0
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
1. Selamat malam, Tuips. Sejak awal Presiden Jokowi menghadapi situasi politik yg sulit. Sangat berbeda dng Pak SBY. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
2. Periode pertama Pak SBY, kondisi "pemerintahan minoritas" segera bisa diatasi ketika Pak JK menjadi Ketum Golkar. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
3. Periode kedua Pak SBY bahkan diawali dng surplus dukungan politik dari partai dan parlemen. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
4. Pak SBY sendiri secara super-efektif mengontrol Partai Demokrat tepat di genggaman tangannya. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
5. Nah, hal-hal tersebut kebetulan tidak ada pada Presiden Jokowi. Setidaknya untuk sementara ini. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
6. Pak Jokowi tidak memegang kekuasan partai, tidak punya hak veto politik dan dikepung koalisi oposisi. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
7. Pak Jokowi awalnya surplus popularitas di kalangan relawan dan rakyat. Partai koalisi jadi pengantarnya. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
8. Pak Jokowi belum bisa mengatasi situasi "pemerintahan minoritas". Kesulitan-kesulitan mulai hadir. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
9. Hadirlah dilema politik yg nyata. Dilema yg lazim dari "pemerintahan minoritas". #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
10. Saran dan desakan agar Pak Jokowi lebih memilih suara rakyat (baca : opini publik) adalah sebuah kesukaran politik. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
11. Faktanya Pak Jokowi sangat membutuhkan topangan partai-partai. Terutama PDIP dan koalisinya. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
12. Tanpa dukungan PDIP yg berpusat pada Bu Mega, dapat dibayangkan betapa rapuhnya kekuatan pemerintah. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
13. Didukung penuh oleh KIH saja masih belum kuat, apalagi kalau KIH balik badan. Bisa jadi gampang ambruk. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
14. Sementara kalau memilih dukungan partai-partai, Pak Jokowi melawan arus opini publik yg terus bergerak. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
15. Agak beruntung, opini publik sedikit terbelah. Sebagian mesin opini bekerja membantu Pak Jokowi. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
16. Jika bandul ke partai, diserang opini tidak pro-kepentingan rakyat. Tidak pro pemberantasan korupsi. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
17. Jika bandul bergerak menjauhi partai, akan segera bertemu kekecewaan politik partai-partai. Dan ini berbahaya. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
18. Bisa dipahami jika sampai skrg dalam urusan KPK-Polri, Pak Jokowi dipaksa keadaan memilih "jalan tengah". #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
19. Pak Jokowi tidak mau hilang dukungan opini publik. Juga tidak mau ditinggal pergi partai pendukung. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
20. Karena ambil "jalan tengah", kedua arus tidak ada yg puas. Kedua arus "setengah kecewa", sekaligus "setengah berharap". #hanyaakibat
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
21. Sesuai dengan kharakternya, desakan opini publik boleh jadi akan makin gencar dan dahsyat. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
22. Kharakter dukungan politik juga bisa sangat cair. Mudah bergerak sesuai dng asas kepentingan. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
23. Dalam kondisi "pemerintahan minoritas", pilar penyangga ada pada partai-partai pendukung. Itu realitas. #hanyaakibat *abah
Anas Urbaningrum @anasurbaningrum
24. Ditinggalkan partai pendukung adalah lonceng kematian. Pemerintah bisa ambruk. #hanyaakibat *abah
Load Remaining (22)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.