0
Jogja Gumregah @jogjagumregah
Masih ingat tentang heboh tagar “#togua” di media sosial? Tagar ini adalah plesetan dari Jogja karena typografinya yang terbaca "Togua"
Jogja Gumregah @jogjagumregah
Waktu itu tagar #Togua sempat trending topic nasional. Artinya adalah banyak orang yang berkontribusi, baik di Jogja maupun di luar Jogja.
Jogja Gumregah @jogjagumregah
Segala sesuatu yang terjadi di Jogja memang asyik untuk dibahas.
Jogja Gumregah @jogjagumregah
Nah, kritikan-kritikan ini bisa kita maknai sebagai bentuk kecintaan mereka pada Jogja. Bahwa mereka menginginkan yang baik untuk Jogja.
Jogja Gumregah @jogjagumregah
1. Akhirnya, setelah heboh “togua” Pemda DIY membuka ruang partisipasi warga untuk merumuskan rebranding Jogja
Jogja Gumregah @jogjagumregah
2. Kemudian dibentuklah Tim11 yang ditugaskan melalui Surat Keputusan Gubernur untuk memfasilitasi partisipasi warga dalam rebranding Jogja
Jogja Gumregah @jogjagumregah
3. Para anggota Tim11 bersepakat bahwa kerja mereka sukarela, tidak mau menerima honor dan juga tidak meminta dana operasional.
Jogja Gumregah @jogjagumregah
4. Mereka menyusun konsep “Urun Rembug” sebagai sebuah proses penciptaan bersama (co-creation) bukan lomba desain logo,
Jogja Gumregah @jogjagumregah
5. Hasil dari Urun Rembug Jogja ini berhasil menjaring 2166 urunan logo dan tagline yang dikirim oleh 1191 orang
Jogja Gumregah @jogjagumregah
6. Dari 3 logo terpilih, salah satu dipilih oleh Sri Sultan HB X. Tagline “Istimewa” terpilih karena 40% penyumbang tagline mengusulkannya.
Jogja Gumregah @jogjagumregah
7. Setelah hampir tiga bulan bekerja, akhirnya pada tanggal 5 Februari 2015, rebranding Jogja yang baru diumumkan lengkap dengan filosofinya
Jogja Gumregah @jogjagumregah
8. Sembilan arah pembangunan Jogja Renaisans yang meliputi ; pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi…
Jogja Gumregah @jogjagumregah
9. ...pangan, kesehatan, keterlindungan warga, tata ruang dan lingkungan, disimbolkan dalam huruf “g” yang berbentuk angka sembilan
Jogja Gumregah @jogjagumregah
10. Ada filosofi Cokro Manggilingan; wiji wutuh, wutah pecah, pecah tuwuh, dadi wiji, yang menjadi pedoman...
Jogja Gumregah @jogjagumregah
11. ...pembangunan yang lestari dan selaras dengan alam dalam huruf “j” dalam bentuk biji dan daun juga lubang pada huruf “g”
Jogja Gumregah @jogjagumregah
12. Huruf “g” dan “j” yang saling memangku dan bersinggungan melambangkan semangat “Hamemayu Hayuning Bawana”
Jogja Gumregah @jogjagumregah
13. Warna merah yang digunakan sebagai warna resmi logo berasal dari lambang kraton. Merah mencerminkan keberanian, ktegasan, kbulatan tekad
Jogja Gumregah @jogjagumregah
14. Tagline “Istimewa” mcerminkan keistimewaan Jogja yg progresif, berintegritas, dan memiliki diferensiasi yang kuat dibanding daerah lain.
Jogja Gumregah @jogjagumregah
15. Jargon dibumikan menjadi “Jogja Gumregah” dan diturunkan sebagai sebuah gerakan kebudayaan untuk membuktikan “keistimewaan”
Jogja Gumregah @jogjagumregah
16. Proses Urun Rembug Rebranding Jogja adalah penanda terbukanya ruang-ruang diskusi antara Pemda DIY dan warganya
Jogja Gumregah @jogjagumregah
17. Launching citizen branding “Jogja Istimewa” yang digarap secara partisipatif antara Pemda dan masyarakat dikemas dalam Pisowanan Agung.
Jogja Gumregah @jogjagumregah
18. Maka 7 Maret 2014, pukul 14:00 s/d 18:00 yang juga bertepatan dengan pengetan jumenengan Sri Sultan HB X ke-26 ada kirab kebudayaan.
Jogja Gumregah @jogjagumregah
19. “Jogja Istimewa” lengkap dgn filosofinya sebagai “pusaka masa kini” diharapkan menjadi senjata Yogyakarta dalam menjawab tantangan jaman

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.