0
Pribumi Nusantara @TPK_RI
Selamat malam tepekars. Kita akan bahas soal modus dan tujuan Ahok mengungkap "Anggaran Siluman". Apa sebenarnya? Simak!
Pribumi Nusantara @TPK_RI
1. Perlu kalian ketahui sebelumnya, bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Zhong Wanxue dibackup oleh Yahudi dan Barat.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
2. Ahok memiliki banyak jaringan media yg dibayar oleh pengusaha hitam dibelakang dirinya. Tentu para pengusaha hitam tsb meminta imbalan.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
3. Mereka meminta proyek-proyek di Pemda dimenangkan olehnya. Selain itu, Ahok dan keluarganya serta kroni Chinnes mengendalikannya.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
4. Para pengusaha yg membackup Ahok dan Jokowi itu satu paket. Mereka sama-sama memanfaatkan keduanya, melalui jaringan media bayaran.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
5. Dukungan medsos dan para akun bayaran, telah dipersiapkan sebelumnya. Mereka bertugas menjaga citra Ahok dimata publik. Sadari itu!
Pribumi Nusantara @TPK_RI
6. Kini Ahok tengah mengeluarkan amunisinya, berupa pembongkaran "Anggaran Siluman" yg tentu ada kepentingan politik dan bisnis.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
7. Kepentingan politiknya, Ahok tengah dipersiapkan menuju kursi Presiden RI. Awas, hati-hati kalian, jgn terpengaruh oleh citra palsunya.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
8. Kepentingan bisnis, Ahok tengah menyusun strategi e-Budgeting yg menguntungkan pihak asing, kroni-kroni dan dirinya.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
9. E-Budgeting merupakan langkah politik Ahok guna menguasai semua proyek yg dia handel. Dgn cara merekayasa APBD 2015 yg dilaporkan dirinya
Pribumi Nusantara @TPK_RI
10. Sistem anggaran e-budgeting yg digembar-gemborkan Ahok tercium ada kepentingan asing di balik penggunaan sistem tersebut.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
11. E-budgeting itu untuk mengamankan pengusaha asing yg selama ini membackup Ahok. Itulah balas budi Ahok pada mereka.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
12. e-budgeting merupakan program Bank Dunia, IMF dan ADB agar dana mereka bisa aman di Jakarta. Melalui cara menggusur APBD DKI.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
13. Selain itu pihak yg paling diuntungkan dgn e-budgeting adalah pengusaha multi national corporation yg bisa leluasa memainkan APBD DKI.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
14. Asing bisa memainkan karena konsep melalui e-budgeting Ahok tdk perlu lagi minta persetujuan DPRD atau legilslatif.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
15. Padahal UU mengatur budgeting atau anggaran harus melibatkan legislatif. Kalau DPRD tdk diterlibatkan, maka asing bisa leluasa bermain.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
16. Contohnya soal dana recovery, 100 persen asing yg atur, rakyat dan DPRD tak bisa kontrol. Manipulasi di dana reccovery itu luar biasa.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
17. Dlm sistem anggaran e-budgeting, mafia-mafia lokal tdk bisa bermain krn sudah di-protect pemain asing.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
18. Rakyat pun tak bisa berbuat banyak untuk mengontrol saat asing masuk di APBD. Tp Ahok tetap bersikeras menggunkan sistem e-budgeting.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
19. Kepentingan asing yang gunakan dana pemerintah DKI Jakarta bisa sampai 1000 triliun. Misalnya ada Giant Seaworld yg nilainya Rp. 300 T.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
20. Atau ada juga reklamasi yang sampai ratusan triliun. Ini diluar kontrol rakyat semua. Bisa dibayangkan, rakyat DKI akan semakin susah.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
21. Adapun kisruh terkait "Anggaran Siluman" pada APBD 2015, lebih mudah kita simpulkan bahwa "Ahok, Maling Teriak Maling".
Pribumi Nusantara @TPK_RI
22. Opini publik yg dibentuk media belakangan ini memposisikan pihak DPRD paling bersalah terkait anggaran siluman yg dituding-tuding Ahok.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
23. Contohnya, Pengadaan UPS (Uninterruptible Power Supply). Tidak mungkin eksekutif tdk ikut main, krn memang pelaksanaannya di eksekutif.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
24. Sesama maling teriak maling, sembunyi dibalik dinding. Bisanya menuding, padahal dia sendiri maling.
Load Remaining (17)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.