1
Erie Sudewo @ErieSudewoID
1. Di balik penjara, koruptor wibawa-wibawakan dirinya seperti menegur PRT-nya dulu, kepada napi cluster-cluster lain berkasta rendah
Erie Sudewo @ErieSudewoID
2. Karena terpelajar, pertanyaan dan nasihat amat saleh. Tutur kata lembut, sopan, perlahan dan terstruktur. Para maling ayam terkagum-kagum
Erie Sudewo @ErieSudewoID
3. Saat koruptor berdalih dia kena jebak, maling teri mengangguk. Saat dikatakan tak prosedural, maling jemuran makin geram pada negara
Erie Sudewo @ErieSudewoID
4. Yang dulu PRT, jadi pembela majikannya. Bahwa bapak-bapak yang terhormat ini, bukan koruptor. Hanya dijebak. Atau salah prosedur
Erie Sudewo @ErieSudewoID
5. Hebat. Para koruptor dikagumi di penjara. Maling-maling jalanan berandai-andai: “Jika jadi dia, saya lawan negara. Tak mau di penjara”
Erie Sudewo @ErieSudewoID
6. Ada koruptor yg ngaku bersalah. Kata-katanya tetap nasihat. Maling sandal berandai lagi: “Hebat jadi orang besar. Ingin aku seperti dia”
Erie Sudewo @ErieSudewoID
7. Di penjara, pembawaan diri koruptor tetap seperti pejabat. Tak bisa terlecehkan napi lain. Apalagi yang dipenjara karena nyopet di bus.
Erie Sudewo @ErieSudewoID
8. Bayangkan: “Koruptor punya harga diri”. Padahal korupsi, ya maling juga. Cuma cerdas. Mencurinya dengan ilmu S3 atau jabatannya
Erie Sudewo @ErieSudewoID
9. Akhirnya penjara bukan jadi tempat taubat. Malah tukar pikiran sesama koruptor. Untuk bebas. Bisa nikmati uang korup yang diinvestasikan
Erie Sudewo @ErieSudewoID
10. Tapi saat di tengah malam, di tengah dengkuran para napi, nuraninya terlintas menggugat: “Untuk apa uang korupsi itu, untuk apa?”
Erie Sudewo @ErieSudewoID
11. Dia pejamkan mata. Tapi hatinya tak tidur. Menukik-nukik kesadaran terdalamnya: “Inikah yang engkau cari hingga sampai di penjara?”
Erie Sudewo @ErieSudewoID
12. Engkau kuliah jauh-jauh, bertahun-tahun, dan korbankan banyak hal. Engkau punya jabatan dan terhormat. Tapi mengapa kini di penjara?
Erie Sudewo @ErieSudewoID
13. Tersiksa jiwanya. Tiba-tiba dia bangkit. Air wudhu bergemericik. Tahajud. Air mata mengalir. Ingat anak isteri dinafkahi hasil korupsi
Erie Sudewo @ErieSudewoID
14. Esok dan hari berikut, pesan pada anak isteri: “Banyakkan sedekah”. Anak isteri gembira. Bapaknya anjurkan yang tak pernah dilakukan
Erie Sudewo @ErieSudewoID
15. Bapak dan keluarga tak tahu. Uang haram tak bisa dizakatkan atau disedekahkan. Tertolak. Meski disedekahkan semua | #SusahnyaKoruptor
Erie Sudewo @ErieSudewoID
16. Uang haram mesti kembali pada azasnya. Uang negara, balik ke negara. Uang perusahaan kembali ke sana. Uang tetangga, balik pada asalnya
Erie Sudewo @ErieSudewoID
17. Dan benar. Koruptor terkejut, saat ustadz katakan: “Dosa korupsi hanya bisa diampuni ketika hak-hak yang diambil, dikembalikan ke asal”
Erie Sudewo @ErieSudewoID
18. Dia ceritakan pada orang rumah. Jawab isteri: “Pak, kita sudah tua. Jika rumah disita, kita tinggal di mana?” Nah, sang bapak tertegun
Erie Sudewo @ErieSudewoID
19. Pada anak-anak dikatakan, kuliah dan modal usahanya, dibiayai uang korupsi. Bagaimana jika asset usaha mereka dikembalikan ke negara?
Erie Sudewo @ErieSudewoID
20. Anak-anak terkaget-kaget. Shock dan merenung. Jika sepakat, bapak bersyukur. Jika tidak, hatinya makin gentar. Rasa takut makin menjadi
Erie Sudewo @ErieSudewoID
21. Ustadz berkata: “Jika hak-hak tak dikembalikan, shalat ditolak.” Lha bukankah selama ini makan, pakaian, rumah dll, dibiayai korupsi?
Erie Sudewo @ErieSudewoID
22. Berarti meski yang haram Rp 5 di saku, shalatnya tetap tertolak. Meski air mata darah tumpah, ibadahnya ditolak. Remuk dirinya
Erie Sudewo @ErieSudewoID
23. Maka waktu shalat hatinya bergidik: “Untuk apa shalat? Bukankah tetap ditolak. Sia-sia bukan?” Tangisan makin jadi. Gemetar sesenggukan
Erie Sudewo @ErieSudewoID
24. Orang lain terkejut dan bahagia lihat taubatnya. Pujian pun mengalir karena menangis tahajud. Mereka bilang: “Bapak dapat hidayah”
Load Remaining (19)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.