"Valentine dan Sikap Parno" by @sahaL_AS

Jgn sampai hal yg sejatinya berstatus hukum "tergantung tujuan' disempitkan menjadi hanya satu hukum saja (niscaya haram/halal)
religion
4
akhmad sahal @sahaL_AS
(1) Berikut adalah kultwitku ttg "Valentine dan Sikap Parno." #Valentine pic.twitter.com/mZaQCm25Zx
Expand pic
akhmad sahal @sahaL_AS
(2) Kalo kamu takut Valentine akan membawamu bermaksiat, ya jgn lakukan. Jauhi. Tp tak lantas valentine identik dgn maksiat. #valentine
akhmad sahal @sahaL_AS
(3). Kalo kamu takut Valentine akan bikin kamu tasyabbuh (menyerupai) Barat, ya tinggalkan. Tp tak lantas Valentine niscaya tasyabbuh.
akhmad sahal @sahaL_AS
(4) Valentine sebenarnya bukan perkara penting. Tp menjadi masalah krn disikapi dgn paranoia berjamaah. #Valentine
akhmad sahal @sahaL_AS
(5) Paranoia munculkan respon lebay, misal surat edaran larangan Valentine dari dinas pendidikan dll. Pemerintah ngurusi Valentine?
akhmad sahal @sahaL_AS
(6) Paranoia muncul dari ketakutan yg berlebihan. Akibatnya, Valentine direduksi maknanya, atau didistorsi, utk kemudian dilarang.
akhmad sahal @sahaL_AS
(7) Bukan hanya thd Valentine banyak orang parno, tp juga thd tahun baru, ucapan selamat natal, topi santa, selfie. Semua diributkan.
akhmad sahal @sahaL_AS
(8) Kesannya semua dilarikan ke soal aqidah, yg dianggap terancam dari segala penjuru, tanpa mau memahami duduk perkaranya scr rileks.
akhmad sahal @sahaL_AS
(9) Psikologi 'serba terancam' ini justru ironis krn pd saat yg sama, kehidupan kita, suka atau tidak, makin meng-global dan terbuka.
akhmad sahal @sahaL_AS
(10) Valentine adlh salah satu komoditas kapitalisme global yg menyerbu kita. Dan sbg ikon global, ia bisa aja terlepas dari sejarahnya.
akhmad sahal @sahaL_AS
(11) Orang bisa merayakan Valentine tanpa hrs tahu/ peduli dgn asal mulanya. Bentuk perayaannya pun bisa macem2, terserah orangnya.
akhmad sahal @sahaL_AS
(12) Bolehkah merayakan Valentine mnrt hukum Islam? Selama tak ada dalil yg melarangnya., why not? Hukumnya? Tergantung tujuannya.
akhmad sahal @sahaL_AS
(13) Dlm hukum islam ada qaidah: "al umuru bi maqashidiha," hukum segala sesuatu itu bergantung pada tujuannya.
akhmad sahal @sahaL_AS
(14) Valentine bisa mubah kalo yg dilakukan adlh hal2 yg mubah. Tp bisa juga haram kalo yg dilakukan adlh hal2 yg haram.
akhmad sahal @sahaL_AS
(15) Itu juga berlaku utk hal2 lain. Socmed pun bisa juga haram kalo dipake utk penipuan, bisnis prostitusi, dan hal haram lain.
akhmad sahal @sahaL_AS
(16) Hanya krn Valentine bisa dipake sbg sarana Zina tak lantas ia nisacaya identik dgn Zina. Ingat, hukum sesuatu tergantung tujuannya!
akhmad sahal @sahaL_AS
(17) Di sinilah letak persoalan larangan Valentine. Pengertiannya direduksi/ didistorsi, lalu pada ketakutan sendiri, trus main larang.
akhmad sahal @sahaL_AS
(18) Tentu saja sah aja bila ada yg menolak Valentine krn takut dosa. Tapi tak lantas Valentine NISCAYA dosa yg hrs dilarang.
akhmad sahal @sahaL_AS
(19) Analoginya: kamu boleh menolak naik pesawat terbang krn takut jatuh. Tp jgn lantas melarang orang lain naik pswt terbang.
akhmad sahal @sahaL_AS
(20) Mungkin aja pswt terbang bisa jatuh kek yg kamu takutkan. Tp tak lantas ketakutanmu bisa jadi dasar aturan. Tak semua orang parno.
akhmad sahal @sahaL_AS
(21) Analogi saya tadi mgkn kurang pas. Tp poinku: dlm menentukan hukum sesuatu, patokannya bkn sikap subyektif, tp kenyataan obyektifnya.
akhmad sahal @sahaL_AS
(22) Valentine bisa dipake utk tujuan maksiat, dan itu haram, tp bisa juga dipake sbg momen utk ekspresikan cinta scr halal.
akhmad sahal @sahaL_AS
(23) Mungkin ada yg menyanggah pendapatku ini dgn mengajukan argumen fiqh yg disebut "Sadd al-dzari'ah." Apa itu?
akhmad sahal @sahaL_AS
24. Dlm hukum Islam ada prinsip "sadd al-dzari'ah: memblokade/ menghalangi perbuatan yg menjadi sarana terwujudnya sesuatu yg haram.
akhmad sahal @sahaL_AS
25.Di sini berlaku qaidah fiqh "lil wasa'il hukmul maqashid," hukum yg berlaku buat tujuan berlaku juga buat sarana mewujudkannya.
Load Remaining (23)

Comment

UnitedPribumi @HostCoy 15/02/2015 06:51:00 WIB
Sahal hrs belajar lg soal akidah, back to madrasah ibtidaiyah
UnitedPribumi @HostCoy 15/02/2015 06:53:24 WIB
Sahal ga bs bedain budaya dg teknologi, lebay, melulu hukum fikh pdhal islam itu yg utama akidah/hati dulu baru fikh/otak
Frank Einstein ™ @Dulliest88 15/02/2015 09:06:27 WIB
Parno atau tidak,tapi jual coklat berbonus kondom itu memang punya niat jelek. Pantas dilarang.
Login and hide ads.