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
10) Mungkin Anda bertanya lagi: “Mana ada kemaksiatan lebih baik dari ketaatan? Jika demikian, tak ada gunanya kita berbuat taat ibadah?.”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
11) Eits, jangan terburu-buru. Yuk kita kaji bareng2 hikmah ini, agar tidak timbul kesenjangan pemahaman yang bisa memicu kedangkalan iman.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
12) Pertama, yang perlu dipahami adalah pernyataan: "kemaksiatan melahirkan rasa hina dan ketaatan melahirkan rasa pongah dan bangga" tadi.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
13) Dari sini, kalau boleh jujur, ketaatan yang bisa bikin pelakunya bangga sejatinya bukanlah ketaatan sejati yang sesungguhnya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
14) Jika demikian, anggapan "maksiat lebih baik dari ketaatan" tertepis dg sendirinya. Yang ada kini rivalitas: antara maksiat vs maksiat.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
15) Sekali lagi perlu dipahami, jika ketaatan yang membuat bangga sejatinya bukanlah ketaatan, melainkan maksiat yang dibungkus ketaatan.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
16) Mengapa demikian? Sebab Allah hanya memerintah kita untuk beribadah (taat), dan melarang keras para pelaku ibadah berbangga dg amalnya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
17) Bisa jadi, ketaatan yang persembahkan namun jauh dari keabsahan, malah tercoreng oleh rasa bangga yang jelas-jelas adalah kedurhakaan.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
18) Ibadah yang Allah perintahkan hanya akan membuahkan "diterimanya amal", sebab kita telah bertawajjuh dengan menghinakan diri kepada-Nya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
19) Allah menyiapkan banyak hikmah dibalik berbagai cobaan-Nya. Hikmah yang paling besar adalah rasa hina sebagai hamba faqir kepada Allah.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
20) Maksud dari "cobaan" disini jangan sampai maknanya di persempit sebatas pada musibah fisik, finansial atau kepelikan hidup saja. Tidak!
Pesantren Sidogiri @sidogiri
21) Bahkan seorang hamba yang terjatuh kelembah maksiat juga bisa disebut sedang tertimpa "cobaan" berupa musibah atau bala’ dari Allah.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
22) Sebenarnya musibah berupa kemaksiatan itu jauh lebih parah ketimbang musibah yang menimpa tubuh, kekayaan atau hal duniawi lainnya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
23) Maka dibalik musibah yang menimpa, selayaknya seorang hamba sadar bahwa ia tak boleh bangga dengan amal saleh yang telah dilakukannya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
24) Ia tak boleh jumawa atau berbangga dengan keistikamahan yang Allah anugerahkan, serta wirid yang rutin ia lakukan saban harinya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
25) Kesombongan setelah ketaatan tentu saja lebih besar dosanya, ketimbang sekedar kesombongan sebab bermewahan dengan kekayaan sendiri.
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.