1
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Soal tawuran antarpelajar, saya kira tanggungjawab sebenarnya tetap pada orang tua. Sekolah hanyalah "titipan" sementara.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Orang tua berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Sementara sekolah adalah tempat orang tua 'menitipkan" anak dalam menimba ilmu.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Kenapa sekolah, karena tentu saja ada keterbatasan orang tua dalam penguasaan banyak ilmu; sementara sekolah bisa merekrut banyak guru.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Berbagai disiplin ilmu bisa diajarkan di sekolah karena sekolah bisa mengundang guru dengan spesialisasi keilmuan masing-masing.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Sebagai orang tua, jujur saya sendiri merasa berat harus mengajarkan matematika, fisika, atau akuntansi. Maka saya terbantu dengan sekolah.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Tapi soal karakter anak, tentu orang tua harusnya punya peran besar dan tak tergantikan oleh yang lain.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Nah, soal hubungan orang tua dengan nak, saya jadi teringat pesan sufistik KH Saerozi, seorang kyai dari daerah Babat, Lamongan.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Pesan itu saya peroleh saat menghadiri acara Haflah Akhirussanah SMP Plus Ar Rahmat Bojonegoro, tanggal 17 Juni 2011.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
Berikut adalah intisari pesan yang semat saya tangkap. Semoga bermanfaat!
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
1. Pesan Nabi SAW: Orang tua harus menyayangi anak-anak dan anak-anak harus menghormati orang tua.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
2. Karena ridha Allah tergantung ridha orang tuany: maka kasih-sayangilah anak-anakmu, niscaya Allah akan mengasih-sayangi anak-anakmu!
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
3. Ibarat hubungan anakmu dengan mainannya. Saat dia masih menyukainya, maka jika ada kerusakan kau pasti ikut memperbaikinya.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
4. Tapi jika mainan itu sudah tak lagi dipedulikan anakmu, maka kau juga tak akan peduli pada mainan itu.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
5. Begitulah analog hubunganmu dengan anakmu, dan hubungan Tuhanmu dengan anakmu.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
6. Jika ada masalah dengan anak-anakmu, maka jangan salahkan mereka.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
7. Akan tetapi perhatikan dan tinjau ulang hubunganmu dengan kedua orang tuamu, juga hubunganmu dengan Tuhanmu!
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
8. Sayangnya, kini banyak orang tua yang tak cukup mengasih-sayangi anak-anaknya. Bahkan itu terjadi pada saat kandungan awal terdeteksi.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
9. Sebab banyak kelahiran yang disambut negatif kehadirannya oleh orang tuanya sendiri.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
10. Untuk anak-anakmu, bekal terpentingnya adalah ilmu dan akhlak tak usah kau risaukan rizkinya: rumahnya, mobilnya, pekerjaannya.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
11. Ibarat kumisnya, pasti akan tumbuh sendiri dan tak perlu kau guntingkan kumismu lalu kau bagi-bagikan pada anak-anakmu.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
12. Soal perkembangannya, seperti menanam padi, tak usah kau odot-odot (Jawa), dia akan tumbuh dan berkembang dalam kuasa Ilahi.
Nurfatoni Mohammad @m_nurfatoni
13. Begitulah anak-anakmu, kau tak perlu terlalu cemas dengan kondisinya. Yang penting serahkan saja pada Tuhanmu!

Comment

flowice @Bdgfootwear99 01/10/2012 22:59:17 WIB
Makasih mas...ini penting utk dibaca orang tua yg terlalu sibuk dengan hidupnya sendiri!
Login and hide ads.