" MEMBONGKAR KULTWIT ASBUN AKUN @kurawa " by @PartaiSocmed pic.twitter.com/O30RzQwmdg

Chirpified
3
#99 @PartaiSocmed

Urusan dukung mendukung hendaknya ada batasnya. Janganlah sejarah bangsa dibengkokkan demi kepentingan sesaat

29/01/2015 18:59:33 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kultwit ini kami buat utk membongkar pembelokan sejarah oleh akun @kurawa yg menghina setiap tetes darah para pahlawan kita

29/01/2015 19:00:47 WIB
#99 @PartaiSocmed

Tidak benar bangsa ini membeli kemerdekaannya. Ini fitnah luar biasa keji dari @kurawa ! pic.twitter.com/qrM0FQ7342

29/01/2015 19:02:34 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Tidak benar pula kita bayar kemerdekaan 4,5 milyar gulden pada Belanda dan baru lunas tahun 2003 lalu pic.twitter.com/KxlDs2YDmW

29/01/2015 19:05:30 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Berikut kami sampaikan versi yg benar. Jika berani kami tantang @kurawa berdebat dgn kami utk menguji kebenaran!

29/01/2015 19:07:11 WIB
#99 @PartaiSocmed

Yang lunas tahun 2003 itu bukanlah pembayaran kemerdekaan sebesar 4,5 Milyar Gulden, tapi ganti rugi 600 juta Gulden.

29/01/2015 19:11:11 WIB
#99 @PartaiSocmed

Beban ganti-rugi itu ditanggung Indonesia terkait keputusan Presiden Soekarno menasionalisasi perusahaan2 Belanda pada 1956

29/01/2015 19:13:48 WIB
#99 @PartaiSocmed

Ketika itu semua jenis perusahaan Belanda, dari manufaktur sampai perkebunan tanpa kecuali, diambil alih menjadi milik Indonesia.

29/01/2015 19:15:08 WIB
#99 @PartaiSocmed

Ini sebuah langkah politik Soekarno yang berani dan dalam sekejap memberi modal awal bagi republik yang baru lahir. Republik Indonesia.

29/01/2015 19:16:14 WIB
#99 @PartaiSocmed

Apakah Indonesia memenuhi klaim ganti rugi Belanda sebesar 600 juta gulden itu? Tidak! Pemerintah Soekarno tidak menggubrisnya!

29/01/2015 19:20:18 WIB
#99 @PartaiSocmed

Namun setelah pemerintah Soekarno jatuh, barulah pemerintah Belanda mengungkit2 kembali soal ganti rugi ini pd pemerintah Soeharto

29/01/2015 19:24:03 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan pemerintah Soeharto yg sejak semula tunduk takluk pada barat itu pun dgn senang hati menyanggupi tuntutan Belanda itu

29/01/2015 19:26:12 WIB
#99 @PartaiSocmed

Perjanjian sanggup membayar ganti rugi atas perusahaan-perusahaan Belanda yang dinasionalisasi itu diteken pada 1969 oleh Sultan HB II

29/01/2015 19:27:05 WIB
#99 @PartaiSocmed

Nah, ganti rugi 600 juta gulden itulah yg baru lunas di tahun 2003 kemarin. Bukan yang 4,5 milyar gulden kata @kurawa itu

29/01/2015 19:29:00 WIB
#99 @PartaiSocmed

Jadi sejak awal pemerintah Soekarno menolak bayar klaim ganti rugi itu. Tapi pemerintah Soeharto bersedia membayarnya

29/01/2015 19:30:51 WIB
#99 @PartaiSocmed

Lalu bagaimana dgn yang 4,5 milyar gulden? Begini ceritanya. Simak ya supaya tidak mudah dibodohi akun sesat macam @kurawa itu

29/01/2015 19:32:19 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kultwit @kurawa itu bersumber pd tulisan Lambert Giebels di de Groene Amsterdammer pd Januari 2000 yg berjudul "De Indonesische Injectie"

29/01/2015 19:36:21 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kl tidak salah tulisan tersebut pernah dimuat di harian Kompas pada tahun yang sama

29/01/2015 19:38:51 WIB
#99 @PartaiSocmed

Memang pada tulisan tersebut disebutkan bahwa "ganti rugi" 4,5 milyar gulden merupakan bagian dari Perjanjian Meja Bundar 1949

29/01/2015 19:42:12 WIB
#99 @PartaiSocmed

Pd tulisan tsb disebutkan delegasi Indonesia akhirnya menyetujui angka 4,5 milyar dari 6,5 milyar gulden yg dituntut pemerintah Belanda

29/01/2015 19:44:02 WIB
#99 @PartaiSocmed

Sori tadi ada typo, yg benar penandatangannya adalah Sri Sultan HB IX

29/01/2015 19:46:01 WIB
#99 @PartaiSocmed

Katanya delegasi Indonesia menyepakati klaim ganti rugi tsb agar segera ada pengakuan kedaulatan pemerintah Belanda terhadap Indonesia

29/01/2015 19:48:07 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dan Indonesia membayarkannya selama tahun 1950-1956. Namun setelah itu menyetop pembayaran karena merasa perjanjian tsb tidak adil

29/01/2015 19:51:16 WIB
#99 @PartaiSocmed

Yang dibayarkan Indonesia antara tahun 1950-1956 hampir sebesar 4 milyar gulden. Jadi tidak sampai lunas 4,5 milyar gulden

29/01/2015 19:52:33 WIB
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!