1
Login and hide ads.
  • Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung 19/02/2015 22:19:53 WIB
    Dirugikan maskapai karena keterlambatan? Ini hak penumpang pic.twitter.com/ptkndrtHaG
     Expand pic
  • Definisi keterlambatan Dalam UU No. 1 Tahun 2009 adalah :

  • Terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan

  • Menurut Pasal 9 Permenhub 77/2011, keterlambatan terdiri dari:

    • keterlambatan penerbangan (flight delayed);
    • tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas - pesawat udara (denied boarding passenger); dan
    • pembatalan penerbangan (cancelation of flight).
  • Ganti rugi yang wajib diberikan jika pesawat delay, diatur dalam Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 yaitu:

  • A. Keterlambatan lebih dari 30 menit sampai dengan 90 menit

  • Perusahaan penerbangan wajib memberikan minuman dan makanan ringan;

  • B. Keterlambatan lebih dari 90 menit sampai dengan 180 menit

  • Perusahaan penerbangan wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan siang / malam & memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya / ke Perusahaan penerbangan lainnya, apabila diminta oleh penumpang;

  • C. Keterlambatan lebih dari 180 menit

  • Perusahaan penerbangan wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan siang / malam & bila penumpang tersebut tidak dapat dipindahkan ke penerbangan berikutnya / ke Perusahaan penerbangan lainnya, maka penumpang tersebut wajib diberikan fasilitas akomodasi agar diangkut pada penerbangan hari berikutnya.

  • pemerintah melengkapi ketentuan ganti rugi itu dengan Pasal 10 Permenhub 77/2011

  • A. Keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam

  • Diberikan ganti rugi sebesar Rp. 300.000,00 per penumpang;

  • B. Diberikan ganti kerugian sebesar 50% dari ketentuan huruf A jika :

    • Pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan akhir penumpang,
    • pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan
    • menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan bila tidak ada transportasi selain angkutan udara;
  • C. Bila dialihkan kepada penerbangan berikutnya / perusahaan penerbangan lainnya

    • Penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan
    • bila terjadi penurunan kelas, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.
  • Dasar hukum:

    1. Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;
    2. Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara
    3. Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara;

Comment

All Categories

Category related to Law & Crime

Login and hide ads.