Yogyakarta Akan Dipimpin Sultanah dan Gubernur Perempuan? by @Peduli_Jogja

Chipstory ini membahas isyu yang hangat di Jogja belakangan ini yakni usulan agar Gubernur DIY boleh dijabat oleh seorang perempuan.
3
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Pengen banget ngoceh masalah Yogyakarta yang sedang hangat2nya beberapa waktu terakhir ini. Apa ya? Oh iya, ttg isi Raperdais Keistimewaan
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta istrinya yakni GKR Hemas dan putri mereka yakni GKR Pembayun membuat suatu usulan yg jd perdebatan.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Usulannya yakni agar dlm Raperdais Pengisian Jabatan Gubernur dan Wagub DIY membuka peluang agar Gubernur DIY bisa dijabat seorang perempuan
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Sementara mantan Panja RUUK di DPRRI Ganjar Pranowo menegaskan Gubernur DIY hrs laki2. Krn berdasarkan UUK yg Gubernur haruslah Sultan.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Yang mana menurut Paugeran Keraton kata KGPH Hadiwinoto, seorang Sultan haruslah laki2, tdk bisa perempuan.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Hal ini mungkin disebabkan krn Sri Sultan HB X tdk memiliki putra, beliau memiliki 5 orang putri. Sehingga keturunannya tdk bisa bertahta.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Dalam Paugeran Keraton berdasarkan sejarah, jika Sultan tdk memiliki putra, maka sultan selanjutnya adalah rayi dalem (adik beliau).
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Beliau memiliki beberapa orang adik, seperti KGPH Hadiwinoto, GBPH Joyokusumo (almarhum), GBPH Prabukusumo, GBPH Yudhaningrat, dan lainnya.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Para adik Sultan ini tentu tdk menginginkan kalau Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat selanjutnya dipimpin oleh seorang perempuan.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Walaupun seorang perempuan juga bisa menjadi seorang Sultanah, tapi itu tdk berlaku di Jogja. Krn seorang sultan jg seorang pemimpin agama.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Seorang Sultan HB memiliki gelar Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah yg berarti beliau adalah pemuka agama Islam di Nagari Mataram.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Sementara seorang Sultanah tdk bisa menjadi seorang pemuka agama dalam Islam. Jadi seorang perempuan tdk mungkin bisa jd Raja Yogyakarta.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Jadi yang berhak jd sultan berikutnya adalah salah satu dari adik laki2 beliau. Mana mungkin adik2 beliau sudi GKR Pembayun jd Raja?
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Bisa kita sama2 lihat bahwa usul agar Raperdais Pengangkatan Gubernur dan Wagub tdk boleh diskriminatif adalah sangat tdk beralasan.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Lagian jika Raperdais hrs mengakomodir keinginan Sri Sultan dan GKR Pembayun agar diberi kesempatan perempuan menjadi Gubernur,
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
maka Undang undang Keistimewaan Jogja hrs dibatalkan atau dirubah. Dengan tdk menetapkan Sultan yg bertahta otomatis menjadi Gubernur.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Jadi ini malah menimbulkan kebingungan di masyarakat Yogyakarta, terutama para simpatisan dan pendukung militan dari UUK Yogyakarta.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Ini sama saja Sultan menghianati perjuangan dari para pendukungnya. Spt sama2 kita tahu bahwa RUUK menjadi UUK itu tdk mulus perjalanannya.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Penilai yg beredar sekarang adalah, GKR Hemas sgt berambisi agar putri sulungnya yakni GKR Pembayun menjadi Raja Kasultanan Ngayogyakarta.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Jika menjadi Raja Kasultanan Ngayogyakarta gagal diraih, minimal bisa jadi Gubernur DIY. Dan sekali lagi ini sgt bertentangan dg UUK.
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Dan bisa juga sebenarnya GKR Hemas juga berambisi jd Gubernur DIY. Krn mengapa harus malah ada usulan gubernur bisa dijabat perempuan?
Peduli Jogja @Peduli_Jogja
Isyu ini nanti akan kita lanjutkan lagi pada sesi selanjutnya. Wassalam.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.