Ilmu Pengetahuan dan Problem Relativisme

Twit-twit tentang ilmu pengetahuan dan problem relativisme serta absolutisme.
0
Inkrispena @Inkrispena

1. Relativisme pernah (dan masih) menjadi bagian dari iklim intelektual di Indonesia, khususnya di zaman posmodernisme masih dominan dulu.

29/01/2015 14:21:57 WIB
Inkrispena @Inkrispena

2. Posisi relativis menyatakan bhw setiap posisi tidak ada yg benar dan tidak ada yang salah. Yang ada hanyalah posisi-posisi yang berbeda.

29/01/2015 14:22:10 WIB
Inkrispena @Inkrispena

3. Konsekuensinya, setiap posisi hrs bisa mentolerir posisi lainnya. Tdk boleh ada posisi yg mengalahkan posisi lainnya dan menjadi dominan.

29/01/2015 14:22:24 WIB
Inkrispena @Inkrispena

4. Jika ada satu posisi yang mendesakkan dirinya untuk mengalahkan posisi-posisi lain, maka posisi itu akan dikritik sebagai totalitarian.

29/01/2015 14:22:36 WIB
Inkrispena @Inkrispena

5. Relativisme seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, relativisme berwatak kritis, karena anti dengan finalitas kebenaran.

29/01/2015 14:22:49 WIB
Inkrispena @Inkrispena

6. Namun, di sisi lain, relativisme membunuh kritik, karena kritik bersifat evaluatif dan selalu mengandaikan adanya kebenaran.

29/01/2015 14:23:03 WIB
Inkrispena @Inkrispena

7. Kita hanya bisa mengritik sesuatu sebagai salah jika sesuatu itu tidak sesuai dengan kebenaran yang kita pegang.

29/01/2015 14:23:18 WIB
Inkrispena @Inkrispena

8. Tanpa memegang suatu kebenaran tertentu, kita tidak akan bisa melancarkan kritik.

29/01/2015 14:24:22 WIB
Inkrispena @Inkrispena

9. Namun, menganggap ada kebenaran final membuat kita terjebak ke dalam absolutisme dan sikap tidak kritis thd kebenaran tsb.

29/01/2015 14:24:50 WIB
Inkrispena @Inkrispena

10. Roy Bhaskar, seorang filsuf realisme kritis, berupaya memecahkan paradoks ini dengan membedakan dua konsep relativitas.

29/01/2015 14:26:50 WIB
Inkrispena @Inkrispena

11. Pertama, konsep “relativisme penilaian” (judgemental relativism). Konsep inilah yg sebelumnya kita bahas dan sebut sbg "relativisme."

29/01/2015 14:27:11 WIB
Inkrispena @Inkrispena

12. Menurut konsep ini, semua posisi tdk ada yg benar dan tdk ada yg salah. Tdk ada dasar untuk menilai suatu gagasan itu benar atau salah.

29/01/2015 14:28:14 WIB
Inkrispena @Inkrispena

13. Konsep "relativisme penilaian" ini dikritik dan ditolak oleh Bhaskar. Konsep ini problematik dan membantah dirinya sendiri.

29/01/2015 14:28:28 WIB
Inkrispena @Inkrispena

14. Jika tdk ada dasar apapun utk mengatakan suatu posisi benar atau salah, lantas knp konsep relativisme penilaian hrs diterima sbg benar?

29/01/2015 14:28:40 WIB
Inkrispena @Inkrispena

15. Bukankah dengan menerima konsep relativisme penilaian, kita sebenarnya mengakui adanya sesuatu yang benar atau kebenaran?

29/01/2015 14:28:58 WIB
Inkrispena @Inkrispena

16. Konsekuensi logis dari relativisme penilaian adlh sejenis solipsisme: tdk ada yg benar, kecuali konsep relativisme penilaian itu sendiri

29/01/2015 14:29:15 WIB
Inkrispena @Inkrispena

17. Konsep relativitas yang kedua adalah konsep “relativitas epistemik” (epistemic relativity). Konsep inilah yg diterima oleh Bhaskar.

29/01/2015 14:29:27 WIB
Inkrispena @Inkrispena

18. Relativitas epistemik mengakui semua gagasan terbentuk secara sosial-historis. Jd, tidak ada gagasan yg berdiri di luar masy dan sejarah

29/01/2015 14:29:43 WIB
Inkrispena @Inkrispena

19. Dan karena masyarakat berkembang, maka gagasan yang benar pada saat tertentu, bisa saja tidak benar lagi di saat lainnya.

29/01/2015 14:29:53 WIB
Inkrispena @Inkrispena

20. Misalnya, jika ada temuan baru yang membantah gagasan yang sblmnya dianggap benar. Ini berarti kebenaran gagasan cenderung sementara.

29/01/2015 14:30:05 WIB
Inkrispena @Inkrispena

21. Meski gagasan memiliki batasan historis, itu tidak berarti tidak ada kebenaran yang bisa valid pada momen historis tertentu.

29/01/2015 14:30:19 WIB
Inkrispena @Inkrispena

22. Relativitas epistemik mengakui adanya kebenaran yg bisa berlaku di satu momen historis tertentu, meski keberlakuannya bersifat temporer.

29/01/2015 14:30:32 WIB
Inkrispena @Inkrispena

23. Krn itu, dari sudut pandang relativitas epistemik, perbandingan antar berbagai posisi dalam satu momen historis tertentu dimungkinkan.

29/01/2015 14:30:45 WIB
Inkrispena @Inkrispena

24. Namun, karena mengakui batas historis dan watak temporer dari kebenaran, konsep relativitas epistemik tetap menolak finalitas kebenaran.

29/01/2015 14:31:01 WIB
Inkrispena @Inkrispena

25. Konsep relativitas epistemik sendiri merupakan produk sosial-historis dan hanya bisa diterima di bawah kondisi historis tertentu.

29/01/2015 14:31:13 WIB
Load Remaining (23)

Comment

No comments yet. Write yours!