Korupsi Vaksin Flu Burung, Bambang Widjojanto Amankan Keluarga Nazaruddin - By @TPK_RI

Lama kasus ini tak diusut hingga tuntas, kini Bareskrim Polri menerima Laporan kembali kasus Korupsi Pembangunan Proyek Pabrik Vaksin Flu Burung.
0
Pribumi Nusantara @TPK_RI

Jiwa Pemimpin itu tidak bisa dibentuk, tetapi alamiah. Bila jiwa pemimpin bentukan, maka akan melahirkan kekacauan.

26/02/2015 15:28:02 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

Taraaam | Kita bahas kasus lama yg kini tlh dilaporkan kembali ke Bareskrim Polri, yakni kasus proyek pembangunan pabrik vaksin flu burung.

28/02/2015 12:17:25 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

1. Proyek pembangunan pabrik vaksin flu burung di Kemenkes thn 2009, semula bernilai Rp. 360 M melonjak Rp. 2,3 T. pic.twitter.com/lHvshQ4INF

28/02/2015 12:20:54 WIB
Expand pic
Pribumi Nusantara @TPK_RI

2. Menurut hasil laporan audit BPK ditemukan korupsi dlm pengajuan anggaran dan realisasi pengadaan sarana dan prasarana di Kemenkes.

28/02/2015 12:23:50 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

3. Dari hasil audit BPK tercatat total anggaran proyek vaksin flu burung thn anggaran 2008-2011 sebesar Rp. 2.252.342.095.000.

28/02/2015 12:25:27 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

4. Dari anggaran proyek tsb yg direalisasikan dlm pengadaan sarana dan prasarana hanya Rp. 926.195.892.500, sedangkan sisanya dikorupsi.

28/02/2015 12:27:18 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

5. Dan inilah temuan kejahatan korupsi di Proyek Pembangunan Pabrik Vaksin Flu Burung. Pertama, pengadaan pabrik vaksin flu burung.

28/02/2015 12:30:01 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

6. Hingga thn 2010 mencapai Rp. 718,8 M itu tdk direncanakan sesuai ketentuan perundang-undangan yg berlaku.

28/02/2015 12:31:45 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

7. Kedua, ada kolusi para pihak dlm pengadaan pabrik vaksin flu burung. Indikasi kerugian negara sebesar Rp. 347.454.559.601.

28/02/2015 12:34:06 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

8. Ketiga, ada kolusi dlm pengadaan System Connecting fasilitas produksi vaksin yg merugikan keuangan negara senilai Rp. 107 miliar.

28/02/2015 12:35:42 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

9. Ada mark up harga item pekerjaan mekanikal elekrikal dlm pekerjaan connecting, kerugian negara sebesar Rp. 4,2 miliar.

28/02/2015 12:36:57 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

10. Kelima, ada laporan progres pekerjaan fiktif pembangunan System Connecting fasilitas produksi, kerugian negara sebesar Rp. 7,5 miliar.

28/02/2015 12:38:25 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

11. Keenam, ada pelanggaran hukum / UU dlm pekerjaan jasa konsultan perencana yg merugikan negara Rp. 694 juta dan Rp. 246 juta.

28/02/2015 12:40:35 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

12. Ketujuh, pelanggaran dlm pekerjaan jasa konsultan managemen konstruksi dan mark up yg merugikan negara Rp. 174 juta dan Rp. 132 juta.

28/02/2015 12:42:49 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

13. Kedelapan, proses lelang pengadaan barang & jasa konsultan pengawasan peralatan fiktif olh PT. Anugerah Nusantara yg merugikan Rp. 1,3 M

28/02/2015 12:44:29 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

14. Kesembilan, pengalihan peruntukan anggaran dr bantuan untuk PT. Bio Farma kpd UNAIR akibatkan penambahan biaya pembangunan Amimal BSL-3.

28/02/2015 12:46:02 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

15. Dlm kasus ini, M. Nazaruddin & adiknya, M. Nasir adlh org yg mengatur PT. Anugerah Nusantara sbg pemenang tender. pic.twitter.com/xQKdxggJzL

28/02/2015 12:48:33 WIB
Expand pic
Pribumi Nusantara @TPK_RI

16. Perkongsian kakak beradik ini memiliki rekam jejak panjang, antara lain tercatat sbg pendiri, pemegang saham & pengurus PT. Anak Negeri,

28/02/2015 12:50:14 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

17. PT. Mahkota Negara, PT. Pasifik Putra Metropolitan, PT. Permai Group dan PT. Anugerah Nusantara. Itulah perusahaan keduanya yg diketahui

28/02/2015 12:51:19 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

18. Mengapa Kemenkes ceroboh dgn menunjuk PT. AN sbg pemenang tender? Pdhal pengalaman menangani proyek sebesar pembangunan pabrik tak ada.

28/02/2015 12:58:45 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

19. Perlu diketahui bahwa PT. Anugerah Nusantara berdiri pada Januari 1999 dgn akta notaris Asman Yunus. Dan para pendirinya M. Nazaruddin,

28/02/2015 13:00:27 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

20. M. Nasir, M. Ali dan M. Yunus Rasyid dgn modal setor sebesar Rp. 600 juta. Selanjutnya tahun 2006 terjadi perubahan anggaran dasar.

28/02/2015 13:02:00 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

21. Dgn kepemilikan saham M. Nazaruddin menjadi Rp. 30 miliar, Rizal Ahmad Rp. 2,5 Miliar dan M. Yunus Rasyid Rp. 2,5 miliar.

28/02/2015 13:03:30 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

22. Selanjutnya pada Januari 2009, terjadi penambahan modal mencapai Rp, 500 miliar & ditempatkan Rp. 200 miliar, dgn porsi Nazar Rp. 190 M,

28/02/2015 13:05:20 WIB
Pribumi Nusantara @TPK_RI

23. Rizal Ahmad Rp. 5 M dan M. Yusuf Rasyid Rp. 5 M. Pada Feb 2009 terjadi penjualan saham, hingga kepemilikan saham beralih pada Mujahidin.

28/02/2015 13:07:10 WIB
Load Remaining (28)

Comment

No comments yet. Write yours!