0
Dyah Sujiati @dyahsuji
Negeri ini seharusnya berstatus #DaruratSesatLogika. Bagaimana tidak? Wong media mainstream masih terus sajikan berita yg gak masuk akal!
Dyah Sujiati @dyahsuji
Rakyat dipaksa utk 'tidak usah berfikir'. Rakyat dipaksa menerima '2+2=5' Rakyat dibikin lunglai akal dg berita yg tdk lagi rasional!
Dyah Sujiati @dyahsuji
Sesat logika jadikan pencitraan adalah hal wajar. Media massif lakukan itu. Yg ga kritis jd lupa pake akal. Yg biasa sinis, makin nyinyir.
Dyah Sujiati @dyahsuji
Sy tanya: apa kapasitas dia sok bicara soal iklan itu? Apa yg sdh dia lakukan? Cuma blg kurang ajar, semua jg bisa! pic.twitter.com/ideEESlV96
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
Yg ga mau mikir bakal ketipu en 'respek' sekalian ngefans ke Ahok. Dikiranya Ahok bakal jd dewa penyelamat Indonesia. pic.twitter.com/2aVRgilxZM
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
Yg demen emosi bakal nyinyir sy ini su'udzon, suka nyari kesalahan, anti-ini anti-itu. Ya kan? 😂 #WaspadaPencitraan pic.twitter.com/pSWKqtBJQX
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
Nih, kuberi tau sesuatu. CINA BAHKAN NONMUSLIM, tapi saya sangat hormat dan respek pada beliau : Bpk Kwik Kian Gie! pic.twitter.com/lOIP2FALdR
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
1. Bismillah. Lanjut kultwit tentang 2+2=5. Disadari dan diakui maupun tidak, saat ini kita sedang hidup di rezim yg memaksa 2+2=5.
Dyah Sujiati @dyahsuji
2. Silahkan simak film pendek berikut. 2+2=5, Two plus two equals five.: youtu.be/HTjM6S-kOmg
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
3. Di sana jelas sekali. "Dont think! You don't need to think." Semacam argumen #IndahTapiNgawur khas liberalis. pic.twitter.com/w9OzkQizMQ
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
4. Di film itu, suara dr dalam microfon adalah suara pembisik, para aseng dn asing. Pak guru (boneka) yg bisa jd adalah pimpinan negeri ini.
Dyah Sujiati @dyahsuji
5. Top student adalah orang2 yg berpengaruh bagi publik. Bisa para pengamat, akademisi, tokoh masyarakat, dll. pic.twitter.com/ySanS9rUfH
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
6. Siswa2 apatis dan ketakutan itu adalah rakyat yg dungu. Yg sesat logika dan cuma mikir 'aman saat ini' saja. pic.twitter.com/zUkBXP0dY1
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
7. Seorang yg masih waras itu akhirnya menjadi anomali dan berakhir tragis hidupnya. Tetap waras di antara orang mabok mmg tinggi resikonya.
Dyah Sujiati @dyahsuji
8. Negara kita kaya SDM n SDA. Sasaran empuk aseng dan asing. Sehingga mreka terus berusaha menempatkan antek mereka sbg pimpinan negri ini.
Dyah Sujiati @dyahsuji
9. Karena itulah, rakyat terus disesatkan logika dan pikirnya secara massif melalui media2 mereka. Mereka paksa rakyat mengakui '2+2=5'
Dyah Sujiati @dyahsuji
10. Sebagaimana dulu kesederhanaan yg dicemplungkan di got dipaksa diakui sebagai hal yg Wow dan dibutuhkan oleh rakyat Indonesia. Padahal?
Dyah Sujiati @dyahsuji
11. Padahal kalau mau berfikir, apa sih urgensi masuk got? Apa sih hasilnya dari masuk got? Apa sudah pada tempatnya pemimpin masuk got?
Dyah Sujiati @dyahsuji
12. Harga BBM yang jelas-jelas naik dari harga awal, diklaim sebagai harga turun. Padahal dinaikkan dulu! Alamak!
Dyah Sujiati @dyahsuji
13. Bahkan sampai perahu getek disebut kapal! Itulah implementasi 2+2=5. Wong perahu disebut kapal kok diiyain? pic.twitter.com/EGXLft7Als
Expand pic
Dyah Sujiati @dyahsuji
14. Lantaran sebagian rakyat yg sesat logika pd akhirnya semua orang akan merasakan dampaknya. Mari tetap sadar n jgnlelah mengatakan 2+2=4!
Dyah Sujiati @dyahsuji
15. Sejatinya, berada di jalur '2+2=5' artinya kita sudah tahu itu salah tapi kita justru mengikutinya.
Dyah Sujiati @dyahsuji
16. Kalau bicara kasat mata, jelas kita akan bilang 2+2=4 bukan 2+2=5. Tapi dalam berpikir, benarkah kita di jalur 2+2=4? Mari renungkan. :)
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.