Muamalah Mensucikanmu Dari RIBA

Seperti wudhu yang membersihkan anggota tubuh, bermuamalah jugamembesihkan kehiodupan dari Riba. Saatnyaberhijrah. Ada jalan jauhi bank dan uang kertas.
publicpolicy dinar muamalah pasar RIBA
0
Zaim Saidi @ZaimSaidi
1. Uang kertas dan bank itu seperti ikan dan airnya. Tidak bisa dipisahkan. Ini kehidupan Riba. Saat ini kita juga yg menyuburkannya.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
2. Allah SWT mengharamkan, bahkan memerangi, Riba. Kita tidak punya pilihan, harus mentaatinya. Dosa riba setara 36x berzina.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
3. Untuk bisa bebas dari Riba, kita tidak bisa sekadar anti: antiuang kertas, antibank. Kita harus mengubah perilaku kita.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
4. Kita nyatakan dalam diri: bank adalah Riba, haram, saya harus meninggalkannya. Lalu berbuat atas sikap tersebut.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
5. Kita berbuat menegakkan yg halal, yaitu pengganti bank dan uang kertas. Gunakan Dnar dan Dirham, dalam perdagangan, sedelah, dll.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
6. Tentu tidak bisa seperti membalik tangan. Bertahap, sedikit demi sedikit, masih campiur dengan kertas. Tapi mulai berubah.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
7. Sebab, tanpa berubah, dan kita hanya mengecam Riba, mengecam bank, tanpa menegakkan yg halal, tetaplah pakai bank dan uang kertas.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
8. Akhirnya jalan yg ditempuh adalah mengislamkan kapitalisme. Hasilnya sekadar embel2 Islam, atau syariah, di belakang kapitalisme.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
9. (memang kosong, salah penomoran)
Zaim Saidi @ZaimSaidi
10. Di sana ada bank, kita buat bank syariah. Di sana ada asuransi, kita buat asuransi syariah. Pasar saham, pasar saham syariah. Dst
Zaim Saidi @ZaimSaidi
11. Tidak ada yang berubah pada isinya. Substansinya sama. Cuma botolnya berubah. Bahkan hanya labelnya.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
12. Prosedur dan akadnya saja dikuatik-katik, dipermak, yang menjadikan riba yg haram seolah jadi halal. Riba lewat pintu belakang.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
13. Maka, sekali lagi, untuk keluar dari sistem Riba ini ada dua hal yg harus kita lakukan. Jelas bukan dg mensyariahkan kapitalisme.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
14. Pertama, ubah perilaku kita, tinggalkan bank, dan segala produknya, terutama mulai dengan kurangi uang kertas. Ganti Dinar dan Dirham.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
15. Kedua, ubah lingkungan kita, sehingga kita bisa tidak perlu bank dan uang kertas. Mulai dengan Dinar dan Dirham itu.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
16. Penggunaan Dinar Dirham tenbtu tidak serta merta. DnD tidak cocok dg lingkungan ribawi saat ini. Kita hrs ciptakan habitatnya sendiri.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
17. Habitat DnD adalah perdagangan riil, bukan ekonomi spekulatif ribawi. Maka perlu para pedagang yang menerima pembayaran dg DnD.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
18. Mulai dari diri kita sendiri. Mikiki, dan transaksilkan DnD, dalam kita jual beli. Perbesar komunitas @jawaradinar yg sudah ada ini.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
19. Habitat utama DnD adalah pada zakat. Zakat hanya sah dibayar dg ayn, dengan komoditi yg ditetapkan, tdak bisa dg kertas.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
20. Zakat hewan dibayar dengan hewan. Zakat tanaman dibayar dg tanaman. Zakat uang dibayar dengan dinar emas atau dirham perak.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
21. Selanjutnya, bertahap, harus dibuat sarana dan prasarana yg memudahkan transaksi: transfer, jasa pembayara, dan penyimpanan.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
22. Pasar-pasar diselenggarakan di mana kita semua bisa jual beli dengan DnD. Ini sudah dirintis melalui #FHP, Festival Hari Pasaran.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
23. Secara individual, kita semua, Anda dan saya, bisa terus memperluas penggunaan DnD. Buat sedekah, kado, jual beli yg kita bisa.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
23. Kita tidak boleh menunggu, mengandalkan orang lain, bersikap: 'nanti aja kalau udah lazim, baru saya ikut pakai.' Jadilah pelopor.
Zaim Saidi @ZaimSaidi
24. Justru Andalah, ketika belum banyak yg mengerti dan menjalankan, menjadi garis depan. Memulai, mengajak, memperbesar.
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.