0
Pesantren Sidogiri @sidogiri
1. Assalamualaikum Tweeps! Mari kita lanjutkan serial #NgajiHikam edisi 84. Tema: “Kemuliaan Bersama Allah, Kemuliaan yang Tak Pernah Sirna”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
3. “Jika mendambakan kemuliaan yang tak sirna, janganlah bertaut pada hal-hal yang pasti binasa.”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
4. Menjadi mulia, berarti seseorang menghindari kehinaan & hal2 yang dihinakan oleh orang lain. Ini tentu berbeda makna dengan takabur.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
5. Jika menjadi mulia itu berarti hal terpuji, maka takabur adalah hal nista yang sangat dibenci.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
6. Insting manusia ingin menjadi mulia, meski di sisi lain ia tercipta sebagai makhluk yang lemah secara naluriahnya. QS. An-Nisâ’ [28]
Pesantren Sidogiri @sidogiri
7. Nah, utk menjadi mulia manusia membutuhkan hal2 yang memperbantuinya, atau dg kata lain ia butuh proteksi agar tdk jatuh ke lembah hina.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
8. Nalurinya yang lemah menyebabkan ia menjadi hina, namun sejatinya secara fitrah ia ingin menjadi mulia.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
9. Mutlak dibutuhkan penopang agar manusia tetap menjadi mulia di tengah kubangan fitrahnya tercipta sebagai makhluk lemah.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
10. Untuk menjadi mulia manusia bisa menggunakan harta kekayaan, pangkat dan jabatan atau bahkan kekuatan dalam tubuhnya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
11. Tapi apakah semua itu menjamin manusia abadi dalam kemuliaannya, apa jaminan untuk tidak terjatuh kelembah nista?
Pesantren Sidogiri @sidogiri
12. Ibaratnya jika hamba meletakkan kemuliaan pada selain Allah, sama saja dengan menggantungkan harapan pada ranting-ranting pohon.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
13. Semakin tua ranting itu, maka akan semakin mendekati kerapuhan dan tiba saatnya akan tumbang.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
14. Begitu juga hamba yang mencari sebab kemuliaan dengan harta, maka saat roda berputar, suatu saat tiba gilirannya ia jatuh miskin.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
15. Ketika ia mencari kemuliaan dg jabatan, maka saat tiba masa lengser jabatannya, sirnalah kemuliaan itu.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
16. Kembali pada pemahaman di atas, bahwa manusia secara naluriah adalah lemah dan pada saat yg bersamaan ia ingin menjadi mulia.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
17. Lalu siapa yang mampu memberi pertolongan kepada manusia agar bisa abadi dalam kemuliannya?
Pesantren Sidogiri @sidogiri
18. Kita harus menyadari bahwa semua selain Allah itu sirna, atau bahkan tiada nilai sama sekali di dalam wujudnya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
19. Kita sadar bahwa Allah penggerak segala sesuatu, tapi masih saja kita memuliakan diri dg sesuatu yg sirna, apa itu bukan bodoh?
Pesantren Sidogiri @sidogiri
20. Hamba yg menautkan kemuliaan pd harta, jabatan, atau kekuasaan, tak ubah orang yg menaruh cita-cita tinggi pd rapuhnya rumah laba-laba.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
21. Hamba yang berpegangan pd ajaran Allah dg sungguh2, dan menjdikan ibadahnya sebagai persembahan terindah bagi-Nya >>
Pesantren Sidogiri @sidogiri
22. >>Maka ia terjaga dari ketidak abadian dalam kemuliaan yang diraih, meski jabatan dan kekayaan telah hilang darinya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
23. Jika ia kaya, maka tak sedikitpun kekayaan itu mempengaruhi kemuliaannya & jika ia miskin, tak secuil pun kefaqirannya membuat ia hina.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
24. Kita tengok kehebatan Sayyidina Umar pd waktu Islam mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahannya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
25. Dua imperium besar, Persia & Romawi takluk di bawah bendera Islam. Pertahanan militer Islam menjadi kekuatan yg menciutkan nyali lawan.
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.