KONTEKSTUALISASI HUKUM ISLAM |By: @sahal_AS

Menanggapi Ustadz @abdullahaidir1 tentang Ziarah kubur, Wahabi, Patung dll
0
akhmad sahal @sahaL_AS

Bentar lagi saya akan kultwit menanggapi Ust @abdullahhaidir1 ttg "Ziarah Kubur, Syirik, Wahabi, Hukumnya Patung, dll."

24/02/2015 12:41:08 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(1) Berikut adlh kultwitku ttg "Kontekstualisasi Hukum Islam," Menanggapi @abdullahhaidir1 ttg Ziarah Kubur, Wahabi, Patung dll.

24/02/2015 13:12:11 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

2. Bbrp waktu lalu, saya kultwit ttg "Bengkoknya Penalaran sbg Sumber Kepicikan dan Intoleransi": chirpstory.com/li/252856

24/02/2015 13:20:05 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

5. Ada bbrp hal yg perlu saya tanggapi dari @abdullahhaidir1: Etika Beda Pendapat, Ziarah Kubur, Syirik, Wahabi, dan Hukumnya Patung.

24/02/2015 13:29:47 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

6. Ust @abdullahhaidir1 menganggapku intoleran krn menyebut "bengkoknya penalaran" thd mrk yg mengharamkan selamat hari raya agama lain.

24/02/2015 13:34:24 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

7. Mnrt @abdullahhaidir1, itu soal beda pendapat. Dgn menyebut "bengkoknya penalaran, saya dianggap men-stigma Ulama kek Ibnul Qayyim.

24/02/2015 13:37:11 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(8) Di sini saya mau meluruskan salah persepsi @abdullahhaidir1, seakan saya men-stigma ulama2 besar. Krn itu justru bukan tujuan saya.

24/02/2015 13:44:09 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(9) Yg saya bidik bukanlah ulama2 top di masa lalu, tp lebih pada bgmn pemahaman kita thd pendapat2 mrk, dlm konteks Indonesia saat ini.

24/02/2015 13:48:08 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(10) Di kultwit saya menyebut Indonesia yg majemuk sbg konteks yg perlu kita perhatikan, termasuk dlm soal ucapan selamat hari raya.

24/02/2015 13:52:00 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(11) Konteks kebhinnekaan Indonesia tentu beda banget dgn konteks perang salib saat Ibnu Taimiyyah atau Ibnul Qayyim hidup.

24/02/2015 13:55:00 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(12) Memakai pendapat Ibnul Qayyim yg mengharamkan selamat hari raya agama dgn mengabaikan konteks yg berubah, itu yg saya persoalkan.

24/02/2015 13:57:39 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(13) Di kultwit saya bilang, kalo mau haramkan ucapan selamat hari raya agama lain silakan aja utk sendiri, tak lantas itu jadi haram.

24/02/2015 14:02:11 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(14) Komitmen keeislaman tak perlu dilawankan dgn kebhinnekaan. Cara @HabibluthfiYahy lebih adem: pic.twitter.com/fGZD0Ok1vQ"

24/02/2015 14:07:18 WIB
Expand pic
akhmad sahal @sahaL_AS

(15) Jadi, Tadz @abdullahhaidir1, yg saya gugat bukan otoritas ulama2 raksasa di masa lampau, tp bgmn kita memahaminya utk saat ini.

24/02/2015 14:11:47 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(16) Istilah "bengkoknya penalaran", apa itu intoleran? Mnrtku tidak, krn yg kubidik masih dlm ranah argumen dan penalaran lawan debat.

24/02/2015 14:16:54 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(17) Menyerang argumen lawan, menunjukkan logical fallacy-nya justru inti dari debat. Tak lantas intoleran. Beda dgn men-sesat/kafir-kan.

24/02/2015 14:19:13 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(18) Di kalangan ulama2 raksas zaman dulu pun terjadi upaya saling menunjukkan "bengoknya penalaran" lawan debat. Kadang scr keras.

24/02/2015 14:22:01 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(19) Misal, ketika Al-Ghazali mengkritik para filosof muslim, beliau menyebutnya sbg "Tahafutul Falasifah", kacau-pikir kaum filusuf.'

24/02/2015 14:23:56 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(20) Ibnu Rusyd mengkritik balik Al-Ghaali dgn sama kerasnya dgn menulis buku "Tahafut al-Tahafut": kacau-pikirnya kitab kacau-pikir.

24/02/2015 14:26:46 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

(21) Filsuf muslim lain, Ibnu Thufail, menyebut Imam Ghazali sbg mudltharib, pemikir yg tidak koheren dan confused.

24/02/2015 14:29:00 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

22. Contoh lain: Ibnu Bathuthah mengkritik Ibnu Taimiyyah dan menyebutnya "inna fi 'aqlihi syai'an": di otaknya ada yg gak beres."

24/02/2015 14:31:24 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

23. Dgn contoh2 di atas saya mau bilang, menyerang pemikiran lain itu sah2 saja, selama masih dlm wilayah argumen dan penalaran.

24/02/2015 14:34:10 WIB
akhmad sahal @sahaL_AS

24. Justru dgn begitu tema yg diperdebatkan bisa berkembang. Asal masing2 menghormati hak masing2 utk saling serang argumen, itu sehat.

24/02/2015 14:37:53 WIB
Load Remaining (28)

Comment

No comments yet. Write yours!